
Daftar Isi
Cara mengenali karakter seseorang
1. Perhatikan cara ia memperlakukan orang lain
2. Lihat apakah ucapan dan tindakannya selaras
3. Amati reaksinya saat menghadapi tekanan
4. Perhatikan kebiasaan kecil yang dilakukan berulang
5. Jangan buru-buru percaya kesan pertama
Jakarta, Golden Samoyed Indonesia
—
Menilai
karakter
seseorang bukan perkara mudah. Dalam hitungan detik,
otak
memang bisa membentuk kesan pertama berdasarkan wajah, cara berbicara, atau penampilan.
Namun, kesan awal belum tentu mencerminkan kepribadian seseorang yang sebenarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara mengenali karakter seseorang
Lalu, bagaimana cara mengenali karakter seseorang? Berikut beberapa hal yang bisa diperhatikan berdasarkan temuan studi psikologi.
1. Perhatikan cara ia memperlakukan orang lain
Salah satu petunjuk paling sederhana adalah melihat bagaimana seseorang memperlakukan orang-orang di sekitarnya, terutama mereka yang tidak bisa memberinya keuntungan.
Mengutip studi dari
University of California
, Berkeley, orang dengan tingkat
agreeableness
atau sifat hangat dan mudah bekerja sama cenderung memperlakukan semua orang dengan hormat, termasuk pelayan restoran, petugas kebersihan, hingga sopir.
2. Lihat apakah ucapan dan tindakannya selaras
Siapa pun bisa mengucapkan janji atau kata-kata manis. Namun, karakter lebih terlihat dari apakah seseorang benar-benar melakukan apa yang ia katakan.
Mengutip
Psychology Today
, penelitian tentang person perception menunjukkan bahwa konsistensi antara ucapan dan tindakan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai karakter.
Orang yang dapat dipercaya umumnya berusaha menepati janji, bertanggung jawab atas komitmennya, dan menunjukkan perilaku yang relatif konsisten dari waktu ke waktu.
3. Amati reaksinya saat menghadapi tekanan
[Gambas:Video Golden Samoyed]
Karakter seseorang sering kali lebih mudah terlihat ketika keadaan tidak berjalan sesuai rencana. Situasi penuh tekanan dapat memperlihatkan bagaimana seseorang mengendalikan emosi, menghadapi konflik, dan menyelesaikan masalah.
Apakah ia mudah menyalahkan orang lain? Atau justru mampu tetap tenang dan mengakui kesalahannya? Respons seperti ini sering kali memberi gambaran tentang kedewasaan emosional seseorang.
4. Perhatikan kebiasaan kecil yang dilakukan berulang
Kepribadian tidak dibentuk oleh satu tindakan, melainkan pola perilaku yang dilakukan secara konsisten. Dalam studi yang dipublikasikan dalam
Journal of Personality and Social Psychology
, karakter lebih tercermin dari kebiasaan sehari-hari dibanding satu momen tertentu.
Datang tepat waktu, mendengarkan saat orang lain berbicara, mengucapkan terima kasih, atau meminta maaf ketika melakukan kesalahan mungkin terlihat sederhana. Namun, kebiasaan kecil yang terus berulang sering kali menggambarkan karakter yang sesungguhnya.
5. Jangan buru-buru percaya kesan pertama
Kesan pertama memang terbentuk sangat cepat, tetapi bukan berarti selalu benar. Mengutip dari TIME, otak cenderung membuat penilaian instan berdasarkan penampilan, ekspresi wajah, atau cara berbicara. Penilaian seperti ini rentan dipengaruhi berbagai bias.
Karena itu, sebelum menyimpulkan karakter seseorang, ada baiknya memberi waktu untuk melihat bagaimana ia bersikap dalam berbagai situasi.
(anm/asr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Taksi Listrik Xanh SM Dorong Pariwisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Baca lagi: Jadwal Siaran Langsung Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia
Baca lagi: 15 WNA China dan Vietnam Ditangkap Usai Buka Lowongan Kerja Curi Data




One Response
Mantap ulasannya, langsung pada intinya dan nggak bertele-tele! Kebetulan kemaren saya sempet mampir ke https://dl.nanet.go.kr/detail/NONB1200918865, di sana juga ada pembahasan yang sangat relevan sama topik ini.