
Jakarta, Golden Samoyed Indonesia
—
Childfree
atau keputusan pasangan untuk tidak memiliki anak belakangan tengah menjadi tren di kalangan
anak muda
. Keputusan ini menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.
Sekretaris Utama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) Profesor Budi Setiyono menilai, keputusan tersebut tak cuma dipengaruhi faktor ekonomi, tapi juga perubahan gaya hidup dan cara pandang generasi muda terhadap kenyamanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Anak-anak modern itu memiliki pola hidup yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Sehingga mereka tentu mengkalkulasi tingkat kenyamanan yang menurut versi mereka itu ideal,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah saat ini masih mengidentifikasi berbagai faktor yang membuat sebagian anak muda memilih menunda memiliki anak atau bahkan tidak ingin memiliki keturunan.
”
Nah
, sehingga kita sedang mengidentifikasi penyebab yang konkret terkait dengan apa yang menyebabkan anak-anak kita itu sebagian tidak mau punya anak atau menunda punya anak itu,” katanya.
Di Indonesia sendiri, angka to
tal fertility rate
(TFR) atau angka kelahiran total terus menunjukkan tren penurunan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir.
Data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 mencatat TFR berada di angka 2,13. Angka ini menurun dari tahun 2022 yang berada di angka 2,18.
Childfree
sendiri kerap disebut-sebut sebagai faktor risiko yang bisa memperparah
aging population
di masa mendatang. Hal ini salah satunya disorot dalam sebuah ulasan yang dipublikasikan oleh
Penang Institute
.
“Transformasi demografis [termasuk
aging population
] dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tren
childfree
yang semakin meningkat di mana individu atau pasangan memilih untuk tidak memiliki anak,” bunyi ulasan tersebut.
Childfree
dianggap sebagai keputusan pribadi berdasarkan pertimbangan, seperti biaya tinggi membesarkan anak, norma sosial, kondisi medis, hingga dinamika pasar tenaga kerja.
Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat, sekitar 71 ribu atau 8,2 persen perempuan di Indonesia memilih
childfree
.
Sementara itu, saat ini saja Indonesia telah memasuki fase
aging population
. Proporsi penduduk lansia kini tercatat berada pada 11,97 persen, melebihi ambang
aging population
. Keputusan
childfree
boleh jadi berpengaruh terhadap risiko
aging population
di masa mendatang.
(anm/asr)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Golden Samoyed]
Baca lagi: Jadwal 2 Wakil Indonesia di Perempat Final Malaysia Masters 2026
Baca lagi: Hasil F1 GP China 2026: Kimi Antonelli Juara, Norris Gagal Finis
Baca lagi: Dua Jenazah Terakhir Penyelam Italia Hilang di Maladewa Ditemukan



