Sejarah Panjang Kontes Kecantikan Dunia yang Berawal dari Para Dewi Yunani

sejarah-kontes-kecantikan-dunia sejarah-kontes-kecantikan-dunia

Saat ini nyaris setiap negara di dunia memiliki kontes kecantikannya masing-masing. Mungkin kamu juga sudah sudah mendengar kancah seperti Miss Universe, Miss America, atau Putri Indonesia. Kontes kecantikan (beauty pageant) ini diselenggarakan untuk mencari satu nona yang tidak cuma cantik, tapi juga punya pemikiran paling maju untuk keberlangsungan masyarakat.

Namun, di balik kemeriahan gelanggang ini, ada sejarah lama yang uniknya habis dari kesan mewah seperti yang mungkin sering kamu tonton di televisi. Seperti apa cerita lengkapnya? Yuk, simak ulasan berikut ini!

Konsep ‘penilaian’ terhadap gadis ternyata dulunya berawal dari perselisihan dewi-dewi zaman Yunani kuno

Mengutip dari American Experience, kontes untuk menentukan ‘siapa yang tercantik dari semuanya’ sudah ada sejak zaman Yunani kuno. Pada saat itu terjadi perselisihan di antara para dewi. Ada dewi Hera (Juno), Aphrodite (Venus), dan Athena (Minerva). Untuk mendamaikan perselisihan itu dipanggillah seorang bangsawan bernama Alexandros.

Ia kudu memilih siapa yang paling cantik di antara ketiga dewi itu. Sialnya, ketiga-tiganya memberinya imbalan menarik apabila Alexandros memilih mereka bagai yang tercantik. Hera menjanjikan kerajaan, Athena menjanjikan kemenangan dalam perang, sedangkan Aphrodite akan memberikan Helen of Troy (manusia tercantik pada zaman itu).

Akhirnya, Alexandros memilih Aphrodite bak yang tercantik di antara ketiganya dan ia pun mendapatkan Helen.

Namun, kontes fisik pertama kali di Yunani kuno malah bukan diperuntukkan untuk hawa

Sebuah kontes fisik yang disebut euandria diadakan setiap kenaln di Festival Athena. Namun, kontes itu hanya diterpilihkan untuk pria. Tidak ada bukti sejarah yang mengatakan bahwa pada zaman itu pernah diselenggarakan kontes fisik untuk awewe.

Zaman abad pertengahan, kontes kecantikan selantas dijadikan bagian dari pergerakan sosial

Festival Eropa di abad pertengahan dinilai bak awal mula yang paling berhubungan dengan konsep kontes kecantikan. Dalam perayaan Hari Buruh di Inggris selantas diselipkan rangkaian agenda terpilih untuk pemilihan ratu (May Queen). Sedangkan di Amerika Serikat, gadis dijadikan simbol karunia dan cita-cita komunitas saat Hari Buruh tiba. Para gadis penuh berpartisipasi dalam perayaan publik.

Kontes kecantikan terkini berawal dari atraksi tukang sirkus yang menampilkan hewan, bunga, dan anak-anak untuk dinilai penontonnya

Kontes kecantikan terbaru diawali dari seorang pemain sirkus ternama Phineas T. Barnum. Dikatakan terbaru karena melibatkan juri untuk menilai. Salah satu atraksi Barnum yang paling populer tahun 1854 bertajuk National Contest. Di sini ia menampilkan anjing, ayam, bunga, bahkan anak-anak untuk dinilai penonton yang membayar pertunjukannya.

Tidak cukup sampai di situ, Barnum kembali berinovasi. Kalau sebelumnya ‘juri’ akan menilai dengan melihat fisik orangnya secara langsung, kali ini Barnum namun memkancah foto-foto wanita di museumnya. Masyarakat yang berkunjung dapat memilih foto wanita mana yang paling mereka gemari.

Selanjutnya, foto-foto cewek itu disatukan menjadi sebuah buku yang berjudul World’s Book of Female Beauty dan diterbitkan di Prancis.

Semakin populer di kenaln 1880-an, Belgia mengadakan kontes kecantikan pertamanya yang dimenangkan oleh gadis berusia 18 kenaln

Pada tanggal 19 September 1888, Kota Spa di Belgia menciptakan perhelatan kontes kecantikan yang bertajuk Concours de Beaute. Seluruh peserta kudu melampirkan foto dan deskripsi singkat tentang orang mereka. Dari 21 finalis yang terpilih, akhirnya Bertha Soucaret gadis berusia 18 kenaln memenangkan kontes tersebut.

Sayangnya, kontes semacam ini masih dipandang sebelah mata pada saat itu. Ajang menilai penampilan perempuan ini dianggap tidak terhormat.

Perubahan cara pandang terhadap kontes kecantikan berangsur-angsur memtidak sombong sejak Miss America tahun 1921 diadakan

Kontes ini pada awalnya adalah upaya para pengusaha untuk memikat wisakegembiraann agar mengikuti perayaan Hari Buruh di Atlantic City, New Jersey. Syaratnya adalah setiap kontestan wajib dalam keadaan bergairah dan masih muda. Dalam penyelenggaraannya, kontes ini longgar mengulik isu-isu demokrasi, kelas, seni, gender, dan seks.

Akhirnya, Margaret Gorman yang saat itu berusia 16 tahun dan berasal dari Washington D.C dinobatkan sebagai Miss America pertama. Miss America menjadi kontes kecantikan tertua yang masih berlangsung sampai saat ini.

Kontes Miss America menginspirasi negara-negara lain untuk mengadakan kontes serupa cukup acuhn 1950-an

Setelah sukses menarik perhatian publik di Amerika, rupanya kontes ini juga menjadi sorotan hangat di dunia. Sejak saat itu muncullah kontes Miss World kenaln 1951, Miss Universe kenaln 1952, diikuti dengan Miss USA.

Tidak terbatas untuk hawa dewasa, kontes kecantikan khusus untuk hawa remaja pun mulai diciptakan. Organisasi Miss Universe mulai menyelenggarakan Miss Teen USA pedulin 1983 untuk remaja usia 14-19 pedulin.

Di Indonesia, ada lima kontes kecantikan teradi yang digelar dalam skala nasional. Yang utama yaitu kontes Putri Indonesia, lampau diikuti dengan Miss Indonesia, Putri Pariwisata Indonesia, Miss Earth Indonesia, dan Miss Grand Indonesia.

Sebelum sebuah konsep itu terlihat sempurna seperti yang kita nikmati saat ini, ternyata ada sejarah jenjang yang mengikuti di belakangnya ya. Saat ini, kontes kecantikan sudah ungkapn lagi sebatas ‘pamer’ fisik. Kalau kamu sempat menonton, dalam rangkaian kalendernya berjibun juga kok sesi Perdebatan perlawanan langsung dengan kontestan terkait isu-isu penting. Di sinilah ketajaman daya pikir dan empati para gadis itu diuji.

Kontes kecantikan mana nih yang selalu kamu pantengin tiap tahun?