Tata Cara Tawaf yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Jakarta, Golden Samoyed Indonesia

Tengah bersiap untuk menunaikan ibadah

haji

atau umrah 2026? Pastikan untuk mengetahui tata cara

tawaf

yang baik dan benar agar ibadahmu dianggap sah.

Tawaf adalah ibadah mengelilingi Ka’bah yang dilakukan pada ibadah haji atau umrah. Ibadah ini memiliki makna berputar pada poros bumi sebanyak tujuh putaran, sebagai lambang tujuh langit yang mengelilingi Arsy.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada lima macam tawaf yang bisa dilakukan oleh umat Islam, salah satunya adalah tawaf rukun haji yang disebut sebagai tawaf ifadhah, tawaf ziyarah, atau tawaf rukun umrah. Jika tawaf tidak dilakukan dengan baik, maka ibadah haji dan umrah yang dilakukan dianggap tidak sah.

Oleh karena itu, pastikan tawaf Anda sudah dilakukan sebaik mungkin dan memenuhi persyaratan yang sesuai dengan sunah Rasulullah.

Merangkum dari

NU Online

dan buku

Tuntunan Manasik Haji dan Umrah

dari Kementerian Agama RI, berikut adalah tata cara tawaf yang baik dan benar dalam Islam.

Panduan dan sunah melakukan tawaf

Tawaf adalah ibadah mengelilingi Baitullah atau Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dengan posisi Ka’bah di sebelah kiri. Ibadah ini dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir lagi di Hajar Aswad.

Ibadah ini merupakan bagian dari rukun ibadah haji dan umrah. Hukumnya pun wajib, berarti jika tidak dilakukan maka ibadah dianggap tidak sah.

Tawaf juga harus dilakukan dengan baik dan benar agar dianggap sah. Berikut adalah syarat sah tawaf:

– telah suci dari hadas dan najis;

– menutup aurat;

– berada di dalam Masjidil Haram, baik di area utama atau di area peluasan pada lantai dua, tiga, atau empat. Bertawaf di area peluasan masih dianggap sah, meskipun posisinya berada di atas atau terhalang oleh bangunan;

– memulai dan mengakhiri tawaf di Hajar Aswad atau di garis yang sejajar dengan Hajar Aswad;

– bertawaf dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri badan;

– berada di luar Ka’bah, termasuk di luar dari Hijir Ismail karena Hijir Ismail adalah bagian dari Ka’bah;

– mengelilingi Ka’bah selama tujuh kali putaran;

– membaca niat.

Doa saat tawaf

Selain itu, ada pula bacaan yang perlu dibaca ketika melakukan tawaf. Mengutip laman

Badan Pengelola Keuangan Haji

(BPKH), berikut bacaannya dari putaran 1 hingga 7.

Pada awal putaran di Hajar Aswad, baca ini sebanyak tiga kali:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَر

Bismillahi Allahu Akbar

Kemudian, pada tiap putaran, Anda bisa membaca bacaan berikut.

Doa tawaf putaran pertama

Subhanallah walhamdulillah walaailaaha illaallah wallaahu akbar walahaula walakuwwata illa billahil aliyyil adziim. Allahumma iimaanan bika wa tasdiiqanbikitaabika wawafaa an bi’ahdika wattibaa’an lisunnati nabiyyika muhammadin shallallahu ‘alaihi wassalam.Allahumma inni as aluka ‘afwa wal ‘afiyata wal mu’aafatad daaimata fiddini waddun yaa wal akhirati wal fauza bil jannati wannajaata minannaar

.

Artinya:

“Maha Suci Allah, Segala puji bagi Allah, Tidak ada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Tiada daya (untuk memperoleh manfaat) dan tiada kemampuan (untuk menolak bahaya) kecuali bersumber dari Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Selawat dan salam bagi Rasulullah SAW. Ya Allah, aku Tawaf ini karena beriman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, dan memenuhi janji-Mu, dan mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad SAW. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ampunan, kesehatan dan kesejahteraan yang kekal dalam menjalankan agama, di dunia dan di akhirat dari siksa neraka.”

Doa tawaf putaran kedua

Allahumma inna haadzal baita baituka wal harama haramuka wal amna amnuka wal ‘abda ‘abduka wa ana ‘abduka wabnu abdika wa haadza maqaamul ‘aaidzi bika minan naari faharrin luhuumanaa wabasyaratanaa alannaar. Allahumma habbib ilainal iimana, wazayyinhu fii qulubinaa wa karrih ilainal kufra wal fusyuuqa wal ishyana waj alnaa minarraasyidiin. Allahumma qinii azaabaka yauma tab’atsu ibadaaka. Allahummarzuqnil jannata bighairi hisaab

.

Artinya:

“Ya Allah,sesungguhnya Baitullah ini rumah-Mu, Tanah mulia ini tanah haram-Mu, Negri aman ini Negri-Mu, hamba ini hamba-Mu, dan aku hamba-Mu anak dari hamba-Mu dan tempat ini tempat berlindung pada-Mu dari siksa neraka. Ya Allah cintakanlah kami pada iman dan peliharalah ia dari hati kami, bencikanlah kami pada perbuatan kufur, fasiq, maksiat dan durhaka serta masukkanlah kami ini dalam golongan yang meandapat petunjuk. Ya Allah, peliharalah aku dari azab-Mu di hari kelak Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu. Ya Allah, anugerahkanlah surga kepadaku tanpa hisab”.

Doa tawaf putaran ketiga

Allaahumma innii a’uudzubika minasysyakki wasysyirki wasysyiqaaqi wannifaaqi wasuuil akhlaaqi wasuuilmandzhari wal mungqalabi fil maali wal ahli walwaladi. Allahumma innii as aluka ridhaakawal jannata wa a’uudzubikamin sakhatika wan naari. Allahumma innii a’uudzubika min fitnatil qabri wa a’uudzubika min fitnatil mahyaaya wal mamaat.

Artinya:

“Ya Allah, aku berlindung pada-Mu daripada syak was-was, syirik, cerai berai (bertengkar) muka dua, buruk budi pekerti, buruk pandangan (salah urus) terhadap harta benda dan keluarga. Ya Allah sesungguhnya aku mohon pada-Mu keridaan-Mu dan surga, dan aku berlindung pada-Mu daripada murka-Mu dan neraka. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari fitnah kubur serta dari fitnah kehidupan dan derita kematian.”

Doa tawaf putaran keempat

Allahummaj’alhu hajjan mabruura wasa’yan masykuuraa wa zanban maghfuuraa wa’amalan shaalihan maqbuula watijaaratan lantabuura yaa ‘aalima maa fissuduuri akhrijnii yaa Allaahu minazzulumaati ilannuur. Allahumma innii as aluka muujibati rahmatika wa ‘azaa ima maghfirotika wassalaamata min kulli itsmin walghaniimata min kulli birrin wal fauza biljannati wannajaata minannaar.Rabbi qanni’nii bimaa razaqtanii wabaariklii fiimaa a’thaitanii wakhluf ‘alaa kulli ghaa ibatin lii minka bikhairin.

Artinya:

“Ya Allah, jadikanlah hajiku ini haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni dan amal saleh yang dikabulkan dan perdagangan yang tidak akan mengalami rugi selamanya. Wahai Tuhan Yang Maha Mengetahui apa-apa yang terkandung dalam dada. Keluarkanlah aku dari kegelapan ke cahaya yang terang benderang. Ya Allah aku mohon pada-Mu segala hal yang mendatangkan rahmat-Mu dan segala ampunan-Mu selamat dari segala dosa dan beruntung dengan mendapat rupa-rupa kebaikan, beruntung memperoleh surga, terhindar dari neraka. Tuhanku anugerahkan padaku dan gantilah apa-apa yang aku luput daripadanya dengan kebajikan dari-Mu.”

Doa tawaf putaran kelima

Allahumma azillanii tahta zhilli ‘arsyika yauma laa zilla illaa zhilluka wa laa baaqiya illaa wajhuka wasqinii min haudhi nabiyyika Muhammadin shallallahu ‘alaihi wassalam syurbatan haniiatan mariiatan laanazhma’u ba’dahaa abadaa. Allahumma inni as aluka min khairi maa sa alaka minhu Nabiyyuka Muhammadin Sallallaahu ‘alaihi wasallam. Wa a’uudzubika minsyarri masta’aadzaka minhu Nabiyyuka Muhammadin Sallallaahu ‘alaihi wasallam. Allahumma inni as aluka jannata wana’iimahaa wamaa yuqarribunii ilaiha min qaulin au fi’lin au ‘amalin, wa a’uudzubika minannari wamaa yuqorribunii ilaihaa min qaulin au fi’lin au ‘amailn.

Artinya:

“Ya Allah lindungilah aku di bawah lindungan-Mu pada hari yang tidak ada naungan selain dari naungan-Mu dan tidak ada yang tinggal kekal selain wajah-Mu. Dan berilah aku minuman dari telaga Nabi Muhammad SAW. dengan suatu minuman yang lezat nyaman, sesudah itu aku tidak akan haus untuk selamanya. Ya Allah, aku mohon pada-Mu kebaikan yang diminta oleh Nabi Muhammad SAW, dan aku berlindung pada-Mu dari kejahatan dan minta perlindungan-Mu daripada yang diminta Nabi Muhammad saw. Ya Allah, aku mohon pada-Mu surga serta nikmat-Nya dan apapun yang dapat mendekatkan aku pada-Nya dari perkataan atau perbuatan ataupun amal. Dan aku berlindung pada-Mu dari neraka serta apapun yang mendekatkan aku kepada-Nya, baik ucapan, perbuatan ataupun amal.”

