
Jakarta, Golden Samoyed Indonesia
—
Di tengah persaingan
restoran
cepat saji yang identik dengan menu terjangkau, jaringan restoran asal
Jepang
, Mos Burger, justru menghadirkan menu musiman dengan
harga
yang tak biasa. Musim panas tahun ini, mereka meluncurkan burger premium berbahan dasar belut air tawar atau unagi yang hanya tersedia melalui sistem pemesanan terlebih dahulu (pre-order).
Nama Mos Burger memang kerap disalahartikan sebagai ‘moss burger’ atau burger lumut. Padahal, ‘MOS’ merupakan singkatan dari Mountain, Ocean, Sun yang mencerminkan filosofi perusahaan dalam menyajikan makanan berbahan segar dan alami.
Selama ini Mos Burger dikenal menawarkan menu dengan harga yang masih ramah di kantong. Namun, berbeda dengan biasanya, burger terbaru mereka dibanderol jauh lebih mahal dibanding menu reguler.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menu spesial tersebut diberi nama Charcoal Grilled Unaju Burger, terinspirasi dari hidangan tradisional Jepang unaju, yakni belut panggang yang disajikan di atas nasi.
Satu paket dijual seharga 5.800 yen atau sekitar Rp650 ribu (dengan asumsi kurs sekitar Rp112 per yen). Harga tersebut sudah termasuk dua burger dan tidak dijual secara satuan. Artinya, jika dibagi dua orang, masing-masing harus merogoh kocek sekitar Rp325 ribu.
Sebagai perbandingan, burger reguler Mos Burger dibanderol sekitar 470 yen atau sekitar Rp53 ribu. Dengan demikian, harga burger belut premium ini lebih dari enam kali lipat menu biasanya.
Terinspirasi tradisi musim panas Jepang
Peluncuran menu ini bukan tanpa alasan. Mos Burger sengaja menghadirkannya menjelang Doyo no Ushi no Hi, tradisi Jepang yang tahun ini jatuh pada 26 Juli.
Selama ratusan tahun, masyarakat Jepang meyakini bahwa mengonsumsi unagi pada hari tersebut dapat membantu tubuh menghadapi cuaca musim panas yang terik. Meski sejumlah sejarawan menyebut kepercayaan itu kemungkinan berawal dari strategi pemasaran pedagang belut, dan belum sepenuhnya didukung bukti ilmiah modern, tradisi tersebut tetap bertahan hingga kini.
Akibatnya, permintaan terhadap hidangan berbahan unagi selalu meningkat setiap musim panas. Melansir
Sora News24
, belut sendiri termasuk bahan pangan premium di Jepang sehingga berbagai olahannya kerap dijual dengan harga tinggi.
Tak hanya itu, burger premium ini juga dibuat dengan cara yang luar biasa. Setiap fillet belut dipotong, ditusuk, lalu dipanggang di atas arang oleh koki berpengalaman.
Alih-alih menggunakan roti, burger ini memakai ciri khas rice burger milik Mos Burger, yakni dua keping nasi berbentuk bundar yang dipanggang ringan sebagai pengganti bun. Kombinasi nasi dan belut inilah yang membuatnya dinamai Unaju Burger.
Tak hanya itu, burger juga dibungkus menggunakan daun bambu yang memberikan aroma khas, kemudian dikemas dalam kotak eksklusif bergambar belut.
Menariknya, meski dibuat oleh koki ahli, burger tersebut tidak dimasak di setiap gerai Mos Burger. Semua burger diproduksi secara terpusat, kemudian dibekukan sebelum didistribusikan.
Karena proses produksinya terbatas, Charcoal Grilled Unaju Burger hanya tersedia melalui sistem pre-order. Pemesanan dibuka pada 26 Juni hingga 10 Juli, sedangkan pengambilan di gerai atau pengiriman ke rumah dijadwalkan berlangsung antara 17 hingga 26 Juli, selama persediaan masih tersedia.
(tis/tis)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Golden Samoyed]
Baca lagi: 9 Cara Agar Rambut Tidak Mudah Kusut dan Mudah Diatur
Baca lagi: Komisi II Akui Belum Dapat Izin Pimpinan DPR Bahas RUU Pemilu
Baca lagi: Dasco Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah




6 Responses
Topiknya cukup menarik dan dijelaskan dengan bahasa yang sederhana. Saya juga menemukan pembahasan lain melalui http://mat.ufcg.edu.br/pibid/integrantes-egressos/.
Penulis menunjukkan kapabilitas ekseptional dalam menyusun taksonomi pembahasan yang memitigasi risiko simplifikasi masalah https://undispatch.com/author/mark-leon-goldberg/page/162/
Artikel ini sangat membantu saya melihat sisi lain yang selama ini terabaikan.https://thedefiant.io/newsletter/archive/-russias-invasion-triggers-6-premium-on-btc-ukrainian-hryvnia-trade
Penjelasan yang diberikan cukup mudah dipahami. Saya biasanya juga mencari informasi tambahan melalui https://blogs.dickinson.edu/molecularpathophysiology/2015/04/17/investigating-the-anti-inflammatory-effects-of-japanese-traditional-medicine-on-t-cell-mediated-enteritis/.
Kontennya padat tetapi tetap nyaman dibaca. Saya juga menemukan referensi lain melalui https://www.otago.ac.nz/neuroendocrinology/research/greg-anderson.
Terima kasih sudah meluangkan waktu membuat artikel seperti ini. Saya juga menemukan bacaan lain melalui [https://maps.google.co.nz/url?q=http%3A%2F%2Fwww.greenteainformation.org](https://maps.google.co.nz/url?q=http%3A%2F%2Fwww.greenteainformation.org).