Fakta Medis di Balik Larangan Beri Minum Korban Kecelakaan

Daftar Isi

1. Risiko tersedak dan cairan masuk ke paru-paru

2. Bisa mengganggu tindakan darurat

3. Tidak membantu jika terjadi syok atau perdarahan

Apa yang sebaiknya dilakukan?

Jakarta, Golden Samoyed Indonesia

Kecelakaan

maut memang bisa terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja. Dalam situasi darurat seperti ini, respons spontan masyarakat sering kali ingin membantu secepat mungkin, termasuk memberi minum kepada korban. Niatnya baik, agar korban tidak dehidrasi atau merasa lebih tenang.

Namun, di dunia medis, langkah ini justru tidak dianjurkan. Korban kecelakaan umumnya tidak boleh diberi minum sebelum mendapat penanganan tenaga medis karena alasan keselamatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut sejumlah risiko yang bisa dialami korban kecelakaan jika langsung diberi minum:

1. Risiko tersedak dan cairan masuk ke paru-paru

Mengutip dari

Mayo Clinic

, salah satu risiko terbesar adalah aspirasi, yaitu masuknya cairan ke saluran napas atau paru-paru.

Korban kecelakaan bisa saja mengalami penurunan kesadaran, linglung, atau muntah. Dalam kondisi ini, kemampuan menelan tidak bekerja optimal. Jika diberi minum, cairan bisa salah jalan dan masuk ke paru-paru.

Pada kondisi syok, korban tidak dianjurkan makan atau minum karena berisiko menyebabkan muntah atau tersedak. Dalam literatur medis, aspirasi bahkan dikenal sebagai komplikasi serius karena dapat menyebabkan sumbatan, cedera paru, hingga infeksi.

2. Bisa mengganggu tindakan darurat

Korban kecelakaan sering kali membutuhkan tindakan medis cepat, termasuk operasi atau anestesi.

Dalam kondisi seperti ini, pasien biasanya harus dalam keadaan nil per os (NPO), artinya tidak ada asupan melalui mulut. Tujuannya untuk mencegah aspirasi saat prosedur medis dilakukan.

Dikutip dari

National Health Service

(NHS) menyarankan korban cedera tidak diberi makan atau minum karena kemungkinan membutuhkan anestesi saat tiba di rumah sakit.

Ini berarti memberi minum bisa justru memperumit penanganan medis yang harus dilakukan segera.

3. Tidak membantu jika terjadi syok atau perdarahan

Pada kecelakaan serius, masalah utama sering kali bukan haus, melainkan perdarahan atau syok.

Syok terjadi saat organ tubuh kekurangan aliran darah dan oksigen. Dalam kondisi ini, penanganan yang dibutuhkan adalah menghentikan perdarahan dan pemberian cairan atau darah melalui infus, bukan air minum.

Jurnal medis

tentanghemorrhagic

shockmenegaskan bahwa penanganan utama adalah menghentikan sumber perdarahan dan mengganti kehilangan darah secepat mungkin.

Apa yang sebaiknya dilakukan?

Alih-alih memberi minum, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang lebih aman:

• Segera hubungi layanan darurat atau ambulans

• Hentikan perdarahan dengan tekanan langsung jika memungkinkan

• Jaga korban tetap hangat dan tidak banyak bergerak

• Pastikan jalan napas tetap terbuka

• Hindari memberi makan atau minum sampai ada penilaian medis

(anm/tis)

[Gambas:Video Golden Samoyed]

Baca lagi: Prediksi BMKG, 5 Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Hari Ini

Baca lagi: KPK Lakukan Penggeledahan di Kota Bengkulu

Baca lagi: Monogram, Kunci Diferensiasi dan Simbol Status pada Fesyen Pria

2 Responses

  1. Pembahasannya oke banget dan gampang dimengerti. Buat yang mau tau informasi lengkap dan update terbarunya, bisa langsung kunjungi https://www.designspiration.com/tacgiamaihongdang/saves/
    https://www.deviantart.com/nguyendinhhiep23
    https://www.deviantart.com/pasapix813
    https://www.dexknows.com/loveland-co/furniture-designers-custom-builders
    https://www.diamond.ac.uk/default/Home/News/LatestNews/2016/25-08-16.html
    https://www.diamond.ac.uk/Home/News/LatestNews/2016/25-08-16.html
    https://www.dibiz.com/bcrvkdzfdglydmse743170
    https://www.dibiz.com/fa88itcom
    https://www.dibiz.com/marysbsopqaomus3008
    https://www.dibiz.com/u888tools
    https://www.directimpact.comminit.com/content/malaria-sbc-toolkit-community-and-faith-leaders
    https://www.divephotoguide.com/user/az888casa
    https://www.divephotoguide.com/user/bpflighttrainingcom/
    https://www.divephotoguide.com/user/lesbetisesdefificom
    https://www.divephotoguide.com/user/luongsonadnet
    https://www.divephotoguide.com/user/nguyendinhhiep23
    https://www.divephotoguide.com/user/s8xbetcom
    https://www.divephotoguide.com/user/tacgiamaihongdang/
    https://www.diyaudio.com/community/threads/nakamichi-400-series.174738/
    https://www.dohtheme.com/community/members/bongalo.93599/about
    https://www.dokkan-battle.fr/forums/users/88clb2org/
    https://www.dokkan-battle.fr/forums/users/bong88alo88/
    https://www.dokkan-battle.fr/forums/users/bpflighttrainingcom/
    https://www.dokkan-battle.fr/forums/users/fa88itcom/
    https://www.dokkan-battle.fr/forums/users/lesbetisesdefificom/
    https://www.dokkan-battle.fr/forums/users/luongsonadnet/
    https://www.dokkan-battle.fr/forums/users/vin777groupvn/
    https://www.donorschoose.org/schools/ohio/zanesville-city-school-district/james-madison-family-center/62657
    https://www.doorkeeper.jp/users/vin777groupvn
    https://www.doorkeeper.jp/users/vin777groupvn?locale=en ya!

  2. Poin-poin yang dipaparkan sudah sangat kuat. Akan tetapi, menurut saya ada satu elemen pendukung lagi yang perlu diperhatikan, yaitu kesiapan infrastruktur dasar sebelum strategi utama diprioritaskan.jabar88

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: