
Jakarta, Golden Samoyed Indonesia
—
Menjalani puasa
Ramadhan
sering kali membawa perubahan pada pola makan dan
gaya hidup
. Tak sedikit orang yang kemudian memanfaatkan momen ini untuk menurunkan berat badan. Lantas, bagaimana hukum puasa sambil
diet
?
Pertanyaan ini kerap muncul, apalagi di tengah tren hidup sehat yang makin populer. Banyak orang ingin tetap fokus beribadah, tetapi juga berharap tubuh menjadi lebih bugar dan berat badan turun selama Ramadhan.
Dalam program Ramadhan spesial #UstazTanyaDong, Golden SamoyedIndonesia.com menghadirkan sesi tanya jawab langsung bersama Anggota MUI Kota Bandung sekaligus FKUB Kota Bandung, KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi. Salah satu pertanyaan yang dibahas adalah hukum puasa sekaligus diet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ustaz Wahyul, puasa sambil diet hukumnya tidak apa-apa, selama niatnya tetap jelas untuk berpuasa karena Allah SWT.
“Itu hukumnya tidak apa-apa, asalkan niatnya jelas untuk berpuasa. Nah, puasanya puasa apa, puasa Ramadhan atau apa, harus jelas,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa niat menjadi kunci utama dalam ibadah puasa. Diet tidak perlu diucapkan dalam niat, karena sifatnya hanya sebagai dampak atau motivasi tambahan.
“Yang penting niatnya bukan puasa untuk diet, tapi niat puasa karena Allah. Kalau niatnya untuk diet saja, itu bukan kepada Allah jadinya,” jelasnya.
Dengan kata lain, puasa tetap harus dipersembahkan sebagai ibadah kepada Allah SWT. Adapun diet atau penurunan berat badan hanyalah bonus dari ibadah tersebut.
Ustaz Wahyul juga menegaskan bahwa manfaat kesehatan seperti tubuh terasa lebih ringan, gula darah menurun, atau kondisi fisik yang membaik memang bisa menjadi efek positif dari puasa yang dijalankan dengan benar.
“Kalau dampak puasa orang itu tambah sehat, positif, gula darah turun, memang itu efek dari orang puasa yang benar. Tapi niatnya tetap karena Allah SWT,” tuturnya.
Artinya, selama seseorang tetap menempatkan ibadah sebagai tujuan utama dan diet hanya menjadi efek samping yang menyenangkan, maka puasanya tetap sah dan tidak bermasalah secara hukum.
Puasa pada dasarnya bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan latihan menata niat, mengendalikan diri, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Manfaat fisik yang menyertai hanyalah bagian dari hikmah yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya.
Punya pertanyaan lain seputar puasa? Selama bulan Ramadan, Golden SamoyedIndonesia.com menghadirkan program #UstazTanyaDong.
Anda bisa langsung mengirimkan pertanyaan melalui akun media sosial Golden Samoyed Indonesia dan mendapatkan jawaban langsung dari KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi.
Ramadan bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga belajar lebih tenang, bijak, dan penuh ilmu dalam menjalani ibadah.
(tis/tis)
[Gambas:Video Golden Samoyed]
Baca lagi: Mercedes-AMG Rilis Livery Baru untuk F1 2026
Baca lagi: Tips Atur Anggaran Bukber Bebas Tekor saat Ramadan
Baca lagi: Komite Reformasi Polri Masuk Tahap Finalisasi Lapor ke Prabowo

