
Jakarta, Golden Samoyed Indonesia
—
Cara orang menikmati
waktu
luang mulai berubah. Jika dulu
masyarakat
rela berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk makan, berbelanja, berolahraga, hingga berkumpul bersama teman, kini semakin banyak yang memilih
destinasi
yang mampu memenuhi semua kebutuhan itu dalam satu kawasan.
Fenomena ini dikenal sebagai one stop lifestyle, yakni konsep ruang yang menggabungkan beragam aktivitas dalam satu lokasi. Mulai dari kuliner, belanja, hiburan, olahraga, hingga ruang komunitas hadir berdampingan sehingga pengunjung tak perlu berpindah jauh untuk menikmati berbagai pengalaman.
Tren tersebut berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan yang semakin menghargai efisiensi waktu. Di tengah kemacetan dan mobilitas tinggi, banyak orang lebih memilih menghabiskan akhir pekan di satu kawasan yang menawarkan beragam pilihan aktivitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan perilaku ini juga terlihat dari pola konsumsi generasi muda. Survei
YouGov
yang menunjukkan Generasi Z masih memprioritaskan pengeluaran untuk gaya hidup meski mayoritas menganggap kondisi ekonomi setahun terakhir cukup menantang.
Kategori pengeluaran terbesar Gen Z masih didominasi produk kecantikan dan perawatan diri (21 persen), pakaian (20 persen), serta makan di luar (14 persen). Bahkan sebagian responden mengaku lebih rela mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan dasar dibanding mengubah gaya hidup mereka.
Namun, yang dicari Gen Z bukan sekadar tempat untuk berbelanja atau makan. Mereka menginginkan pengalaman yang lebih lengkap. Gen Z cenderung mencari pengalaman yang terasa autentik dan relevan dengan keseharian mereka. Artinya, sebuah destinasi tidak cukup hanya menghadirkan deretan tenant.
Tempat tersebut juga perlu menyediakan ruang interaksi, aktivitas komunitas, hingga pengalaman yang bisa dibagikan di media sosial. Tak heran jika belakangan semakin banyak kawasan komersial yang mengusung konsep terpadu.
Alih-alih hanya membangun pusat perbelanjaan atau area kuliner, pengembang mulai menggabungkan berbagai fungsi dalam satu kawasan agar pengunjung bisa memenuhi banyak kebutuhan dalam sekali kunjungan.
Konsep seperti ini juga terlihat di kawasan Hampton Manhattan District, Paramount Se-Hampton. Kawasan tersebut mengusung konsep yang menggabungkan kuliner, ritel, hiburan, hingga ruang publik dalam satu area. Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, mengatakan konsep tersebut dikembangkan agar masyarakat dapat menikmati beragam aktivitas dalam satu destinasi.
“Pertumbuhan tersebut mencerminkan tingginya optimisme investor, pemilik unit, tenant, dan pelaku usaha terhadap prospek jangka panjang kawasan Hampton,” ujarnya.
Bagi masyarakat, kehadiran kawasan serba ada bukan hanya soal kemudahan. Konsep ini juga menawarkan efisiensi waktu, lebih banyak pilihan aktivitas, serta pengalaman yang lebih lengkap tanpa harus berpindah-pindah lokasi.
Melihat perubahan perilaku konsumen, terutama generasi muda, tren one stop lifestyle diperkirakan akan terus berkembang. Destinasi yang mampu menghadirkan pengalaman menyeluruh, mulai dari kebutuhan sehari-hari, hiburan, hingga ruang untuk membangun komunitas, berpotensi menjadi pilihan utama masyarakat di masa mendatang.
(tis/tis)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Golden Samoyed]
Baca lagi: Prabowo Sadar MBG Disusupi Maling: Silakan Periksa Semua Dapur
Baca lagi: Di Jepang Ada Burger Daging Belut, Harganya Tembus Rp650 Ribu




2 Responses
Sebuah mahakarya yang ditulis dengan kepekaan rasa dan ketajaman rasio yang luar biasa harmonis https://nufarm-cbd-gummies-official-website.webflow.io/
Keren ulasannya, daging semua! Pas banget nih, barusan gw juga baca materi yang sepemahaman di https://kldp.org/comment/254308 lumayan buat bahan bacaan ekstra.