Bukan Sekadar IQ Tinggi, Ini Ciri-ciri Prodigy atau Anak Ajaib

Jakarta, Golden Samoyed Indonesia

Pada usia

anak

, sebagian kemampuan luar biasa kadang muncul jauh lebih cepat dari perkembangan pada umumnya.

Ada anak yang sudah mampu memainkan musik dengan sangat matang, menguasai matematika rumit, atau menunjukkan bakat seni setara orang dewasa profesional. Dalam psikologi, anak dengan kemampuan seperti ini kerap disebut prodigy atau anak ajaib.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan sekadar anak dengan IQ tinggi, sejumlah studi menyebut prodigy adalah anak yang mampu menunjukkan kemampuan setara orang dewasa profesional pada usia sangat muda, biasanya sebelum 10 tahun.

Istilah ini banyak dibahas dalam sebuah penelitian psikologi perkembangan dan

giftedness

, salah satunya dalam jurnal

Journal of Expertise

tahun 2018oleh psikolog David H. Feldman.

Child prodigy

didefinisikan sebagai anak di bawah usia 10 tahun yang sudah mampu menghasilkan performa tingkat dewasa dalam bidang tertentu, seperti musik, matematika, catur, seni, bahasa, atau sains.

Penelitian Feldman menjelaskan, banyak

prodigy

memang memiliki kecerdasan tinggi, tetapi yang paling menonjol bukan hanya IQ.Yang membuat mereka berbeda adalah kecepatan belajar, kemampuan memahami pola, serta kemampuan menghasilkan performa tingkat dewasa sejak usia dini.

Contohnya, anak yang sudah membaca sendiri di usia sangat kecil, mampu mengingat angka kompleks, menggambar realistis sejak dini, atau memainkan musik dengan akurat saat masih balita.

Punya dorongan obsesif untuk belajar

Salah satu istilah paling terkenal dalam penelitian

prodigy

adalah ‘

rage to master

‘ atau ambisi yang kuat untuk mahir. Istilah ini menggambarkan dorongan yang sangat kuat untuk terus mempelajari bidang yang mereka sukai.

Anak

prodigy

biasanya bisa menghabiskan waktu berjam-jam melakukan satu aktivitas tertentu tanpa dipaksa, seperti terus menggambar, bermain piano, membaca, atau memecahkan soal matematika.

Motivasi mereka cenderung muncul dari dalam diri sendiri (

intrinsic motivation

), bukan karena tekanan orang tua atau sekolah. Karena itu, banyak

prodigy

terlihat sangat fokus dan sulit berhenti ketika sedang mendalami minatnya.

Mengutip penelitian yang dipublikasikan dalam

Sage Journals

, prodigy sering memiliki cara belajar yang berbeda dibanding anak lain.Mereka cenderung belajar secara mandiri, menemukan pola sendiri, dan membutuhkan lebih sedikit bantuan orang dewasa.

Dalam jurnal tersebut, peneliti menggambarkan prodigy sebagai anak yang sering ‘

march to their own drummer

‘ atau berjalan dengan ritme mereka sendiri. Tak jarang pula mereka juga lebih nyaman berbicara dengan orang yang lebih tua karena minat dan cara berpikirnya berbeda dari teman sebaya.

Ciri umum anak prodigy

Berikut beberapa ciri prodigy yang paling sering muncul, dikutip dari berbagai sumber antara lain:

– kemampuan luar biasa yang muncul sangat dini,

– performa setara orang dewasa dalam bidang tertentu,

– belajar sangat cepat,

– fokus dan intensitas ekstrem pada satu bidang,

– motivasi intrinsik tinggi (rage to master),

– mampu belajar mandiri,

– cepat memahami pola dan konsep kompleks,

– serta rasa ingin tahu yang sangat besar.

Meski sering disebut anak ajaib, para peneliti menekankan bahwa perkembangan

prodigy

tetap dipengaruhi banyak faktor, mulai dari lingkungan, kesempatan belajar, dukungan keluarga, hingga latihan yang konsisten sejak dini.

(anm/asr)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: BMKG Bongkar Daftar Daerah Potensi Hujan Sangat Lebat Hari Ini

Baca lagi: Rusia Serang Ukraina Pakai Rudal Hipersonik Oreshnik

Baca lagi: BMKG Bocorkan Kapan Puncak Musim Kemarau Tiba di Indonesia

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: