
Daftar Isi
1. Pastikan dapat ruangan berbeda
2. Pisahkan kucing
3. Bertukar aroma
4. Bertemu melalui penghalang
5. Rencanakan waktu bermain
6. Beri hadiah dan perhatian
Jakarta, Golden Samoyed Indonesia
—
Bagi para pencinta
kucing
, memelihara satu mungkin saja tidak cukup. Kamu mungkin ingin menambah anggota keluarga bulu yang baru dengan harapan Si Meong di rumah punya
teman
bermain baru.
Namun perlu dicatat, kucing itu makhluk yang teritorial. Mereka belum tentu mau berbagi ruang dengan kucing lain. Tak jarang, orang yang memiliki lebih dari satu kucing harus menghadapi perkelahian antarkucing di rumahnya karena kurang perencanaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, supaya kucing-kucing kamu akur di rumah ada hal yang harus kamu lakukan ketika hendak menambah anggota keluarga baru. Ini dia beberapa di antaranya:
1. Pastikan dapat ruangan berbeda
Sebelum kucing baru datang ke rumah, kamu perlu menyiapkan tempat terpisah untuknya. Menurut
PetMD
, pilihlah ruangan yang jarang digunakan kucing pendahulu. Lalu letakkan perabotan yang dibutuhkan, seperti tempat tidur, mangkuk makanan dan air, hingga kotak pasir.
Idealnya, semua perabotan ini baru. Kalau pakai bekas kucing pendahulu, kucing baru akan stres langsung mencium aroma kucing lain di lingkungan baru.
2. Pisahkan kucing
Ketika kucing baru sudah dibawa ke rumah, kamu mungkin tak sabar untuk memperkenalkannya pada kucing pendahulu. Namun jangan lakukan ini karena bisa menyebabkan stres dan hubungan mereka jadi dimulai secara negatif.
Langsung bawa kucing baru ke ruangannya tanpa kontak apa pun dengan kucing pendahulu, sekalipun hanya kontak mata. Beri waktu kucing baru beradaptasi dengan lingkungannya sebelum melangkah ke proses perkenalan selanjutnya.
3. Bertukar aroma
Jika kucing baru sudah beradaptasi dengan lingkungannya, biarkan dia bertukar aroma dengan kucing pendahulu. Kamu bisa beri camilan dan pujian sebagai sistem reward.
Jangan langsung biarkan mereka kontak fisik, tetapi biarkan saling mengendus dari bawah pintu yang tertutup. Perhatikan bahasa tubuh kucing.
Jika tubuhnya rileks, telinga mengarah ke depan, dan ekor lurus ke atas atau sedikit melengkung dengan bulu rata, itu tandanya mereka menerima kehadiran satu sama lain dengan baik. Sebaliknya, jika telinga menempel di kepala, tubuhnya kaku, bulunya berdiri tegak, gigi terlihat, dan pupil melebar, itu tanda bahasa tubuh negatif.
Lakukan berulang hingga kedua kucing terbiasa. Jika mereka sudah tampak rileks, coba ambil satu barang dari ruang masing-masing lalu letakkan di ruang kucing lainnya. Misalnya, mainan, selimut, dan barang lain yang sering digunakan.
4. Bertemu melalui penghalang
Langkah selanjutnya membuat kucing akur, kamu bisa membuat mereka kontak mata, tetapi beri penghalang di antara mereka, misalnya dipisahkan kain jaring, teralis, dan sebagainya.
Tambah durasi pertemuan jika kedua kucing bisa saling menatap dengan tenang dan rileks. Jika mereka sudah tampak nyaman satu sama lain, singkirkan penghalang lalu biarkan mereka kontak fisik singkat. Namun kamu harus siaga memisahkan jika ada tanda-tanda agresi.
5. Rencanakan waktu bermain
Pelatih kucing Tori Schlosser menyarankan waktu bermain yang berbeda untuk para kucing. Soalnya, jika satu kucing bosan, ia mungkin bakal mulai mengganggu kucing lain. Kalaupun mereka bermain bersama, perhatikan perbedaan antara interaksi biasa dan perkelahian.
“Ketika kucing benar-benar berkelahi satu sama lain, itu bisa terlihat menakutkan. Ada desisan, cakar yang keluar, geraman,” kata Schlosser, dilansir
Mental Floss
.
Adapun untuk meredakan situasi, kamu bisa melemparkan selimut atau handuk ke atas kucing jika dia mulai agresif.
6. Beri hadiah dan perhatian
Kamu juga bisa memberikan perhatian dan hadiah berupa camilan ketika kucing sedang anteng. Ini bisa mendorong kucing untuk bersikap lebih tenang. Memberikan makanan juga bisa mengalihkan perilaku agresif.
Itu dia beberapa cara agar kucing pendatang baru cepat akur dengan kucing pendahulu. Jadi, jika ingin menambah kucing, jangan asal tambah ya, perhatikan aspek keakuran para kucing supaya perabotan di rumah tidak jadi korban perkelahian mereka.
(rti)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Golden Samoyed]
Baca lagi: KPop Demon Hunters Melesat di Pekan ke-57 Top 10 Netflix
Baca lagi: Sinopsis Sihir Tanah Kubur, Teror Makam Wurung
Baca lagi: KPK Cecar Pejabat Kemenhut dan ATR/BPN soal Pelepasan Hutan Kuansing


3 Responses
Ulasan komprehensif yang menjawab pertanyaan saya belakangan ini. Mantap abis admin! Sebagai pembanding data dari sumber lain, ada ringkasan materi serupa di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320429285_htm
Tulisannya rapi dan penyampaian poin utamanya langsung to the point tanpa bertele-tele. Terima kasih atas ilmunya! Untuk tambahan data pendukung yang searah, tautan di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320395453_htm ini lumayan oke buat dicek.
Penjelasan di artikel ini benar-benar ngebuka wawasan baru buat saya, bahasannya rapi dan gampang diikuti. Kebetulan saya juga nemu info tambahan yang selaras di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297446117_htm sebagai bahan bacaan extra.