
Daftar Isi
1. Mengeong, tanda ingin berkomunikasi
2. Mendengkur bukan selalu berarti bahagia
3. Mendesis saat merasa terancam
4. Menggeram sebagai peringatan terakhir
5. Meraung bisa menandakan birahi atau gangguan kesehatan
6. Mengeong pendek berulang saat melihat mangsa
Jakarta, Golden Samoyed Indonesia
—
Kucing
dikenal sebagai
hewan
yang ekspresif. Meski tidak bisa berbicara seperti
manusia
, mereka memiliki beragam cara untuk menyampaikan keinginan, emosi, hingga kondisi kesehatannya melalui suara.
Tak hanya mengeong, kucing juga dapat mendengkur, mendesis, menggeram, hingga meraung. Para ahli bahkan menyebut kucing mampu menghasilkan puluhan variasi vokalisasi dengan nada dan intensitas yang berbeda. Masing-masing suara tersebut memiliki arti yang berbeda, tergantung situasi dan bahasa tubuh yang menyertainya.
Bagi pemilik kucing, memahami arti suara ini penting agar lebih mudah mengenali kapan hewan peliharaan sedang merasa senang, lapar, stres, atau bahkan membutuhkan pertolongan medis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut panduan mengenali arti berbagai suara kucing melansir berbagai sumber:
1. Mengeong, tanda ingin berkomunikasi
Mengeong atau ‘meong’ merupakan suara yang paling sering terdengar dari kucing peliharaan. Menariknya, kucing dewasa lebih sering mengeong untuk berkomunikasi dengan manusia dibandingkan sesama kucing.
Biasanya, suara ini menjadi cara kucing untuk menyampaikan berbagai kebutuhan, seperti:
• Meminta makan atau minum.
• Menginginkan perhatian atau belaian.
• Meminta dibukakan pintu.
• Menyapa pemilik yang baru pulang.
Namun, frekuensi dan nada mengeong juga perlu diperhatikan. Meong yang singkat dan cepat biasanya berarti sapaan atau ajakan untuk memperhatikan mereka. Sebaliknya, meong yang panjang dan bernada sedih dapat menandakan ketidaknyamanan, rasa cemas, atau protes terhadap sesuatu.
Jika kucing terus-menerus mengeong tanpa henti, terutama jika perilaku tersebut muncul secara tiba-tiba, bisa jadi ia sedang mengalami rasa sakit, cedera, atau masalah kesehatan lain sehingga perlu diperiksakan ke dokter hewan.
2. Mendengkur bukan selalu berarti bahagia
Suara dengkuran atau purring identik dengan kucing yang merasa nyaman. Kucing biasanya mendengkur saat sedang dipangku, dielus, atau beristirahat di tempat favoritnya.
Meski demikian, dengkuran tidak selalu menjadi tanda kebahagiaan. Dalam beberapa kondisi, kucing juga mendengkur saat merasa stres, takut, atau sedang menahan rasa sakit. Karena itu, pemilik perlu memperhatikan bahasa tubuhnya.
Apabila tubuh kucing terlihat rileks, mata setengah terpejam, dan ekor tenang, kemungkinan besar ia sedang merasa nyaman. Sebaliknya, jika tubuhnya tegang, telinga menekuk ke belakang, atau napas tampak cepat, dengkuran tersebut bisa menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
3. Mendesis saat merasa terancam
Desisan merupakan bentuk peringatan yang jelas bahwa kucing merasa tidak aman atau terancam. Saat mendesis, kucing biasanya menunjukkan bahasa tubuh yang khas, seperti:
• Punggung melengkung.
• Bulu berdiri.
• Ekor mengembang.
• Telinga menekuk ke belakang.
• Gigi dan taring terlihat.
Jika menemukan kucing dalam kondisi ini, sebaiknya jangan memaksanya untuk disentuh. Beri ruang agar ia merasa aman, sekaligus cari tahu apa yang membuatnya merasa terancam.
4. Menggeram sebagai peringatan terakhir
Geraman adalah suara rendah dan berat yang menandakan kucing sedang sangat terganggu atau bersiap mempertahankan diri. Suara ini sering muncul ketika kucing merasa terpojok, terganggu oleh hewan lain, atau tidak nyaman dengan situasi di sekitarnya.
Biasanya, geraman disertai dengan tubuh yang kaku, mata membelalak, dan ekor yang mengembang. Apabila kucing sudah menggeram, hindari mendekat karena risiko dicakar atau digigit menjadi lebih tinggi.
5. Meraung bisa menandakan birahi atau gangguan kesehatan
Suara meraung (yowling) terdengar lebih keras dan panjang dibandingkan mengeong biasa. Kondisi ini umum terjadi saat kucing sedang memasuki masa birahi, baik jantan maupun betina. Namun, pada beberapa kasus, meraung juga dapat menjadi tanda bahwa kucing sedang mengalami:
• Stres akibat perubahan lingkungan.
• Kesepian.
• Terjebak atau tidak bisa keluar dari suatu tempat.
• Kebingungan pada usia lanjut akibat penurunan fungsi otak.
Jika suara meraung muncul terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, terutama pada kucing senior, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter hewan.
6. Mengeong pendek berulang saat melihat mangsa
Pernah melihat kucing mengeluarkan suara pendek seperti cicitan saat menatap burung dari balik jendela? Suara yang dikenal sebagai chirping atau chattering ini biasanya muncul ketika kucing melihat mangsa yang tidak bisa dijangkaunya.
Para ahli menduga suara tersebut berkaitan dengan naluri berburu. Di sisi lain, bunyi ini juga dapat menunjukkan rasa frustrasi karena mangsanya berada di luar jangkauan. Meski terdengar unik, perilaku ini tergolong normal dan tidak perlu dikhawatirkan.
(tis/tis)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Golden Samoyed]
Baca lagi: Prabowo Panggil Menkop, Zulhas, hingga Yandri Bahas Kopdes Merah Putih
Baca lagi: Gelombang Panas Eropa: Nyaris 1.000 Tewas di Belanda Kena Heatwave
Baca lagi: BPOM Siap Jadi Simpul Pengawasan Koperasi Desa Merah Putih




11 Responses
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di https://www.inews365.com/mobile/article.html?no=16614 tadi.
Tulisan yang sangat informatif dan terstruktur dengan baik. Bagi rekan-rekan yang butuh literatur tambahan terkait bahasan ini, bisa juga mengecek https://kldp.org/comment/264692 yaa.
Setuju 100%! Memang bener banget poin-poin yang disampein. Buat nambah literasi, mampir juga ke https://kldp.org/comment/254358 ya, bahasan mereka juga oke punya.
Sangat mencerahkan dan mudah dipahami alurnya. Sebagai pelengkap materi, tautan https://kldp.org/comment/262976 ini juga punya informasi yang sejalan dan patut buat dibaca.
Artikel ini laksana oase spiritual bagi nalar kita yang lelah dengan suguhan berita-berita sensasional yang minim akan nilai edukasi. https://www.dibiz.com/suecleaverketogummiesbenefit
Setiap bab dalam artikel ini disusun dengan pendekatan deduktif yang sangat runut, memudahkan logika pembaca untuk menangkap esensi pesan tanpa distorsi. https://caramellaapp.com/htihit/VPAIZogRv/power-cbd-gummies-for-ed-reviews-beware-scam-alert-is-it
Esai ini menyodorkan realitas apa adanya, dilengkapi dengan perangkat analisis yang mampu mengubah cara pandang kita secara instan dan permanen. https://pdfhost.io/v/FL8b9HJbU_Active_Keto_Gummies_UK
Artikel yang sangat fungsional, kaya akan literatur berkelas, dan memberikan dampak psikologis yang sangat positif bagi para pencari kebenaran. https://green-leafz-cbd-gummies-canada-reviews.webflow.io/
Keberhasilan Anda mengintegrasikan berbagai variabel sosial ke dalam satu formulasinya yang ringkas adalah sebuah pembuktian kompetensi yang luar biasa. https://coursework.uma.ac.id/index.php/psikologi/article/view/541
Terima kasih atas sajian literasi yang sangat bergizi ini, sebuah karya yang benar-benar memperluas cakrawala pengetahuan kita secara radikal. https://david-venable-weight-loss.webflow.io/
Penulis menyajikan studi kasus yang sangat dekat dengan realitas kehidupan kita saat ini, membuat proses adopsi ilmu menjadi jauh lebih cepat. https://www.ivoox.com/transform-keto-acv-gummies-reviews-is-it-safe-audios-mp3_rf_110047764_1.html