Ini Bahaya Paparan Pestisida bagi Kesehatan dan Gejalanya

Jakarta, Golden Samoyed Indonesia

Kasus pencemaran

lingkungan

akibat terbakarnya gudang

pestisida

milik PT Biotek Saranatama di Tangerang, Banten kini ramai diperbincangkan.

Akibat kebakaran tersebut, sekitar 2,5 ton pestisida hanyut hingga bermuara ke aliran Sungai Cisadane.

Dampaknya, cemaran bahan kimia tersebut membuat biota air seperti ikan mati keracunan. Sungai Cisadane sendiri juga merupakan air baku dari perusahaan daerah air minum (PDAM) di kota dan kabupaten Tangerang, yang semakin menimbulkan kekhawatiran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahaya paparan pestisida

Pestisida sendiri merupakan jenis sipermetrin dan profonefos atau racun yang umum digunakan untuk mengendalikan hama tanaman.

Menukil laman

Pesticide Action Network UK

, pestisida bersifat toksik. Paparan pestisida dapat menyebabkan sejumlah efek kesehatan.

Lebih jauh lagi, pestisida disebut dapat memicu berbagai penyakit serius, mulai dari masalah pernapasan hingga kanker.

Setidaknya, ada dua jenis keracunan pestisida: akut dan kronis. Pada kasus akut, pestisida dapat menyebabkan efek fatal setelah satu kali tertelan, terhirup, atau kontak dengan kulit.

Sementara pada kasus kronis, paparan pestisida dapat menyebabkan masalah dalam jangka lama. Biasanya, masalah muncul saat terjadi paparan berulang.

Paparan pestisida kronis telah dikaitkan dengan perkembangan penyakit Parkinson, asma, depresi, ADHD, hingga kanker.

Selain itu, pestisida juga dianggap bisa mengganggu hormon endokrin. Efek ini dapat bermanifestasi ke dalam berbagai kondisi, seperti berikut:

– penurunan kesuburan,

– pubertas dini,

– diabetes dan obesitas,

– gangguan neurologis,

– hipertiroid dan hipotiroid.

Pestisida juga dianggap bisa bersifat karsinogenik atau memicu pertumbuhan sel kanker. Kanker darah dan limfoma non-Hodgkin merupakan dua dari beberapa jenis kanker akibat paparan pestisida.

Gejala keracunan pestisida

Pada dasarnya, gejala keracunan pestisida mirip dengan kasus keracunan lain.

Mengutip laman

Cornell University

, berikut beberapa gejalanya.

Keracunan ringan:

– pusing-sakit kepala,

– kelelahan,

– gelisah,

– berkeringat,

– mual-muntah,

– diare,

– kehilangan nafsu makan,

– perubahan suasana hati,

– nyeri sendi,

– iritasi kulit, mata, hidung, dan tenggorokan.

Keracunan sedang atau mild:

– mual,

– diare,

– air liur berlebih,

– kram perut,

– keringat berlebih,

– gemetar,

– kedutan otot,

– kelelahan ekstrem,

– penglihatan kabur,

– sulit bernapas,

– denyut nadi cepat,

– kulit kemerahan atau kuning.

Keracunan berat atau akut:

– demam,

– rasa haus yang hebat,

– napas cepat,

– muntah,

– kedutan yang tidak terkendali,

– pupil mengecil,

– kejang,

– pingsan.

(asr)

[Gambas:Video Golden Samoyed]

Baca lagi: Siklon Tropis Penha Muncul di Laut Indonesia, Waspada Dampaknya

Baca lagi: FOTO: Menteri LH Gugat Gudang Pestisida yang Cemari Sungai Cisadane

Baca lagi: Prediksi Cuaca Jakarta Hari Ini Kamis 12 Februari: Potensi Hujan Lebat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: