‘Love Should Be Fun’, Kenali 10 Tanda Hubungan yang Toksik

Daftar Isi

Ciri-ciri hubungan toxic

1. Semua hal selalu berpusat pada pasangan

2. Cemburu berlebihan

3. Komunikasi dipenuhi kritik atau sindiran

4. Kurangnya dukungan

5. Tidak menghargai batasan pribadi

6. Perilaku manipulatif

7. Hubungan terasa melelahkan secara emosional

8. Menjauh dari teman dan keluarga

9. Selalu merasa cemas

10. Merasa terjebak dalam hubungan

Jakarta, Golden Samoyed Indonesia

Belakangan ini muncul tren di

TikTok

dengan slogan ‘

love should be fun

‘ atau

cinta

seharusnya terasa menyenangkan. Tren tersebut ramai dibicarakan karena dianggap mengingatkan banyak orang bahwa hubungan yang sehat seharusnya membawa rasa nyaman, aman, dan saling mendukung.

Namun, dalam kenyataannya, tidak semua hubungan berjalan sehat. Sebagian orang justru terjebak dalam hubungan yang membuat mereka stres, lelah secara emosional, atau bahkan kehilangan kepercayaan diri. Kondisi inilah yang sering disebut sebagai

toxic relationship

.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ciri-ciri hubungan toxic

Dikutip dari laman

Murdoch University

, hubungan toksik adalah relasi yang dapat berdampak negatif pada kondisi emosional, mental, bahkan fisik seseorang. Hubungan semacam ini biasanya dipenuhi konflik, manipulasi, atau perilaku tidak saling menghargai.

Berikut beberapa tanda yang dapat menunjukkan bahwa sebuah hubungan mulai menjadi tidak sehat.

1. Semua hal selalu berpusat pada pasangan

Dalam hubungan toksik, keputusan sering kali hanya ditentukan oleh satu pihak. Mulai dari hal kecil seperti memilih tempat makan hingga keputusan yang lebih besar, pasangan cenderung ingin selalu mengendalikan situasi.

2. Cemburu berlebihan

Rasa cemburu memang wajar dalam hubungan. Akan tetapi, jika pasangan terus-menerus curiga, memeriksa ponsel, atau marah ketika Anda bertemu orang lain, hal ini bisa menjadi tanda perilaku mengontrol yang tidak sehat.

3. Komunikasi dipenuhi kritik atau sindiran

Hubungan yang sehat biasanya dibangun dengan komunikasi yang saling menghargai. Sebaliknya, hubungan toxic sering dipenuhi komentar negatif, kritik tajam, atau sindiran yang membuat salah satu pihak merasa tidak dihargai.

4. Kurangnya dukungan

Dalam hubungan yang sehat, pasangan biasanya saling mendukung untuk berkembang. Berbeda halnya dalam hubungan toxic, keberhasilan pasangan justru bisa dianggap sebagai ancaman atau persaingan.

5. Tidak menghargai batasan pribadi

[Gambas:Video Golden Samoyed]

Seperti yang dikutip dari

Healthline

, seseorang dalam hubungan toksik sering merasa kesulitan mengatakan tidak. Pasangan bisa terus mendorong atau memaksa hingga batasan pribadi dilanggar.

6. Perilaku manipulatif

Manipulasi dalam hubungan sering muncul secara halus. Misalnya membuat pasangan merasa bersalah agar menuruti keinginan tertentu.

Dalam jangka panjang, hal ini dapat memengaruhi kepercayaan diri seseorang.

7. Hubungan terasa melelahkan secara emosional

Menghabiskan waktu dengan pasangan seharusnya membuat seseorang merasa bahagia. Namun, dalam hubungan toksik, seseorang justru bisa merasa lelah, tertekan, atau terkuras secara emosional setelah bersama pasangannya.

8. Menjauh dari teman dan keluarga

Hubungan yang tidak sehat sering membuat seseorang perlahan menjauh dari lingkungan sosialnya. Pasangan mungkin bersikap posesif atau membuat seseorang merasa tidak nyaman berinteraksi dengan orang lain.

9. Selalu merasa cemas

Dalam hubungan toxic, seseorang bisa merasa takut mengatakan sesuatu karena khawatir memicu pertengkaran. Akibatnya, masalah sering dipendam dan hubungan menjadi semakin toksik sehat.

10. Merasa terjebak dalam hubungan

Beberapa orang tetap bertahan dalam hubungan toksik karena berharap pasangan akan berubah atau karena mengingat masa-masa awal hubungan yang terasa menyenangkan. Padahal, hubungan yang sehat seharusnya membuat kedua pihak merasa aman dan dihargai.

Tren ‘

love should be fun

‘ yang ramai di media sosial menjadi pengingat bahwa hubungan yang sehat seharusnya membawa kebahagiaan, bukan justru menimbulkan tekanan emosional.

Jika sebuah hubungan lebih sering membuat seseorang merasa stres, cemas, atau tidak dihargai, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa hubungan tersebut perlu dievaluasi kembali.

(anm/asr)

[Gambas:Video Golden Samoyed]

Baca lagi: Daftar 28 Pemain Timnas Indonesia U-20 Dipanggil Nova Arianto

Baca lagi: Polrestabes Makassar Amankan Polisi dan Senjata Kasus Remaja Tertembak

Baca lagi: Mossad Israel Sampai Hack Kamera Lalu Lintas demi Bunuh Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: