
Jakarta, Golden Samoyed Indonesia
—
Merokok termasuk salah satu faktor utama
penyakit jantung
lantaran banyaknya
zat kimia
beracun dalam rokok. Pertanyaannya kemudian, mengapa
rokok
menjadi pemicu serangan jantung?
Secara umum, zat kimia yang terhirup ketika merokok bisa merusak jantung dan pembuluh darah. Pasalnya, zat-zat yang terkandung di dalamnya sangat berbahaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya bagi mereka yang kasatmata tampak sehat, para penderita penyakit darah tinggi atau obesitas yang merokok sudah semestinya memberikan perhatian serius. Hal ini tiada lain karena risiko terkena penyakit jantung bakal makin meningkat.
Mengapa rokok menjadi pemicu serangan jantung?
Pertanyaan pun menyeruak, mengapa rokok menjadi pemicu serangan jantung? Menurut laman
National Heart, Lung, and Blood Institute
Amerika Serikat, zat kimia yang terhirup saat merokok bisa merusak jantung.
Hal ini meningkatkan kemungkinan terjadinya aterosklerosis, yakni penumpukan plak di dalam arteri.
Selain itu, dalam rokok terdapat zat bernama nikotin yang bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah sekaligus meningkatkan tekanan darah. Alhasil, penyempitan ini memaksa jantung bekerja lebih keras.
Dampak lainnya yang tak kalah berbahaya, yaitu pembekuan darah lantaran merokok bisa membuat trombosit lebih lengket dan meningkatkan pembentukan gumpalan darah yang menyumbat arteri serta menyebabkan serangan jantung.
Di sisi lain, asap rokok juga sebisa mungkin harus dihindari. Seseorang yang sering terpapar asap rokok, jantung dan pembuluh darahnya bisa rusak, kendati orang tersebut tidak merokok atau biasa dikenal sebagai “perokok pasif.”
Laman CDC menyebut, paparan asap rokok bisa menyebabkan hal-hal berikut:
Meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke.
Menyebabkan puluhan ribu kematian setiap tahun pada non-perokok.
Meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 25 hingga 30 persen pada orang yang sering terpapar, baik ketika di rumah atau di tempat kerja.
Berhenti merokok dan cegah penyakit jantung
Dengan tingginya kemunculan risiko penyakit jantung, berhenti merokok merupakan langkah terbaik yang bisa dilakukan. Apabila sudah benar-benar berhenti, jangan lupa pula untuk menghindari paparan asap rokok.
Keuntungan berhenti merokok dalam konteks penyakit jantung, yakni menurunkan berbagai risiko. Seiring waktu, berhenti merokok dapat membantu menurunkan aterosklerosis atau penumpukan plak di dalam arteri dan pembekuan darah.
Adapun dampak berhenti merokok bisa dirasakan bahkan hanya dalam hitungan menit, contohnya:
Berhenti merokok selama 20 menit, detak jantung yang cepat bakal kembali melambat dan berangsur normal.
Berhenti merokok selama 12 jam, karbon monoksida dalam darah bakal menurun dan kembali normal.
Berhenti merokok selama 4 tahun, maka risiko untuk terkena stroke akan menurun.
Dari penjelasan tersebut, mulai dari kemungkinan terjadinya aterosklerosis, penyempitan pembuluh darah, hingga penyumbatan arteri, merupakan alasan mengapa rokok menjadi pemicu serangan jantung. Jadi, hindari rokok untuk kesehatan jantung Anda.
(hdr/rti)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Golden Samoyed]
Baca lagi: Keseruan Lebaran Betawi 2026, Warga Nikmati Kuliner dan Tradisi
Baca lagi: Malaysia Terancam Masa Krisis BBM Juni Ini
Baca lagi: Anggota Fraksi PAN Tom Liwafa Raih Gelar Doktor UNAIR, Lulus Cumlaude



