IDAI: Kasus Campak Indonesia Tertinggi Kedua di Dunia

Jakarta, Golden Samoyed Indonesia

Ikatan Dokter Anak Indonesia (

IDAI

) menyebut kasus

campak

Indonesia tertinggi kedua di dunia.

Ketua IDAI Jawa Barat Anggraini Alam mengatakan kasus campak di Indonesia saat ini memang cukup parah. Dia mengungkap kini Indonesia berada di urutan kedua negara dengan kasus campak tertinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Indonesia urutan kedua KLB (kejadian luar biasa) campak di dunia memang demikian, mau apa lagi. Dan kasus campak di 2025 yang konfirmasi jadi pasti-pastinya itu 11 ribu lebih, suspeknya itu 60-an ribu lebih,” kata Anggi dalam sebuah temu media daring seperti dilaporkan

detikHealth

.

Dia menambahkan di kasus campak sekarang laboratorium terbilang kewalahan. Pada 2025 saja, hampir 50 ribu spesimen masuk.

Sementara itu, berdasar data IDAI, Yaman merupakan negara dengan jumlah kasus campak tertinggi kemudian kasus campak Indonesia tertinggi di dunia. Berikut lima negara dengan kasus campak tertinggi yang dilaporkan dalam enam bulan terakhir.

1. Yaman: 11.288 kasus

2. Indonesia: 10.744 kasus

3. India: 9.666 kasus

4. Pakistan: 7.361 kasus

5. Angola: 4.843 kasus

Seperti dilansir dari laman

Kementerian Kesehatan

, peningkatan kasus campak dilaporkan di berbagai kawasan di dunia termasuk Asia Tenggara dan Pasifik Barat.

Indonesia sempat menerima notifikasi International Health Regulation (IHR) terkait kasus campak pada warga negara Australia yang melakukan perjalanan dan tinggi sementara di Indonesia.

Selain itu, dinamika kasus campak sangat berkaitan dengan ketimpangan imunisasi di tingkat daerah.

“Secara nasional capaian imunisasi campak-rubella sudah melampaui target, namun kasus masih terjadi di provinsi, kabupaten, bahkan desa tertentu yang memiliki cakupan imunisasi rendah. Di wilayah-wilayah inilah risiko KLB campak menjadi lebih tinggi,” kata Konsultan Penyakit Infeksi dan Tropik Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUPN Mulya Rahma Karyanti.

Pun IDAI menyorot ada daerah dengan tingkat vaksinasi rendah seperti Timika dan Sumenep. Tingkat vaksinasi rendah dapat menimbulkan risiko korban jiwa.

Kasus campak Indonesia tertinggi kedua di dunia. Kementerian Kesehatan pun menyebut akan terus meningkatkan kewaspadaan nasional lewat penguatan surveilans, respons cepat KLB dan kolaborasi lintas sektor guna pencegahan penularan campak.

(els)

[Gambas:Video Golden Samoyed]

Baca lagi: Truk Tabrak 8 Motor dan 1 Mobil di Exit Tol Bawen, 8 Luka

Baca lagi: Advokat Junaedi Divonis Bebas di Kasus Suap Hakim dan Perintangan

Baca lagi: Qatar, Saudi hingga Israel Setop Produksi Gas dan Minyak Imbas Perang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: