
Daftar Isi
1. Pria memang lebih mudah menyimpan lemak di perut
2. Usia bertambah, testosteron perlahan menurun
3. Terlalu banyak duduk
4. Kelebihan kalori tetap menjadi penyebab utama
5. Alkohol juga bisa ikut berperan
Jakarta, Golden Samoyed Indonesia
—
Ada anggapan yang cukup akrab di masyarakat, semakin bertambah usia, semakin besar pula peluang seorang
pria
memiliki ‘perut bapak-bapak’ alias
buncit
.
Tak sedikit pria yang tubuhnya masih tergolong normal, tetapi bagian perutnya mulai menonjol. Kondisi ini sering kali dianggap sekadar akibat terlalu banyak makan atau kurang berolahraga.Sebenarnya, kenapa perut bapak-bapak lebih mudah buncit?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Pria memang lebih mudah menyimpan lemak di perut
Mengutip penelitian dari
National Institutes of Health
(NIH), secara biologis tubuh pria lebih cenderung menyimpan lemak di area perut, terutama dalam bentuk lemak visceral.
Lemak visceral adalah lemak yang tersimpan di sekitar organ-organ dalam, seperti hati, pankreas, dan usus. Berbeda dengan lemak di bawah kulit (
subcutaneous fat
), lemak visceral berada lebih dalam dan lebih aktif secara metabolik.
Karena itulah, pria lebih sering memiliki bentuk tubuh menyerupai apel, yakni tangan dan kaki relatif ramping, tapi perutnya maju.
Sebaliknya, perempuan sebelum menopause cenderung menyimpan lebih banyak lemak di bawah kulit, terutama di area pinggul dan paha.
2. Usia bertambah, testosteron perlahan menurun
Memasuki usia paruh baya, tubuh pria mengalami berbagai perubahan. Massa otot mulai berkurang, sementara kadar hormon testosteron perlahan menurun.
Kadar testosteron yang rendah ini pun berkaitan dengan peningkatan lemak visceral.
Sebaliknya, penumpukan lemak visceral juga dapat ikut menurunkan kadar testosteron. Akibatnya, lingkar perut bertambah sementara massa otot terus berkurang.
3. Terlalu banyak duduk
Gaya hidup modern juga ikut berkontribusi. Banyak pria menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk di depan komputer, berkendara, atau bekerja tanpa banyak bergerak. Aktivitas fisik pun sering kali terbatas setelah pulang bekerja.
Studi dari
BMC Public Health
menemukan bahwa pekerjaan yang bersifat sedentari atau minim aktivitas fisik berhubungan dengan meningkatnya risiko obesitas abdominal, termasuk pada pria.
4. Kelebihan kalori tetap menjadi penyebab utama
Meski faktor hormon dan distribusi lemak berperan, penyebab paling mendasar tetap sama, yakni tubuh menerima lebih banyak energi dibanding yang dibakar.
Kelebihan kalori dapat berasal dari porsi makan yang berlebihan, camilan tinggi gula dan lemak, gorengan, minuman manis, makan malam dalam porsi besar, hingga kurangnya aktivitas fisik.
5. Alkohol juga bisa ikut berperan
Alkohol mengandung kalori yang cukup tinggi dan dapat memengaruhi metabolisme lemak. Pada sebagian orang, kebiasaan mengonsumsi alkohol juga kerap disertai pola makan yang kurang sehat dan aktivitas fisik yang minim.
Perut buncit sendiri bukan hanya persoalan penampilan. Yang perlu diwaspadai adalah penumpukan lemak visceral di baliknya.
Berbeda dengan lemak di bawah kulit, lemak visceral mengelilingi organ-organ vital dan lebih aktif menghasilkan berbagai senyawa yang berkaitan dengan gangguan metabolisme.
Penelitian di Indonesia dalam jurnal
PLOS ONE
menunjukkan, obesitas abdominal, yang mencerminkan penumpukan lemak visceral, memiliki hubungan yang lebih kuat dengan risiko penyakit kardiovaskular dibanding obesitas umum yang diukur menggunakan indeks massa tubuh (BMI).
Ini berarti seseorang bisa saja tidak terlihat terlalu gemuk, tetapi tetap memiliki risiko kesehatan yang meningkat jika lingkar perutnya terus bertambah.
(anm/asr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: 7 Cara Efektif Membantu Anak Lebih Berani Bicara di Depan Orang Lain
Baca lagi: Babak Baru Tamara Ralph, Menegaskan Identitas di Panggung Couture
Baca lagi: Teater Musikal Senja Teduh Pelita Mulai Digelar 3 – 12 Juli




8 Responses
Gila, ini sih yang dari kemaren saya cari-cari. Penulisannya asik! Kalau butuh sudut pandang lain, bisa juga baca-baca di https://kldp.org/comment/253844 ya guys.
Penjelasan yang diberikan cukup mudah dipahami. Saya biasanya juga mencari informasi tambahan melalui https://blogs.dickinson.edu/molecularpathophysiology/2015/04/17/investigating-the-anti-inflammatory-effects-of-japanese-traditional-medicine-on-t-cell-mediated-enteritis/.
Kontennya padat tetapi tetap nyaman dibaca. Saya juga menemukan referensi lain melalui https://www.otago.ac.nz/neuroendocrinology/research/greg-anderson.
Sebuah eksperimen pemikiran (thought experiment) yang dieksekusi dengan standar penulisan esai ilmiah yang sangat ketat. https://crookedtimber.org/page/762/?source=user_profile—————————
Kontennya terasa bermanfaat dan memberikan sudut pandang baru. Saya juga mengunjungi https://sas.scrippscollege.edu/sas-blog/our-next-discussion-leed untuk melengkapi informasi.
Saya suka dengan cara penyampaiannya yang santai tetapi tetap informatif. Ada juga bacaan menarik di [http://ftp.icm.edu.pl/packages/linux-documentation/pub/Linux/docs/ldp-archived/linuxfocus/Francais/July2002/article245.shtml](http://ftp.icm.edu.pl/packages/linux-documentation/pub/Linux/docs/ldp-archived/linuxfocus/Francais/July2002/article245.shtml).
wijaya88 merupakan situs slot gacorakses langsung wijaya88 login
genting138 salah satu situs slot gacor gampang menang paling oke. akses link alternatif genting138 atau langsung genting138 login