Sering Overthinking, Tanda Cerdas atau Justru Cemas?

Jakarta, Golden Samoyed Indonesia

Overthinker

sering dianggap sebagai orang yang cerdas dan analitis, tetapi di saat yang sama juga dinilai terlalu cemas dan sulit tenang. Label ini bahkan kerap melekat sebagai bagian dari kepribadian. Lalu sebenarnya,

overthinking

itu tanda

kecerdasan

atau justru bentuk kecemasan yang berlebihan?

Belakangan, banyak orang dengan santai menyebut dirinya

overthinker

. Mereka merasa terbiasa memikirkan sesuatu secara mendalam, mengulang percakapan di kepala, atau membayangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada yang bangga karena merasa lebih detail dan berhati-hati. Namun ada juga yang mengaku lelah karena pikirannya sulit berhenti.

Melansir dari

Simply Psychology

,

overthinking

adalah kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan dan berulang-ulang.

Seseorang bisa terus memikirkan hal kecil, membayangkan skenario terburuk, atau terlalu lama mempertimbangkan pilihan karena takut salah. Akibatnya, keputusan justru tertunda dan energi mental terkuras.

Lantas, benarkah

overthinker

lebih cerdas?

Melansir dari berbagai sumber, sebuah studi yang diterbitkan jurnal Personality and Individual Differences menemukan bahwa kecerdasan verbal berkorelasi dengan kekhawatiran dan kecemasan.

Demikian pula, peneliti di SUNY Downstate Medical Center menemukan bahwa pasien dengan gangguan kecemasan seringkali mendapatkan skor lebih tinggi pada tes yang mengukur kecerdasan verbal.

Kemampuan ini memang merupakan bagian dari kecerdasan, terutama dalam hal penalaran dan pemecahan masalah. Kemampuan untuk memprediksi risiko dan memikirkan kemungkinan ancaman juga dianggap membantu manusia bertahan hidup.

Orang yang mampu mengantisipasi bahaya lebih dulu memiliki peluang lebih besar untuk selamat. Dari sinilah muncul dugaan bahwa kecenderungan berpikir jauh ke depan dan khawatir bisa berkaitan dengan kapasitas kognitif yang tinggi.

Sementara itu, berpikir kritis dan

overthinking

sama-sama melibatkan proses pertimbangan dan perenungan. Namun, keduanya tetap memiliki perbedaan dalam hasil dan dampaknya pada kehidupan sehari-hari.

Berpikir kritis memiliki tujuan untuk mencapai keputusan rasional atau memecahkan masalah. Hal ini berakar dari pola pikir rasa ingin tahu dan keterbukaan pikiran.

O

verthinking cenderung berputar di tempat. Fokusnya bukan lagi mencari solusi, melainkan terus memikirkan kemungkinan, kesalahan, dan kekhawatiran.

Penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan ruminasi berkaitan erat dengan risiko gangguan kecemasan dan depresi. Pikiran yang terus berputar membuat otak sulit beristirahat. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa mengganggu kualitas tidur, konsentrasi, bahkan hubungan sosial.

Overthinker

juga kerap memiliki standar tinggi terhadap diri sendiri. Perfeksionisme membuat mereka takut melakukan kesalahan. Akibatnya, rasa percaya diri bisa menurun karena terlalu fokus pada kekurangan.

Hal ini membuat kecerdasan yang dimiliki justru bisa memperkuat kecemasan. Semakin mampu seseorang membayangkan berbagai kemungkinan, semakin banyak pula skenario negatif yang dapat ia ciptakan di kepala.

Kemampuan menganalisis secara mendalam adalah kekuatan. Namun ketika analisis berubah menjadi kekhawatiran berulang yang tidak produktif, bisa menjadi beban.

Sebaiknya belajar belajar mengelola pikiran, misalnya membatasi waktu untuk memikirkan suatu masalah, fokus pada hal yang bisa dikendalikan, serta membedakan antara fakta dan asumsi.

Overthinking

bukan semata soal cerdas atau cemas. Semuanya bergantung pada bagaimana seseorang mengarahkan cara berpikirnya. Jika dikelola dengan baik, kemampuan analitis bisa menjadi aset. Namun jika dibiarkan, pikiran yang terlalu aktif justru bisa melelahkan diri sendiri

(nga/els)

[Gambas:Video Golden Samoyed]

Baca lagi: Apa Boleh Minum Kopi Selama Ramadhan?

Baca lagi: FOTO: Kala Ultraman ‘Nyemplung’ di Sungai Ramaikan Festival di Taiwan

Baca lagi: FOTO: Pasar di Aceh Tamiang Bangkit Usai Terdampak Banjir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: