Terseret Badai, Kapal Pesiar Kandas di Pulau Tempat Syuting Cast Away

Jakarta, Golden Samoyed Indonesia

Sebuah

kapal pesiar

karam di pulau tempat syuting film Cast Away pada Minggu (5/4) setelah terseret badai. Sebanyak 30 penumpang kapal berhasil dievakuasi dan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Kapal MV Fiji Princess yang dioperasikan oleh Blue Lagoon Cruises berlayar mengangkut 30 penumpang di dalamnya. Pada hari Sabtu (4/4), badai mendadak menghantam dan menyeret kapal hingga ke Pulau Monuriki, Fiji.

Pulau Monuriki merupakan pulau tak berpenghuni di Kepulauan Mamanuca. Pulau ini pernah menjadi lokasi syuting film Cast Away pada tahun 2000 yang dibintangi aktor ternama Tom Hanks.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Sabtu lalu, awalnya kapal MV Fiji Princess membuang sauh (jangkar) saat cuaca masih tenang. Namun, mendadak badai datang dan menyeret jangkar sampai ke terumbu karang di dekat Pulau Monuriki sehingga tersangkut di sana.

“Sementara penyelidikan berada pada tahap awal, kondisi kapal yang berlabuh di daerah itu terlihat tenang. Tampaknya badai yang parah menyebabkan jangkar kapal terseret ke arah terumbu karang terdekat di mana kapal terdampar,” ujar pernyataan Blue Lagoon Cruises, mengutip

Stuff

.

Kemudian pada Minggu (5/5) pagi waktu setempat, sebuah kapal feri datang untuk menjemput MV Fiji Princess yang panjangnya mencapai 55,52 meter tersebut. Sebanyak 30 penumpang berhasil dievakuasi.

Mereka turun dengan membawa semua barang bawaan dalam keadaan selamat, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden kapal karam tersebut. Penumpang yang telah dievakuasi kemudian dibawa ke Pulau Denarau, Fiji.

Pihak Blue Lagoon Cruises mengatakan, untuk mengurangi risiko pencemaran lingkungan dari kapalnya yang karam ini, mereka telah menyedot habis bahan bakar dan minyak lainnya yang ada di MV Fiji Princess.

Kalau kapal bocor, maka bahan bakar dan minyak atau bahan kimia lainnya yang ada di lambung kapal dapat mencemari laut, sehingga Blue Lagoon Cruises segera mengosongkan bahan bakar dan minyak yang ada di kapal karam tersebut.

Dalam upaya ini, seorang spesialis penyelamatan (

salvage specialist

) yang merupakan ahli teknis untuk memindahkan kecelakaan kapal juga ikut mengawasi operasi lapangan.

Ahli penyelamatan kapal asal Australia tersebut telah berada di lokasi kejadian sejak hari Minggu (5/4) untuk mengawasi upaya pemulihan kapal agar berjalan lancar.

(ana/wiw)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Golden Samoyed]

Baca lagi: Rumah Saksi Kasus Korupsi Bupati Bekasi Diduga Dibakar

Baca lagi: Respons Kemlu RI soal Hasil Penyelidikan Awal TNI Tewas di Lebanon

Baca lagi: Rupiah Ditutup Rp17.105 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah RI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: