
Jakarta, Golden Samoyed Indonesia
—
Kelenjar tiroid memiliki peran penting dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, mulai dari metabolisme hingga detak jantung.
Namun, ketika
kelenjar tiroid
ini mengalami pembesaran, kondisi tersebut dikenal sebagai penyakit gondok. Berikut ciri penyakit
gondok
, penyebab, dan faktor risikonya agar dapat dikenali sejak dini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembesaran pada kelenjar tiroid dapat terjadi secara perlahan sehingga sering kali tidak disadari pada tahap awal.
Dikutip dari Mayo Clinic pada sebagian orang, gondok hanya menimbulkan perubahan bentuk leher, tetapi pada kasus tertentu dapat mengganggu pernapasan dan proses menelan.
Gondok dapat terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita, meskipun lebih sering ditemukan pada wanita. Kondisi ini tidak selalu berhubungan dengan gangguan kadar hormon tiroid, tetapi tetap memerlukan perhatian medis jika menimbulkan keluhan.
Berikut ciri penyakit gondok, penyebab, dan faktor risikonya yang perlu diketahui.
Ciri penyakit gondok
Berikut beberapa ciri penyakit gondok yang perlu diketahui.
1. Muncul benjolan di bagian depan leher
Gejala paling khas dari gondok adalah adanya benjolan atau pembengkakan di bagian depan leher, tepat di bawah jakun. Ukurannya dapat bervariasi, mulai dari kecil hingga cukup besar dan mudah terlihat.
2. Tenggorokan terasa tertekan atau penuh
Pembesaran kelenjar tiroid dapat menimbulkan sensasi tertekan atau rasa tidak nyaman di area tenggorokan.
3. Suara menjadi serak
Gondok yang membesar dapat menekan saraf atau jaringan di sekitar pita suara sehingga menyebabkan suara terdengar serak.
4. Pembuluh darah leher tampak membengkak
Pada beberapa kasus, pembesaran tiroid dapat menyebabkan pembuluh darah di area leher terlihat lebih menonjol.
5. Pusing saat mengangkat tangan
Sebagian penderita dapat mengalami pusing ketika kedua tangan diangkat ke atas kepala akibat perubahan aliran darah di area leher.
6. Sulit bernapas
Jika ukuran gondok cukup besar, saluran pernapasan dapat tertekan sehingga menimbulkan sesak napas.
7. Batuk atau mengi
Tekanan pada saluran napas juga dapat menyebabkan batuk berkepanjangan atau suara mengi saat bernapas.
8. Sulit menelan
Pembesaran kelenjar tiroid dapat menekan kerongkongan sehingga proses menelan terasa tidak nyaman.
9. Gejala hipertiroidisme
Apabila gondok disertai produksi hormon tiroid yang berlebihan, penderita dapat mengalami jantung berdebar, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, mudah berkeringat, tangan gemetar, dan mudah gelisah.
10. Gejala hipotiroidisme
Sebaliknya, jika produksi hormon tiroid menurun, gejala yang dapat muncul meliputi mudah lelah, sembelit, kulit kering, kenaikan berat badan, dan gangguan siklus menstruasi.
Simak penyebab dan faktor risiko penyakit gondok di halaman selanjutnya…
Penyebab penyakit gondok
Berikut beberapa penyebab penyakit gondok yang perlu diketahui, dilansir dari Cleveland Clinic.
1. Kekurangan yodium
Yodium merupakan mineral penting yang dibutuhkan untuk memproduksi hormon tiroid. Ketika asupannya kurang, kelenjar tiroid akan membesar sebagai upaya untuk meningkatkan produksi hormon.
2. Penyakit graves
Penyakit autoimun ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid sehingga tiroid membesar dan menghasilkan hormon secara berlebihan.
3. Penyakit hashimoto
Hashimoto merupakan gangguan autoimun yang memicu peradangan pada kelenjar tiroid dan dapat menyebabkan pembesaran kelenjar.
4. Kanker tiroid
Pertumbuhan sel kanker pada kelenjar tiroid dapat memicu munculnya benjolan dan pembesaran tiroid.
5. Kehamilan
Perubahan hormon selama kehamilan, terutama peningkatan hormon hCG, dapat menyebabkan ukuran kelenjar tiroid bertambah.
6. Tiroiditis
Peradangan pada kelenjar tiroid akibat infeksi atau gangguan autoimun dapat menyebabkan gondok.
7. Penggunaan obat tertentu
Beberapa obat, seperti lithium yang digunakan untuk kondisi kesehatan tertentu, diketahui dapat meningkatkan risiko pembesaran kelenjar tiroid.
[Gambas:Infografis Golden Samoyed]
Faktor risiko penyakit gondok
Berikut sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gondok.
1. Berjenis kelamin perempuan
Wanita lebih sering mengalami gondok dibandingkan pria karena pengaruh hormon dan tingginya angka gangguan autoimun.
2. Sedang hamil atau mengalami menopause
Perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan dan menopause dapat memengaruhi fungsi kelenjar tiroid.
3. Berusia di atas 40 tahun
Risiko gondok cenderung meningkat seiring bertambahnya usia dan lebih sering ditemukan setelah usia 40 tahun.
4. Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tiroid
Faktor genetik dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami gondok atau gangguan tiroid lainnya.
5. Mengalami obesitas
Kelebihan berat badan diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko pembesaran kelenjar tiroid.
6. Memiliki resistensi insulin atau sindrom metabolik
Gangguan metabolisme tertentu juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya gondok.
7. Pernah terpapar radiasi
Paparan radiasi pada area kepala, leher, atau dada, terutama untuk tujuan pengobatan, dapat meningkatkan risiko gangguan tiroid termasuk gondok.
Memahami ciri penyakit gondok, penyebab, dan faktor risiko sangat penting untuk mendeteksi kondisi ini sejak dini.
Add
as a preferred
source on Google
Ciri Penyakit Gondok, Penyebab, dan Faktor Risiko
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: Puluhan Ribu Orang Sempat Terjebak di Imigrasi Malaysia, Ada Apa?
Baca lagi: Bos Hanania Travel Jadi Tersangka Penipuan Umrah, Langsung Ditahan
Baca lagi: FOTO: Flash Mob Para Penari di Pasar Baru




2 Responses
daftar situs judi slot online terpercaya menawarkan berbagai pilihan permainan yang dapat memberikan hiburan seru sekaligus kesempatan mendapatkan hadiah menarik SITUS PROFIT88
situs slot maxwin NORTE88 LOGIN LINK hadir dengan berbagai pilihan permainan populer yang siap memberikan hiburan tanpa batas. Dengan sistem aman, transaksi cepat, dan event menarik setiap hari, pengalaman bermain jadi semakin menyenangkan dan penuh peluang kemenangan.