Bikin Terbangun Histeris saat Tidur Malam, Apa Itu ‘Night Terror’?

Daftar Isi

Apa itu night terror?

Lebih berisiko pada anak

Gejala dan penyebab night terror

Jakarta, Golden Samoyed Indonesia

Sebuah video yang memperlihatkan seorang

anak

terbangun dari

tidur

sambil menangis histeris viral di media sosial. Banyak warganet mengaitkannya dengan

night terror

. Lantas, apa itu

night terror

?

Video itu viral di platform TikTok. Dalam unggahan akun @keluargaberbinar, terlihat seorang anak berusia 4 tahun bernama Binar tiba-tiba terbangun dalam kondisi panik sesaat setelah tertidur lelap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilik akun sekaligus ibu Binar, Triya Nurul Iskandar mengatakan, pola serupa telah terjadi sejak anaknya masih kecil dan muncul berulang.

“Mimpinya selalu kayak gini dari kecil. Kalau udah terlelap, tiba-tiba kebangun hampir selalu kayak gini,” ujar Triya, Rabu (18/2), mengutip

detikhealth

.

Apa itu night terror?

Kejadian yang dialami Binar pun dikaitkan dengan

night terror

. Memangnya, apa itu

night terror

?

Night terror

pada dasarnya merupakan gangguan tidur yang membuat seseorang terbangun dalam kondisi histeris dan ketakutan hebat, namun tidak sepenuhnya sadar. Kondisi ini biasa terjadi pada fase tidur dalam alias

deep sleep

.

Mengutip laman

Cleveland Clinic

, night terror terjadi saat sebagian otak tertidur dan sebagian lainnya terjadi. Kondisi ini biasanya berlangsung selama 1-30 menit.

Setelahnya, seseorang akan kembali tertidur seperti biasa. Seseorang juga umumnya tak akan mengingat kondisi night terror yang dialami semalam.

Night terror diklasifikasikan sebagai salah satu jenis parasomnia, gangguan tidur yang memengaruhi gerakan dan perilaku saat tidur.

Lebih berisiko pada anak

Anak memang lebih berisiko mengalami

night terror

, utamanya usia 3-7 tahun. Dalam banyak kasus, anak akan ‘sembuh’ dari

night terror

saat memasuki usia remaja atau dewasa.

Sebuah penelitian memperkirakan

night terror

dialami oleh 1-6,5 persen anak berusia 1-12 tahun.

Saat mengalami

night terror

, anak tidak mudah ditenangkan. Boleh jadi ia akan semakin histeris saat Anda atau orang tua mencoba menenangkannya. Mereka juga bisa memperlihatkan perilaku setengah sadar seperti menendang, bergumam, atau berbicara tidak jelas.

Anak-anak yang mengalami

night terror

juga berisiko mengalami

sleepwalking

alias tidur sambil berjalan di kemudian hari serta mengompol.

Sementara pada orang dewasa,

night terror

lebih jarang terjadi.

Night terror

pada orang dewasa umumnya disebabkan oleh kondisi mental, seperti stres berlebih, gangguan stres pasca-trauma (PTSD), dan gangguan cemas.

Gejala dan penyebab night terror

Tak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan

night terror

. Penelitian menunjukkan,

night terror

terjadi saat kesadaran terjebak di antara tahap tidur nyenyak dan terjaga.

Kendati demikian, beberapa hal disebut dapat memicu

night terror

. Berikut di antaranya:

– sedang sakit demam,

– kurang tidur,

– sleep apnea,

– stres atau cemas,

– konsumsi alkohol.

Adapun night terror umumnya ditandai dengan beberapa gejala berikut:

– berkeringat,

– berteriak atau menangis,

– napas cepat,

– detak jantung cepat,

– pupil mata melebar,

– tidur sambil berjalan,

– ketakutan dan panik,

– kebingungan,

– tak mampu ditenangkan,

– sulit bangun tidur,

– tidak ingat mimpi semalam.

(asr)

Baca lagi: Said Abdullah Soroti Independensi MSCI di Balik Anjloknya IHSG

Baca lagi: Review Film: Train Dreams

Baca lagi: Anggota Brimob Aniaya Siswa hingga Tewas, Polri Akan Tindak Tegas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: