Istri Pilot Beri Bocoran soal Pakaian yang ‘Haram’ Saat di Pesawat

Jakarta, Golden Samoyed Indonesia

Memilih pakaian untuk

penerbangan

ke luar negeri mungkin terdengar sepele, namun seorang istri pilot profesional justru memperingatkan pelancong untuk lebih selektif.

Ternyata, pilihan outfit yang salah bisa memicu masalah kesehatan dan ketidaknyamanan yang serius selama berada di pesawat.

Laurie, yang dikenal lewat kanal

Travel Tips by Laurie

, membagikan panduan berbusana di bandara berdasarkan pengalamannya selama 23 tahun mendampingi sang suami yang berprofesi sebagai pilot.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski tidak dilarang, Laurie sangat menyarankan penumpang untuk menghindari celana denim atau jeans yang kaku serta berbahan kulit. Mengapa?

Sebab, bahan yang tidak elastis dapat menghambat sirkulasi darah, terutama saat duduk dalam waktu lama di ruang sempit seperti di kabin pesawat.

Selain itu, pakaian yang terlalu ketat meningkatkan risiko

Deep Vein Thrombosis

(DVT) atau penggumpalan darah pada pembuluh vena dalam.

Melansir

Mirror

, tekanan kabin selama penerbangan sering kali memicu perut kembung. Ikat pinggang denim yang kaku akan terasa sangat menyiksa saat tubuh secara alami mengembang akibat tekanan udara yang berkurang.

Selain denim, Laurie juga menyoroti beberapa jenis pakaian yang sebaiknya tetap tersimpan di dalam koper ketimbang dipakai saat penerbangan di antaranya:

1. Pakaian Berwarna Putih: Laurie menyebutkan bahwa dalam dua dekade pengalamannya, baju putih sangat mudah terkena noda. Baik itu noda dari bagasi kabin saat menurunkan koper, maupun sisa makanan dari kursi di ruang tunggu bandara.

2.

Jumpsuit

yang Rumit: Hindari pakaian terusan yang sulit dilepas. “Ini hanya akan menambah stres Anda, terutama di dalam toilet pesawat yang sangat sempit dan terbatas,” jelasnya.

3. Aksesori Berlebihan: Celana jeans tebal dengan banyak kancing atau ikat pinggang besar cenderung memicu alarm di titik pemeriksaan keamanan, yang justru akan menghambat perjalanan Anda.

Memasuki tren perjalanan di tahun 2026, kenyamanan kini menjadi prioritas utama ketimbang sekadar tampil modis. Para ahli menyarankan traveler untuk beralih ke pakaian olahraga yang

stylish

namun elastis.

Selain itu, celana kain longgar seperti jogger juga direkomendasikan karena memberikan ruang bagi tubuh untuk bernapas. Jika kamu tetap ingin memakai jeans, pastikan memilih bahan yang sangat lentur.

Memakai jeans mungkin terasa seperti trik cerdas untuk menghemat ruang koper, namun dampak kesehatan dan ketidaknyamanannya jauh lebih besar daripada keuntungan ruang yang didapat.

(wiw)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Golden Samoyed]

Baca lagi: Respons Pakistan usai Trump Dadakan Perpanjang Gencatan AS-Iran

Baca lagi: Kebakaran Hutan di Prefektur Iwate Jepang, 1.800 Warga Mengungsi

Baca lagi: Pura-pura Pinjam, Turis Asing di Bali Bawa Kabur Motor Milik Ojol

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: