
Jakarta, Golden Samoyed Indonesia
—
Para pelancong kini diperingatkan untuk memeriksa kembali tagihan kamar hotel mereka dengan teliti setelah kasus kontroversial yang dialami
tamu hotel
di San Antonio, Amerika Serikat (AS).
Seorang tamu hotel baru-baru ini viral setelah mengungkap bahwa barang-barang yang ia dan istrinya kira sebagai fasilitas gratis atau
complimentary
di kamar hotel, ternyata dikenakan biaya tambahan yang cukup menguras kantong.
Jaden Warren, dalam sebuah video TikTok yang viral, mengaku terkejut saat mendapati barang-barang kamar mandi di hotel Thompson San Antonio – Riverwalk by Hyatt ternyata tidak gratis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warren menceritakan bahwa awalnya ia sangat antusias melihat produk mewah seperti
shower steamer
dan masker wajah yang tertata rapi di kamar mandi. Namun, kegembiraan itu sirna setelah ia menemukan daftar menu minibar yang tersembunyi di balik produk-produk tersebut.
Warren keberatan dengan pihak hotel karena produk penunjang kegiatan mandi tersebut diletakkan sedemikian rupa sehingga menyerupai perlengkapan mandi standar yang biasanya gratis.
Seperti dilansir
Fox News
, menurut dia, daftar harga diletakkan di bagian belakang, sehingga tidak langsung terlihat oleh tamu saat pertama kali masuk.
Warren berargumen bahwa penataan ini sangat membingungkan karena tamu terbiasa mendapatkan perlengkapan mandi secara cuma-cuma.
Insiden ini memicu perbedaan pendapat di kalangan pakar industri perjalanan. Lee Abbamonte, pakar perjalanan asal New York, menyebut praktik ini “menjengkelkan dan sangat umum.”
Menurutnya, hotel terkadang sengaja bersikap sedikit menipu dengan menaruh produk jualan di luar kulkas minibar. “Praktik menipu kini seolah diterima, dan harga tinggi bahkan lebih diterima lagi,” sindirnya.
Sarah Dandashy, pakar perhotelan dari California, memiliki sudut pandang berbeda. Ia menekankan bahwa hotel tetap menyediakan sabun dan sampo standar secara gratis.
@jadenllc
Has anyone else encountered chargeable bath products at hotels? There’s gotta be a better way to denote these are paid add-ons
#darkpatterns
#behavioraleconomics
#hoteltips
#travel
#businessethics
♬ original sound – jaden | business & pe
“Produk seperti masker wajah dan
bath bomb
adalah
upgrade
mewah yang jarang disediakan hotel standar. Tamu tidak ditagih untuk barang dasar, mereka diberikan akses ke produk premium,” jelasnya. Ia berpendapat solusinya adalah komunikasi yang lebih jelas, bukan kemarahan.
Video tersebut memancing ribuan komentar dari netizen yang memiliki pengalaman serupa. Banyak yang merasa kebijakan ini bisa merusak reputasi hotel dalam jangka panjang.
“Tagihan tak terduga senilai US$35 untuk sabun tangan akan memastikan saya tidak akan pernah menginap di sana lagi,” tulis seorang netizen.
Netizen lain menceritakan pengalaman menginap di hotel seharga Rp5 juta per malam yang tetap menagih biaya untuk kopi instan dan teh celup di kamar.
“Bisnis tidak pernah belajar. Satu kali tagihan licik bisa membuat tamu pergi selamanya dan memberi tahu teman atau keluarga untuk menghindari tempat tersebut,” tulis netizen lain.
(wiw)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Golden Samoyed]
Baca lagi: Daftar Bocoran Terbaru iPhone 18, Kamera hingga Layar
Baca lagi: Kemenkes: 10-15% Jemaah Haji Alami Gangguan Mental, Lansia Demensia
Baca lagi: 2 Maling Motor di Serang Beraksi Pakai Senpi Sewaan



