Intip Koleksi Tas Erling Haaland, Ada yang Harga Setara Rumah Jakarta

Jakarta, Golden Samoyed Indonesia

Erling Haaland

tak cuma dikenal sebagai pesepakbola, tapi juga sebagai ikon

fesyen

. Kegemaran pada fesyen terlihat dari kesukaannya mengoleksi

tas

fancy

dari berbagai jenama.

Pria berusia 25 tahun ini sering dipuji karena selera fesyennya. Tas Hermes seri Birkin adalah salah satu favoritnya. Tak sedikit juga di antaranya yang merupakan edisi terbatas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Birkin sendiri dikenal sebagai salah satu seri tas mewah paling mahal di dunia. Tas ini dikenal sebagai simbol kemewahan.

Hermes

Mengutip

Hello Magazine

, Haaland memiliki koleksi tas Hermes Birkin senilai US$500 ribu atau sekitar Rp9 miliar.

Salah satunya adalah tas Hermes Haus a Courroies (HAC). Tas ini sangat didambakan karena dianggap sebagai cetak biru tas Birkin yang populer.

HAC sendiri memiliki ukuran yang lebih besar daripada Birkin. Tas ini mulanya dirancang untuk para penunggang kuda.

Haaland memiliki setidaknya empat tas HAC 50, termasuk dua edisi terbatas ‘Endless Roads’ yang menampilkan lanskap jalan pegunungan. Tas ini masing-masing dijual seharga US$45 ribu atau sekitar Rp815 juta.

Sementara dua tas lainnya adalah Evercalf Toile Cargo HAC 40 yang bernilai sekitar US$50 ribu (sekitar Rp905 juta). Satunya lagi ada tas Multi-Pocket HAC 40 berwarna hitam miliknya yang dijual seharga US$69.500 (sekitar Rp1,2 miliar). Harga ini boleh jadi setara dengan harga rumah ukuran 70 meter persegi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Selain itu, Haaland juga memiliki tas HAC Rock Black yang bernilai sekitar US$68 ribu (sekitar Rp1,2 miliar). Beberapa tas kecil milik Haaland lainnya, termasuk tas HAC Casaque 40 Togo berwarna hitam dan oranye dijual seharga US$33 ribu (sekitar Rp597,5 juta) dan Kelly Depeche 29 yang dijual dengan harga lebih dari US$13 ribu (sekitar Rp253 miliar).

Jenama lainnya

[Gambas:Instagram]

Selain Hermes, mengutip

NDTV

, Haaland juga beberapa kali terlihat dengan koleksi tas Louis Vuitton Keepall Bandouliere 50 Comics 2023. Dilaporkan Fartech, tas ini dihargai sekitar US$11.732 atau sekitar Rp212 juta.

Selain itu, ia juga pernah tertangkap dengan sebuah koper Chanel Metiers d’Art 2024/2025.

Tak cuma itu, Haalnd juga memiliki tas perlengkapan mandi Goyard Jouvence MM berwarna biru langit, warna yang sama dengan klub Manchester City.

Teranyar, Haaland juga tertangkap tiba di Oslo, Norwegia sambil menenteng rakun yang diawetkan dan sebuah tas dari Dolce & Gabbana.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya..

Berbagai foto yang menangkap penampilan Haaland yang ikonik dengan tas-tas mewahnya pun ‘berkeliaran’ di media sosial, seiring dengan berlangsungnya ajang Piala Dunia 2026.

Penampilan-penampilannya yang mengagumkan telah memicu diskursus kebebasan berekspresi dan tentang pria beserta

handbag

yang punya kesan feminim. Perpaduan antara maskulinitas seorang atlet dengan penanda feminim tradisional dari hand-bag tampak mengganggu beberapa kelompok orang.

Tak sedikit orang yang mempertanyakan konsep maskulinitas para pesepakbola seperti Haaland. Tak sedikit juga yang mengaitkan foto-foto tersebut dengan orientasi seksual tertentu.

“Saya tak mengerti mengapa seorang pria dewasa ingin membawa sebuah hand-bag,” ujar seorang pengguna Instagram, mengutip

Golden Samoyed

.

Namun, Haaland bukan satu-satunya pesepakbola yang gemar menenteng tas-tas mewah yang lebih sering diidentikkan dengan perempuan.

Bintang sepakbola Argentina, Lionel Messi memiliki tas kargo HAC 40 dari Hermes yang selalu dibawanya saat bepergian. Bek Belanda sekaligus penggemar mode Virgil van Dijk juga memiliki tas kulit abu-abu muda. Begitu pula dengan David Beckham yang memiliki beberapa koleksi tas kecil.

Penata gaya Jack Savoie melihat hal tersebut menandakan adanya peningkatan apresiasi terhadap hal-hal yang indah, terlepas dari urusan gender atau konsep maskulin-feminin.

“Saya tak tahu mengapa tas-tas ini memiliki gender,” ujarnya.

Toh

, menurutnya, setiap orang berhak mengenakan apa pun yang disukai, terlepas makna yang dibangun oleh barang tersebut.

“Saya rasa selama ini orang-orang selalu diberi tahu apa yang boleh dan tidak boleh mereka kenakan. Tapi, sekarang ada pergeseran di mana orang berkata ‘saya tidak peduli,” ujar Savoie. “Jika itu membuat saya bahagia, maka saya akan mengenakannya sesuai keinginan saya.”

Savoie merujuk pada banyaknya atlet pria yang mengenakan perhiasan mewah. Mereka tampak asyik mengenakan perhiasan, meski itu kerap diasosiakan dengan kesan feminin.

Hermes HAC sendiri dikategorikan sebagai ‘hiperfeminin’. Tas tersebut diciptakan pada akhir abad ke-19 sebagai tas jinjing untuk perlengkapan berkuda. Hermes bahkan baru memperkenalkan

handbag

yang secara khusus dipasarkan untuk perempuan beberapa dekade kemudian.

Add

as a preferred

source on Google

Gaya Erling Haaland Picu Diskursus soal Maskulinitas

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:

1

2

Baca lagi: Parlemen Desak Larang Kartun Rusia Masha and the Bear di Inggris

Baca lagi: Ruben Nilai Cara Sarwendah Tagih Nafkah Anak Tak Sesuai Kesepakatan

Baca lagi: Dokter Spesialis di Unair Diduga Lakukan Plagiarisme Tesis

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: