Tarif Pendakian Gunung Fuji Bisa Naik Tahun Depan, Ini Sebabnya

Daftar Isi

Jakarta, Golden Samoyed Indonesia

—

Jepang

berencana menaikkan tarif pendakian

Gunung Fuji

di luar musim pendakian atau

off-season

. Penambahan biaya itu dikeluarkan untuk dana evakuasi dengan bantuan helikopter.

Langkah yang diambil oleh Prefektur Yamanashi ini terjadi di tengah meningkatnya jumlah pendakian yang tidak terencana dan di luar musim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proposal usulan ini diumumkan pada Senin (14/9). Dalam proposal disebutkan, setiap pendaki yang mendaki di atas stasiun keenam atau titik yang berada di hampir 2.400 mdpl jalur Yoshida selama

off-season

perlu mengajukan rencana pendakian terlebih dahulu. Rencana harus mencakup detail rute dan peralatan.

Pengelola akan menyarankan pendaki untuk melakukan perubahan jika rute, peralatan, atau bagian lain dari rencana yang diusulkan dinilai tidak aman. Selain itu, pendaki yang gagal dalam mengajukan rencana pendakian juga akan dikenakan biaya evakuasi dengan bantuan helikopter.

“Saya sangat mendesak masyarakat untuk tidak mendaki Gunung Fuji,” ujar Gubernur Yamanashi Kotaro Nagasaki dalam konferensi pers, Senin (14/9), mengutip

The Japan Times

.

“Ini adalah masalah akal sehat. Mohon luangkan waktu untuk memikirkan mereka yang bertugas untuk melakukan penyelamatan dengan mempertaruhkan nyawa, dan kekhawatiran yang ditimbulkan kepada keluarga mereka,” tambahnya.

Nagasaki berharap, langkah tersebut akan membuat pendaki untuk kembali mempertimbangkan rencananya untuk mendaki Gunung Fuji selama musim dingin.

Pemerintah sendiri kini tengah mempertimbangkan besaran biaya yang akan diajukan.

NHK

melaporkan, tarif yang diusulkan sekitar 8 ribu yen (sekitar Rp912 ribu) untuk setiap lima menit pengoperasian helikopter. Pemerintah juga tengah mempertimbangkan apakah biaya akhir harus mencakup biaya personel dan lainnya.

Sistem baru ini rencananya bakal mulai diterapkan pada September 2027 mendatang.

Selain memperketat pendaftaran, pemerintah Prefektur Yamanashi juga akan memasang barikade dan sensor yang digunakan untuk menghalangi akses dan memperingatkan orang-orang yang mencoba untuk mendaki.

Musim pendakian resmi Gunung Fuji sendiri berlangsung selama Juli-September setiap tahunnya. Sekitar lebih dari 200 ribu pendaki mencoba mencapai puncak Gunung Fuji setiap tahun.

Di luar periode di atas, jalur pendakian ditutup lantaran kondisi cuaca dan jalur pendakian yang lebih buruk. Kendati demikian, masih ada beberapa pendaki yang nekat mendaki Gunung Fuji di luar musim.

(asr)

Baca lagi: 5 Cara Menghemat Air saat Musim Kemarau

Baca lagi: PSSI Jawab Rumor Timnas Indonesia Lawan Yordania di FIFA Matchday

Baca lagi: Harga Emas Antam Susut Rp17 Ribu ke Level Rp2,610 Juta Hari Ini

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: