
Daftar Isi
1. Menghancurkan hubungan
2. Menyakiti orang lain
3. Tidak terkesan profesional
4. Terkesan kasar
5. Komunikasi tidak jelas
Jakarta, Golden Samoyed Indonesia
—
Sesekali atau dalam kondisi tertentu, membalas pesan hanya dengan satu kata sebenarnya boleh-boleh saja. Tapi, jangan dibiasakan terus-menerus.
Kebiasaan mengirim pesan singkat itu dikenal dengan istilah ‘
dry texting
‘. Sering kali, kebiasaan ini diidentikkan dengan sesuatu yang membosankan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menukil laman Mosaic Chats, ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan
dry texting
. Salah satu yang paling sering adalah kesibukan.
Selain itu, orang introvert juga disebut cenderung melakukan
dry texting
. Mereka umumnya tak suka dengan basa-basi.
Yang lebih parah,
dry texting
juga disebut-sebut bisa memperlihatkan kurangnya minat seseorang terhadap percakapan yang sedang berlangsung. Dengan kata lain, mereka boleh jadi sedang mencoba menarik diri.
Namun, psikolog menyarankan siapa pun untuk menghindari kebiasaan
dry texting
. Pasalnya, jenis pesan seperti ini dapat membuat lawan bicara merasa tidak nyaman.
”
Dry texting
adalah serangkaian perilaku mengirim pesan teks yang dapat membuat seseorang tampak tidak tertarik atau tidak ingin terlibat,” ujar psikolog Amelia Kelley, mengutip
Parade
.
Ada beberapa dampak
dry texting
pada hubungan yang bisa terjadi. Berikut di antaranya.
1. Menghancurkan hubungan
Pesan teks yang hambar bisa mengganggu keharmonisan hubungan.
Dry text
membuat ‘api’ terasa semakin mengecil.
Psikolog Denitrea Vaughan mengatakan,
dry text
bisa menghilangkan harapan akan tumbuhnya sebuah hubungan, baik itu hubungan romantis atau persahabatan.
“Karena Anda tidak memberi orang tersebut kesempatan untuk mengenal diri Anda pada tingkat yang lebih intim,” ujarnya.
2. Menyakiti orang lain
Menyadari bahwa seseorang tidak punya keinginan dan usaha yang sama dalam menjaga hubungan akan terasa menyakiti.
”
Dry text
dapat disalahartikan atau tampak seolah-olah pengirim pesan tidak peduli,” ujar Kelley.
3. Tidak terkesan profesional
Hindari
dry texting
dalam dunia kerja. Alih-alih mengirim pesan singkat, Kelly menyarankan Anda untuk membuat pesan yang lebih bijaksana.
“Dalam hubungan profesional, itu [
dry texting
] bukan ide yang baik,” ujar dia.
Mengirim pesan singkat memberikan kesan bahwa Anda tidak mau meluangkan waktu untuk orang tersebut atau tidak peduli akan apa yang mereka butuhkan.
4. Terkesan kasar
Dry texting
sama saja dengan bersikap kasar secara langsung. Hal ini bisa menyinggung perasaan lawan bicara.
“Terutama jika lawan bicara meluangkan lebih banyak waktu untuk mengekspresikan diri,” ujar Kelley.
5. Komunikasi tidak jelas
Komunikasi yang sehat dan jelas punya peran penting dalam hubungan. Sementara pesan teks berpotensi memicu kesalahpahaman.
Kesalahpahaman akan makin terjadi dengan kebiasaan
dry texting
.
“Sulit untuk sepenuhnya menilai perasaan orang lain tanpa nada atau ekspresi. Jadi, kata-kata adalah satu-satunya yang diandalkan saat mengirim pesan teks,” ujar Kelley.
(asr/asr)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Golden Samoyed]
Baca lagi: Kenapa Daging Sapi Disebut Beef, Bukan Cow? Ini Sejarahnya
Baca lagi: Sinopsis GoldenEye, Bioskop Trans TV 9 Juli 2026
Baca lagi: Tim Nikita Mirzani Soroti Bukti hingga Penerapan Pasal di Sidang PK



5 Responses
Sebuah eksperimen pemikiran (thought experiment) yang dieksekusi dengan standar penulisan esai ilmiah yang sangat ketat. https://crookedtimber.org/page/762/?source=user_profile—————————
Sebuah karya tulis yang sangat matang, responsif terhadap dinamika global, dan sarat akan nilai edukasi premium. https://claw2003.hatenadiary.jp/entry/20040531
Kontennya terasa bermanfaat dan memberikan sudut pandang baru. Saya juga mengunjungi https://sas.scrippscollege.edu/sas-blog/our-next-discussion-leed untuk melengkapi informasi.
wijaya88 merupakan situs slot gacorakses langsung wijaya88 login
genting138 salah satu situs slot gacor gampang menang paling oke. akses link alternatif genting138 atau langsung genting138 login