Doa tawaf putaran keenam

Allhamumma inna laka alayya huquuqon katsirotan fiima bainii wabainaka wahuquuqon katsirotan fiima bainii wabaina kholqika. Allaahumma maa kaana laka minhaa fagfirhuu lii wa maa kaana likholqika fatahammalhu annii waagninii bihalaalika waharoomika wabito’oatika an ma’siyatika wabifadlika amman siwaaka yaa waasi’al magfiroh. Allhumma inna baitaka adiim wawajhaka kariim anta ya Allah  haliimun kariimun adiimun tuhibbul afwa fa’fu anni.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau mempunyai hak yang banyak sekali atas diriku dalam hubungan antara aku dengan-Mu. Dan Engkau juga mempunyai hak yang banyak sekali dalam hubungan antara aku dengan makhluk-Mu. Ya Allah, apa yang menjadi hak-Mu atas diriku, maka ampunilah aku. Dan apa saja yang menjadi hak makhluk-Mu atas diriku, maka tanggungkanlah dariku. Cukupkanlah diriku dengan rizki-Mu yang halal, terhindar dari yang haram. Dan dengan taat kepada-Mu, terhindar dari kemaksiatan. Dan dengan anugerah-Mu terhindar daripada mengharap dari selain daripada-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Luas pengampunan-Nya. Ya Allah, sesungguhnya rumah-Mu ini agung, Zat-Mu pun sungguh mulia, dan Engkau ya Allah, Maha Penyabar, Maha Pemurah dan Maha Agung, Engkau suka memberi ampun, maka ampunilah aku.”

Doa tawaf putaran ketujuh

Allahumma innii as aluka iimanan kaamilan wa yaqiinan shaadiqan wa rizqan halaalan waasian wa qalban khaashi’an wa lisaanan dzaakiran wa taubatan qoblal maut warohmatan ingdal maut wamagfirotan ba’dal maut walafwa indgdal hisaab walfauja biljannah wannajaata minannaar yaa aziiz ya goffar. Robbi zidnii ilman wa’alhiqnii bissholihiin.

Artinya:

“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu iman yang sempurna, keyakinan yang benar, rizki yang luas, hati yang khusyuk, lidah yang selalu berzikir, rizki yang halal dan baik, taubat yang diterima, taobat sebelum mati, ampunan dan rahmat sesudah mati, ampunan ketika dihisab, keberuntungan memperoleh surga dan selamat dari neraka, dengan kasih sayang-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Yang Maha Pengampun. Tuhanku, berilah aku tambahan ilmu pengetahuan dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh”

Jika tidak hafal, bacaan utama yang sering dibaca sepanjang putaran adalah doa sapu jagat yang berbunyi:

Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanataw wa fil aakhirati hasanataw waqinaa ‘adzaaban naar

.

Artinya:

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka”.

Sunah saat tawaf

[Gambas:Photo Golden Samoyed]

Ada juga beberapa sunah yang bisa kamu penuhi ketika melakukan tawaf. Karena sifatnya sunah, maka jika tak dilakukan pun tidak jadi dosa atau menurunkan pahala.

1. Memegang, mencium, dan meletakkan jidat di Hajar Aswad. Namun jika tidak memungkinkan, cukup mengangkat tangan kanan ke arah Hajar Aswad.

2. Membaca doa mat’sur saat memulai tawaf yang berbunyi:

Bismillāhi wallāhu akbar. Allāhumma īmānan bika, wa tashdīqan bi kitābika, wa wafā’an bi ‘ahdika, wattibā’an li sunnati nabiyyika Muhammadin shallallāhu ‘alayhi wa sallama.

Artinya:

“Dengan nama Allah, Allah maha besar. Ya Allah, (aku bertawaf) karena keimanan kepada-Mu, kepercayaan terhadap kitab suci-Mu, pemenuhan terhadap janji-Mu, dan kepatuhan terhadap sunnah nabi-Mu Muhammad SAW.”

3. Bagi kaum lelaki, berjalan cepat pada putaran 1-3, kemudian berjalan biasa sampai putaran 7.

4. Melakukan idtiba untuk kaum lelaki, atau meletakkan selendang di bagian bawah bahu kanan dengan kedua ujungnya di atas bahu kiri agar bahu kanan terbuka, sedangkan bahu kiri tertutup.

5. Mendekati Ka’bah untuk kaum lelaki. Namun, jika tidak memungkinkan maka bisa bertawaf di area yang lebih aman.

6. Berjalan kaki untuk yang mampu. Jika tidak bisa, maka dapat menggunakan kursi roda, skuter matik, atau mobil golf.

Demikian adalah penjelasan tentang tata cara tawaf yang baik dan benar dalam Islam. Semoga bermanfaat.

Add

as a preferred

source on Google

Tata Cara Tawaf yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:

1

2

Baca lagi: Pertamina Andalkan Kapal Tanker BBM Buatan Lokal Menembus Pelosok RI

Baca lagi: Kurniawan Soal Kans Indonesia ke Semifinal: Nasib Kita yang Tentukan

Baca lagi: Tak Patuh PP Tunas, Pakar Sarankan YouTube Diberi Sanksi Lebih Berat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: