
Jakarta, Golden Samoyed Indonesia
—
Tren baru di
Korea Selatan
memicu perdebatan panas di media sosial. Sejumlah kafe kini mulai mewajibkan pembayaran bagi warga yang ingin menggunakan toilet tanpa membeli minuman.
Kontroversi ini mencuat setelah sebuah foto pengumuman di sebuah kios viral bulan ini. Pengumuman tersebut mencantumkan biaya sebesar 2.000 won (sekitar Rp23.500) bagi siapa pun yang menggunakan toilet tanpa melakukan transaksi.
Melansir media Korea Selatan,
Chosun
, opini publik terbelah tajam menanggapi kebijakan ini. Pihak yang mendukung menilai biaya tersebut wajar. Mereka berargumen bahwa banyak orang masuk ke kafe hanya demi toilet tanpa memedulikan operasional bisnis. Hal ini dianggap tidak sopan bagi pemilik usaha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, bagi pihak yang menolak, mengkritik kebijakan tersebut sebagai tindakan yang “terlalu kasar”, “tidak berperasaan”, dan kurangnya rasa empati antarsesama.
Meski memicu perdebatan, para ahli hukum menegaskan bahwa praktik ini tidak melanggar aturan. Pengacara Oh Soo-jin, seperti dikutip dari
The Korea Times,
menjelaskan bahwa toilet kafe adalah fasilitas privat yang ditujukan untuk pelanggan.
“Toilet kafe tidak termasuk dalam Undang-Undang Toilet Umum. Pemilik berhak menetapkan syarat penggunaannya,” ujar Oh, seperti dikutip
VN Express
. Ia menambahkan, selama tarif tersebut dicantumkan dengan jelas, hal itu dianggap sebagai “syarat transaksi yang sah.”
Ketegangan soal akses toilet ini bukan pertama kalinya terjadi. Pada Desember lalu, sebuah insiden serupa berujung pada keributan fisik. Seorang warga dilaporkan ke polisi dengan tuduhan “mengganggu bisnis” karena menggunakan toilet tanpa membeli.
Meski pelaku sudah meminta maaf dan menawarkan diri membeli minuman murah, pemilik kafe memaksa mereka memesan kopi mahal dan sempat menghadang jalan keluar.
Namun, polisi yang datang ke lokasi memutuskan bahwa penggunaan toilet bukanlah tindak pidana dan tidak terbukti mengganggu operasional bisnis.
Sistem toilet berbayar sebenarnya sudah lama lazim di banyak bagian Eropa, terutama di stasiun kereta dan pusat wisata, guna menutupi biaya pemeliharaan.
Sebaliknya, di banyak negara Asia seperti Vietnam, dan juga Indonesia, pelaku usaha cenderung lebih longgar dan jarang terjadi gesekan terkait akses toilet bagi non-pelanggan.
(wiw)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Golden Samoyed]
Baca lagi: Kemlu Surati Kemhan Wanti-wanti Wacana AS Bebas Terbang di RI
Baca lagi: IHSG Merah 7.623 Meski Mayoritas Saham Hijau Sore Ini
Baca lagi: Viral Film Legend of Aang the Last Airbender Bocor di Medsos




One Response
daftar situs judi slot online terpercaya yang saya mainkan termasuk kategori yang mudah di dapatkan hadiahnya langsung saya klik sekarang juga dan menagkan hadiah menarik di dalamnya.