Saran Dokter, Ini 5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Kolam Renang

Daftar Isi

Hal-hal yang tidak boleh dilakukan di kolam renang

1. Langsung nyemplung ke air tanpa membilas tubuh sebelumnya

2. Meninggalkan anak berenang sendiri tanpa pengawasan

3. Berenang saat sakit

4. Renang dengan luka terbuka

5. Menyelam di kolam dangkal

Jakarta, Golden Samoyed Indonesia

Kolam renang

jadi lokasi favorit banyak orang, utamanya saat cuaca sedang panas.

Nyemplung

ke dalam air bisa bikin tubuh terasa lebih segar.

Selain segar, renang juga jadi salah satu aktivitas fisik yang direkomendasikan. Mengutip

Healthline

, berenang dapat meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai tambahan, berenang juga dipercaya bisa membantu menurunkan tekanan darah, gula darah, trigliserida, dan kolesterol jahat.

Hal-hal yang tidak boleh dilakukan di kolam renang

Tapi, dari semua manfaat yang didapat, pergi ke kolam renang tak bisa dilakukan sembarangan. Dokter memperhatikan beberapa kebiasaan umum di area kolam renang yang seharusnya tidak dilakukan.

Berikut di antaranya, mengutip

HuffPost

.

1. Langsung nyemplung ke air tanpa membilas tubuh sebelumnya

Beberapa orang merasa tak perlu membilas tubuh sebelum

nyemplung

ke kolam renang. Alih-alih sebelum, banyak orang merasa mandi sebaiknya dilakukan setelah renang.

Padahal, membilas tubuh sebelum berenang ternyata lebih penting daripada yang disadari banyak orang. Keringat, tabir surya, losion, produk perawatan rambut, dan minyak alami kulit bisa bereaksi dengan klorin saat terkena air. Hal ini dapat mengurangi kemampuan klorin untuk membunuh kuman dan memicu mata perih serta iritasi kulit.

Center for Disease and Prevention Control (CDC) merekomendasikan untuk membilas tubuh singkat sebelum berenang, setidaknya 1 menit di bawah pancuran. Pembilasan dilakukan untuk membersihkan bakteri dan mikroba lain yang tanpa sadar terbawa ke kolam renang.

“Hal ini [mandi sebelum berenang] sangat penting, terutama jika tubuh kotor atau terdapat pasir, agar tidak mencemari air atau menyumbat sistem penyaringan,” ujar dokter spesialis kulit Yale Medicine, Chris Bunick.

2. Meninggalkan anak berenang sendiri tanpa pengawasan

Banyak orang tua mengira, mereka akan mendengar teriakan anak saat tak sengaja tenggelam. Namun, kenyataannya jauh lebih menakutnya.

Ketua Departemen Gawat Darurat di Hartford HealthCare St. Vincent’s Medical Center Steven Valassis mengatakan, tenggalam bisa terjadi dengan cepat dan sering kali tanpa suara.

“Sebuah survei menemukan, 48 persen orang tua keliru percaya bahwa mereka akan mendengar suara percikan air atau tangisan jika anak tenggelam,” ujar Valassis.

3. Berenang saat sakit

Sebaiknya, undur jadwal berenang jika Anda sedang sakit, utamanya masalah di perut atau pencernaan.

“Berenang di kolam renang saat sakit umumnya bukan ide yang baik,” ujar Bunick.

Menurutnya, berenang dan aktivitas fisik lain dapat memicu mual, muntah, dan meningkatkan risiko dehidrasi. Kesemuanya akan memperburuk kondisi tubuh.

Ada juga masalah penularan penyakit melalui kontak dekat. Penularan bisa terjadi di kolam renang lantaran klorin atau senyawa kimia lainnya tidak bekerja dengan instan untuk menghentikan penyebaran patogen.

4. Renang dengan luka terbuka

Jika Anda memiliki luka gores atau luka terbuka lainnya, maka sebaiknya jaga luka agar tetap kering.

Bunick mengatakan, klorin atau senyawa kimia lain yang digunakan dalam air kolam renang dapat merusak jaringan luka, memperparah kerusakan kulit, serta peradangan.

“Kedua, ada risiko infeksi pada luka jika terus terpapar air. Risiko ini meningkat lebih besar jika berenang di danau, sungai, atau laut,” tambah Bunick.

Bunick menyarankan untuk menutup luka dengan plester atau perban tahan air terlebih dahulu sebelum berenang. Namun, perhatikan area luka setelahnya. Kemerahan, pembengkakan, dan keluarnya cairan dari area luka bisa menandakan infeksi.

5. Menyelam di kolam dangkal

Menyelam di kolam yang dangkal berisiko membuat kepala terbentur. Valassis mengingatkan, benturan awal dapat menyebabkan cedera kepala atau otak.

Saat cedera berlanjut dari kepala ke leher dan tulang belakang, sumsum tulang belakang dapat ikut cedera.

“Hal itu berpotensi menyebabkan kelumpuhan dan, dalam kasus yang parah, ketidakmampuan untuk bernapas,” ujar Valassis.

Anda direkomendasikan untuk memasuki kolam terlebih dahulu. Cara ini membantu Anda mengenal ketinggian kolam.

Berenang memang memberi banyak manfaat. Tapi, coba berenang dengan bijak dengan tetap memperhatikan hal-hal di atas.

(asr)

Baca lagi: Prabowo Bakal Kumpulkan Kepala Daerah di Jakarta Bahas Indonesia ASRI

Baca lagi: Apakah Spider-Man: Brand New Day Punya Post-Credits Scene?

Baca lagi: Komdigi Pastikan Aturan Ojol dan Kurir Barang Tak Disamakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: