Snackpacking, Cara Baru Jalan-jalan Keliling Pasar Cari Jajanan Lokal

Jakarta, Golden Samoyed Indonesia

Pergeseran pola kegiatan

wisata

di Indonesia kini tengah menunjukkan dinamika yang menarik, terutama untuk mereka wisatawan Gen Z.

Jika dulu liburan identik dengan kunjungan ke destinasi populer seperti pantai, pegunungan, atau pusat kota besar, kini muncul gaya perjalanan baru yang sangat digandrungi oleh generasi muda, yakni

snackpacking

.

Istilah

snackpacking

merujuk pada aktivitas melancong dengan menjadikan kegiatan berburu dan menjelajahi jajanan lokal, khususnya di pasar-pasar tradisional, sebagai agenda utama perjalanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi Gen Z,

snackpacking

bukan lagi sekadar kegiatan “berburu makanan”, melainkan sebuah pengalaman budaya yang mendalam.

Pasar tradisional tidak lagi dipandang semata-mata sebagai tempat transaksi jual-beli, melainkan ruang sosial hidup yang menyimpan narasi sejarah, kehangatan interaksi, serta identitas kuliner suatu daerah.

Melalui tren ini, para traveler merasa dapat menyatu secara lebih autentik dengan masyarakat setempat serta memiliki kebebasan penuh dalam menentukan jalur petualangan mereka.

Fenomena

snackpacking

kini telah menjangkau berbagai pelosok Nusantara, mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang menjanjikan bagi ekosistem pariwisata daerah.

Ada beberapa faktor pendorong yang membuat tren

snackpacking

berkembang sangat pesat di kalangan anak muda:

– Pencarian Pengalaman Autentik:

Gen Z cenderung jenuh dengan destinasi mainstream yang dipenuhi formalitas. Pasar tradisional menyuguhkan suasana “nyata” melalui aroma khas, keriuhan pasar, dan komunikasi langsung dengan para pedagang lokal.

– Biaya Sangat Terjangkau:

Aktivitas ini tergolong ramah di kantong. Hanya dengan alokasi anggaran sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000, wisatawan sudah bisa mencicipi beragam aneka kudapan khas tanpa khawatir menguras dompet.

– Amunisi Konten Media Sosial:

Keunikan bentuk jajanan, warna-warni lanskap pasar, serta momen interaksi spontan menjadi bahan konten yang sangat menarik untuk platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.

– Gelombang Kebanggaan Kuliner Lokal:

Maraknya gerakan mencintai produk dalam negeri turut mendorong antusiasme anak muda untuk terus mengeksplorasi warisan rasa dari berbagai daerah.

(wiw)

[Gambas:Video Golden Samoyed]

Baca lagi: Kapan Aturan Sisa Kuota Internet Tak Hangus Berlaku?

Baca lagi: Bos Aprilia Akui Marquez Favorit Juara MotoGP 2026

Baca lagi: KPK Konfirmasi Geisz Chalifah soal Jual Beli dengan Tersangka di Kukar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: