Bikin Mental Ciut, Seperti Apa Sebenarnya Lingkungan Kerja yang Toxic?

Daftar Isi

Apa itu lingkungan kerja toxic?

Lingkungan kerja yang toxic seperti apa?

1. Pengawasan yang kasar

2. Perundungan

3. Keuntungan yang tidak adil

4. Pelecehan

5. Sikap tidak ramah

6. Penyimpangan interpersonal

7. Keadilan interpersonal

8. Pengucilan

9. Perilaku merendahkan

10. Agresi

11. Kekerasan

Jakarta, Golden Samoyed Indonesia

Jika kamu merasa malas atau enggan pergi

bekerja

, maka bisa jadi kamu berada di lingkungan kerja yang toksik. Memangnya, lingkungan kerja yang

toxic

itu seperti apa?

Kondisi kerja yang tidak sehat dapat berdampak pada kesejahteraan fisik, mental, dan emosional. Jika kamu punya atasan dengan ekspektasi yang tidak realistis atau rekan kerja yang menyebalkan, maka pekerjaan bisa jadi berbahaya buat kamu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa itu lingkungan kerja toxic?

Melansir laman

Cleveland Clinic

, lingkungan kerja toksik mempertahankan budaya negatif, keraguan, dan agresi yang terasa mengganggu. Kondisi ini bisa memicu stres tinggi, hubungan yang tegang, dan produktivitas yang buruk.

“Lingkungan kerja yang toksik adalah lingkungan di mana terdapat komunikasi yang tidak konsisten, bias, dan membingungkan. Pemimpin tidak menghormati atau menghargai kebutuhan pekerja,” ujar psikolog Amy Sulivan.

Lewat lingkungan kerja yang toksik, kesehatan seseorang bisa terpengaruh negatif dengan cara-cara berikut:

– mengalami reaksi fisik berupa mual saat bekerja,

– sulit tidur karena terlalu memikirkan pekerjaan,

– kecemasan meningkat beberapa jam sebelum bekerja,

– mengalami ketegangan otot atau persendian yang dipicu stres,

– tidak memiliki motivasi untuk meningkatkan kinerja.

Lingkungan kerja yang toxic seperti apa?

Peneliti telah mengklasifikasikan beberapa contoh lingkungan kerja yang toksik dalam sebuah studi pada tahun 2024.

Jika ingin tahu lingkungan kerja yang toksik seperti apa, maka perhatikan beberapa tanda berikut.

1. Pengawasan yang kasar

Pemimpin mempermalukan karyawan dan menentukan ekspektasi yang tidak realistis atau bahkan tidak etis, seperti lembur tanpa bayaran. Hal ini bisa mengakibatkan keseimbangan hidup yang buruk bagi pekerja.

2. Perundungan

Rekan kerja atau atasan menggunakan intimidasi atau agresi untuk mengisolasi, melemahkan, atau menyinggung karyawan.

3. Keuntungan yang tidak adil

Beberapa karyawan diistimewakan dibanding yang lain. Ada juga penolakan bagi karyawan yang ingin mengembangkan diri.

4. Pelecehan

[Gambas:Video Golden Samoyed]

Pelecehan seksual, rasial, agama, dan disabilitas dapat mengganggu kenyamanan bekerja. Secara langsung, pelecehan juga bisa berbahaya untuk kesejahteraan pekerja.

5. Sikap tidak ramah

Ucapan yang tidak sensitif seperti komentar dan lelucon yang menyinggung sering terjadi di lingkungan kerja toksik. Bersamaan juga dengan perilaku tidak baik lainnya seperti berbohong.

6. Penyimpangan interpersonal

Bergosip, mencuri ide, mendiskreditkan, dan ancaman terang-terangan maupun terselubung dapat meningkatkan permusuhan di antara rekan kerja.

7. Keadilan interpersonal

Ketika orang tidak diperlakukan dengan bermartabat dan hormat, mereka akan kesulitan menemukan dukungan dan bantuan.

8. Pengucilan

Seseorang bisa jadi merasa tidak nyaman menyuarakan kekhawatiran atau membela diri saat merasa diabaikan, baik oleh rekan kerja ataupun atasan.

9. Perilaku merendahkan

Meremehkan seseorang dalam rapat, menyebar rumor, dan membuat seseorang merasa tidak mampu dapat merusak harga diri.

10. Agresi

Agresi di tempat kerja secara luas didefinisikan sebagai perilaku yang bertujuan untuk menyebabkan kerugian. Agresi dapat berupa verbal, fisik, atau bahkan mengganggu kinerja seseorang.

11. Kekerasan

Serangan fisik dan agresi verbal yang kasar dapat meningkatkan kecemasan, ketidakpuasan, dan depresi.

Selain 11 tanda di atas, kondisi seperti tingkat pergantian karyawan yang tinggi, semangat kerja yang rendah, kurangnya transparansi dan akuntabilitas, serta rendahnya kepercayaan terhadap pimpinan juga jadi gejala yang patut diwaspadai.

Demikian penjelasan mengenai lingkungan kerja toxic seperti apa. Tetapkan batasan di tempat kerja, luangkan waktu untuk beristirahat, atau datangi profesional jika lingkungan kerja sudah dirasa sangat mengganggu.

(asr)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Sinopsis Blossoms of Power, Misi Merebut Kembali Takdir Hidup

Baca lagi: Momen Prabowo Terima 3 Eks PM Thailand: Thaksin, Anaknya, dan Adiknya

Baca lagi: Cha Woo-min Dilarikan ke IGD Akibat Cedera Syuting Study Group 2

6 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: