
Daftar Isi
Secara biologis, justru perempuan cenderung lebih lambat
Mengapa laki-laki terasa lebih lama di toilet?
Jadi, mitos atau fakta?
Jakarta, Golden Samoyed Indonesia
—
Pernah merasa ayah, suami, atau kakak laki-laki di rumah lama banget kalau ke toilet, apalagi saat
buang air besar
(BAB)? Tak jarang, kebiasaan ini sampai jadi bahan candaan sehari-hari, mulai dari dianggap hobi sampai dicurigai sekalian
me time
.
Fenomena ini memang terasa begitu umum, sampai banyak orang menganggap laki-laki memang secara alami BAB lebih lama dibanding perempuan. Tapi, benarkah demikian? Kalau ditelusuri lebih jauh, jawabannya ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara biologis, justru perempuan cenderung lebih lambat
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perbedaan waktu BAB bukan ditentukan oleh jenis kelamin secara langsung. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal
Gut
menemukan bahwa pergerakan isi usus besar (
colonic transit
) pada perempuan justru cenderung lebih lambat dibanding laki-laki. Artinya, secara fisiologis, proses pencernaan di usus besar perempuan berlangsung lebih lama.
Selain itu, penelitian lain dari
The Lancet Gastroenterology & Hepatology
juga menunjukkan bahwa konstipasi atau sembelit lebih sering dialami perempuan. Kondisi ini bahkan terjadi sekitar 2-3 kali lebih sering pada perempuan dibanding laki-laki.
Dengan kata lain, jika melihat dari sisi tubuh, justru perempuan lebih berpotensi mengalami proses BAB yang lambat.
Mengapa laki-laki terasa lebih lama di toilet?
Di sinilah letak perbedaan pentingnya, waktu di toilet tidak selalu sama dengan proses BAB itu sendiri. Dikutip dari The Conversation, waktu yang dihabiskan di toilet sering kali mencakup aktivitas lain, bukan hanya buang air besar. Faktor perilaku inilah yang diduga membuat laki-laki terlihat lebih lama di toilet.
Beberapa penelitian mendukung hal ini, jurnal bertajuk Smartphone Use on the Toilet and the Risk of Hemorrhoids menemukan bahwa penggunaan
smartphone
saat di toilet berkaitan dengan durasi duduk yang lebih lama. Sekitar 37,3 persen pengguna
smartphone
menghabiskan lebih dari 5 menit di toilet, dibandingkan hanya 7,1 persen pada yang tidak menggunakan ponsel.
Sementara itu, survei di Inggris yang dikutip
Live Science
menunjukkan, laki-laki menghabiskan waktu sekitar 14 menit per hari di toilet, lebih lama dibanding perempuan yang sekitar 8 menit. Salah satu alasannya, banyak laki-laki menggunakan waktu di toilet untuk membaca atau bermain ponsel.
[Gambas:Video Golden Samoyed]
Tidak ada bukti kuat bahwa laki-laki memang secara alami lebih lama BAB. Sebaliknya, yang lebih sering terjadi adalah laki-laki lebih lama duduk di toilet, bukan karena proses biologisnya lebih lambat, melainkan karena kebiasaan.
Kebiasaan duduk terlalu lama di toilet ternyata bukan tanpa risiko. Durasi duduk yang lama, terutama sambil bermain ponsel, berkaitan dengan peningkatan risiko hemoroid atau wasir. Karena itu, para ahli menyarankan untuk tidak berlama-lama di toilet jika tidak diperlukan.
Jadi, mitos atau fakta?
Anggapan bahwa laki-laki BAB lebih lama dari perempuan lebih tepat disebut sebagai mitos yang dipengaruhi kebiasaan, bukan fakta biologis.
Perempuan secara fisiologis justru cenderung memiliki proses pencernaan yang lebih lambat. Namun dalam praktik sehari-hari, laki-laki sering terlihat lebih lama di toilet karena faktor perilaku, mulai dari bermain ponsel hingga sekadar me time.
Durasi BAB bukan soal gender, melainkan kombinasi antara kondisi tubuh dan kebiasaan masing-masing.
(anm/asr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Hujan Lebat Bayangi Sejumlah Wilayah RI Sepekan ke Depan
Baca lagi: Rentetan Serangan Israel di Lebanon kala AS-Iran Sepakat Gencatan
Baca lagi: Viral Polisi Pergoki ASN Ganti Pelat Merah Mobil Dinas DKI Jadi Putih



