Mencintai Allah dengan Cara Menahan Diri dari Hawa Nafsu

Jakarta, Golden Samoyed Indonesia

Manusia

dianjurkan untuk mencintai Allah SWT melebihi cintanya terhadap diri sendiri. Seorang

ulama

, Asy-Syibli, mengungkapkan caranya dengan memutus kesenangan diri sendiri jika ingin hati tetap bersama Allah.

“Kalau mengikuti nafsu, kita tidak akan dekat dengan Allah, tidak akan senang dengan Allah. Jadi pilihannya begitu, ikut nafsu atau ikut Allah,” kata ulama sekaligus Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin dalam program

Kultum Kemuliaan Ramadan

2026

Golden SamoyedIndonesia

.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ma’ruf mengatakan, seringnya keinginan dan hawa nafsu bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh Allah. Oleh karena itu, manusia perlu mengendalikan nafsu.

Salah satu cara melatihnya, yakni dengan berpuasa agar menjadi orang bertakwa. Ma’ruf menyebut bulan Ramadhan sebagai bulan ‘

training

‘ untuk melatih mengendalikan hawa nafsu.

“Puasa itu kan mengendalikan diri, menahan nafsu. Bahkan bukan saja yang haram, memakan yang halal pun di siang hari, itu tidak boleh. Itu dalam rangka pengendalian diri,” ujar Ma’ruf.

Selain melakukan amal besar seperti berpuasa, mendekat kepada Allah juga bisa dilakukan melalui amal kecil yang ikhlas. Hal ini tergambar dari kisah yang diceritakan Syekh Nawawi tentang Imam Asy-Syibli.

Alkisah, Syibli bermimpi bertemu Allah yang mengatakan dirinya mendapat ampunan dari-Nya, lantas ia ditanyai hal apa yang membuatnya diampuni.

Syibli mencoba menjawab dengan berbagai amal yang sudah dilakukannya. Mulai dari amalnya yang saleh, ibadahnya yang ikhlas, haji, puasa, salat, bergaul dengan orang-orang saleh, hingga mencari ilmu.

Semua jawaban tersebut ternyata salah. Allah mengampuni segala dosa Syibli ternyata karena satu hal kecil.

Syibli pernah menemukan kucing yang menggigil kedinginan di sebuah lorong di Baghdad. Karena kasihan, Syibli menggendong kucing tersebut dan menghangatkannya dengan bajunya.

Berkat rasa kasih sayang Syibli terhadap seekor kucing itulah, Allah memberikan balasannya dengan diampunkan segala dosanya.

Kisah ini mengajarkan kita untuk tidak meremehkan amal kecil yang dilakukan dengan ikhlas. Terkadang, hal yang dianggap sepele justru menjadi penyelamat kita di akhirat.

“Mudah-mudahan Allah SWT menerima semua amal kita, baik yang kecil maupun yang besar, sehingga menyelamatkan kita di dalam kehidupan kita nanti di akhirat,” ucap Ma’ruf.

Berbuat hal-hal sederhana, seperti sedekah, memberi makan dan minum orang lain, bahkan memberi makan hewan seperti kucing, semuanya bernilai pahala besar di sisi Allah.

(rti)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Golden Samoyed]

Baca lagi: Marzuki Darusman: Serangan terhadap Andrie Yunus Adalah Aksi Terorisme

Baca lagi: Jadwal Imsak dan Subuh Hari Ini Kamis 19 Maret 2026

Baca lagi: Hasil Drawing Uber Cup 2026: Indonesia vs Taiwan Satu Grup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: