Salip AS, China Diprediksi Jadi Ekonomi Pariwisata Terbesar di Dunia

Jakarta, Golden Samoyed Indonesia

China berada di jalur yang tepat untuk menggulingkan Amerika Serikat (AS) sebagai ekonomi

pariwisata

terbesar di dunia dalam beberapa tahun ke depan.

Lonjakan angka kunjungan mancanegara ke Negeri Tirai Bambu ini didorong oleh kebijakan visa yang semakin fleksibel dan agresif.

Seperti dilansir

VN Express

, berdasarkan data terbaru dari

World Travel & Tourism Council

(WTTC), sektor pariwisata China mencatat ekspansi kontribusi terhadap PDB sebesar 9,9 persen tahun lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Angka ini dua kali lipat lebih tinggi dari rata-rata global dan melampaui pertumbuhan AS yang hanya mencatat 0,9 persen.

Meskipun AS masih memimpin dalam skala keseluruhan secara nominal, tren pertumbuhan menunjukkan pergeseran kekuatan yang signifikan.

Pada 2025, sektor pariwisata AS menyumbang US$2,6 triliun terhadap PDB global, sementara China menyumbang US$1,8 triliun. Pengeluaran wisatawan ke China meningkat lebih dari 10 persen tahun lalu, berbanding terbalik dengan AS yang justru turun 5 persen.

China sendiri menerima 154,5 juta pengunjung tahun lalu (naik 17,1 persen), jauh melampaui AS yang hanya mencatat 68 juta pengunjung (turun 5,5 persen).

Presiden dan CEO WTTC, Gloria Guevara, menyebut bahwa jika tren ini terus berlanjut, China akan menyalip AS pada akhir dekade ini. “Saat AS menyusut, China bangkit dengan kecepatan tinggi,” ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg.

Ada dua faktor utama yang mendorong perbedaan drastis ini:

1. Kebijakan Visa China: China sangat progresif dalam mempermudah akses masuk. Pada tahun 2025, jumlah negara yang menikmati akses bebas visa sepihak ke China meningkat menjadi 48 negara.

2. Hambatan di AS: Penurunan jumlah wisatawan mancanegara ke Amerika Serikat diyakini merupakan dampak dari kebijakan imigrasi yang semakin ketat, yang membuat pelancong enggan memilih AS sebagai destinasi utama.

Dominasi China di sektor pariwisata tidak hanya mencerminkan pemulihan pasca-pandemi Covid-19 yang kuat, tetapi juga strategi nasional untuk menjadikan pariwisata sebagai pilar utama pertumbuhan PDB.

Dengan infrastruktur transportasi canggih dan kemudahan akses digital bagi turis, China kini menjadi ancaman nyata bagi status hegemoni pariwisata Amerika Serikat.

(wiw)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Golden Samoyed]

Baca lagi: Patuhi PP Tunas, YouTube Mulai Sisir Akun Anak di Bawah 16 Tahun

Baca lagi: Debut Apik, Janice Tjen Lolos ke Babak 2 Madrid Open 2026

Baca lagi: Adik Masih Menyesal Ajak Barbie Hsu Liburan ke Jepang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: