Asal-usul Istilah ‘Haram Jadah’, Ternyata Bahasa Asli Persia

Jakarta, Golden Samoyed Indonesia

‘Haram jadah’ atau ‘haram zadah’ boleh jadi salah satu istilah populer di Indonesia. Tapi, tahukah kamu kalau ternyata istilah ini berasal dari

Persia

?

Haram jadah sendiri biasanya digunakan sebagai umpatan kasar untuk mengekspresikan kekesalan atau penghinaan terhadap seseorang. Di beberapa budaya, istilah ini juga kerap dilontarkan pada anak yang lahir di luar pernikahan sah sebagai ‘anak jadah’.

Dengan kata lain, kata ‘haram jadah’ di Indonesia berkonotasi negatif. Lantas, bagaimana dengan makna sebenarnya di bahasa Persia?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Persia mengenal kata ‘

haramzadeh

‘ yang terdiri dari ‘

haram

‘ dan ‘

zadeh

‘. Mengutip

Wikitionary

, ‘

haram

‘ sendiri berarti ‘terlarang’ atau sesuatu yang melanggar hukum. Sementara ‘

zadeh

‘ berarti ‘lahir dari’ atau ‘keturunan’.

Dari rumusan di atas, dapat disimpulkan bahwa ‘

haramzadeh

‘ dalam bahasa Persia juga bisa merujuk pada ‘anak haram’ atau ‘keturunan tidak sah’.

Namun, penggunaan ‘

haramzadeh

‘ di masa kini di bahasa sehari-hari Persia sedikit berbeda. Sebuah utas di

Reddit

menunjukkan, alih-alih merujuk pada anak yang lahir di luar nikah, ‘

haramzadeh

‘ kini lebih banyak digunakan sebagai hinaan kasar.

Sebagai hinaan, ‘

haramzadeh

‘ jadi cara kasar untuk menyebut ‘keparat’. Dalam bahasa Persia sehari-hari, istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak jujur dan licik.

Penyebaran istilah ‘haramzadah’

Mengutip

CNBC Indonesia

, istilah ini diperkirakan bisa masuk ke Indonesia melalui pengaruh besar Persia dalam perdagangan dan penyebaran Islam. Kala itu, banyak pedagang dan ulama Persia yang membawa banyak kosakata.

Kosakata-kosakata itu kemudian diserap ke dalam bahasa Melayu, yang menjadi cikal bakal bahasa Indonesia modern.

Tak cuma di Indonesia, istilah ‘haramzadah’ juga menyebar di negara-negara lain sama-sama melalui pengaruh Persia.

Di Turki, misalnya, kata ini menjadi ‘

haramzade

‘. Sementara di India, kata ini menjadi ‘

haramzada

‘. Kesemuanya memiliki makna negatif yang serupa.

(asr)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Golden Samoyed]

Baca lagi: Komisi II DPRD Panggil Disdik Usai Guru PPPK 4 Bulan Tak Digaji

Baca lagi: Vale Raih Pendanaan Rp12,9 T Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan

Baca lagi: Boiyen Umumkan Sudah Resmi Cerai dari Rully Anggi Akbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: