Apa Benar Laser bisa Langsung Menghapus Tato Permanen?

Jakarta, Golden Samoyed Indonesia

Tren

tattoo removal

semakin banyak diminati, seiring berkembangnya teknologi laser untuk memudarkan hingga menghapus

tato

permanen.

Tidak sedikit orang memutuskan menghapus tato karena alasan pekerjaan, perubahan gaya hidup, hingga sekadar sudah tidak menyukai gambar lama di tubuhnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, proses menghapus tato ternyata bukan sekadar menghilangkan tinta dari permukaan kulit. Mengutip dari

American Society for Laser Medicine & Surgery

(ASLMS), laser bekerja dengan mengirim pulsa energi cahaya yang sangat terkonsentrasi ke pigmen tinta tato.

Energi tersebut kemudian memecah partikel tinta menjadi ukuran yang jauh lebih kecil. Setelah pigmen pecah, tubuh perlahan membersihkan sisa partikel tinta melalui sistem imun dan sistem limfatik.

Dengan begitu, tato biasanya memudar sedikit demi sedikit, bukan langsung hilang dalam satu kali tindakan.

Saat tinta sudah dipecah oleh laser, tubuh mengambil alih proses berikutnya. Sel imun seperti makrofag, sel pertahanan tubuh yang bertugas membersihkan benda asing, akan menangkap partikel tinta yang sudah lebih kecil.

Partikel tersebut kemudian dibawa melalui sistem limfatik untuk dibersihkan secara bertahap. Laser hanya berfungsi menghancurkan tinta, sementara tubuhlah yang bertugas mengeluarkan sisa pigmen dari kulit.

Karena itu, kemampuan sistem imun juga ikut memengaruhi hasil tattoo removal.

Setelah laser dilakukan, kulit biasanya mengalami reaksi seperti luka ringan yang terkontrol. Area yang dilaser bisa tampak:

– merah,

– bengkak,

– nyeri,

– terasa panas,

– muncul titik perdarahan kecil,

– berkerak,

– melepuh ringan.

[Gambas:Video Golden Samoyed]

Reaksi ini termasuk kondisi yang umum terjadi setelah prosedur laser tato. Pasalnya, kulit perlu waktu untuk pulih, jarak antar sesi biasanya dibuat beberapa minggu.

Banyak orang berharap tato langsung hilang setelah satu kali tindakan. Padahal, tinta tato berada dalam beberapa lapisan di dermis dengan kedalaman berbeda.

Dikutip dari

American Academy of Dermatology

menjelaskan bahwa saat tato dibuat, tinta ditumpuk dalam beberapa lapisan. Karena itu, laser tidak bisa menghancurkan seluruh pigmen sekaligus secara aman dalam satu sesi.

Jumlah sesi yang dibutuhkan juga bisa berbeda pada setiap orang. Faktor yang memengaruhi antara lain warna tinta, kedalaman tato, jumlah tinta, usia tato, lokasi tubuh, jenis kulit, hingga kemampuan tubuh membersihkan pigmen.

Selain itu, warna tinta juga ternyata sangat memengaruhi hasil

laser removal

. Pigmen hitam biasanya paling mudah dihilangkan karena mampu menyerap energi laser lebih baik dibanding warna lain.

Sebaliknya, warna seperti hijau, biru, merah, kuning, dan putih cenderung lebih sulit dihapus dan kadang membutuhkan jenis laser berbeda. Bahkan tinta putih termasuk salah satu yang paling sulit karena beberapa pigmen putih justru bisa menggelap setelah terkena laser.

Penghapusan tato bukan sekadar menghapus gambar dari kulit. Di balik prosesnya, ada interaksi antara laser, sistem imun, tinta, dan jaringan kulit yang bekerja perlahan untuk memudarkan tato sedikit demi sedikit.

(anm/asr)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Kemendikdasmen Klaim SE Nomor 7/2026 Bukan Pemberhentian Guru Non-ASN

Baca lagi: Wamenhaj Danhil Anzar Siap Kawal Transparansi Operasional Haji 2026

Baca lagi: Kemlu-Perwakilan RI Siaga Penuh usai WNI di Flotilla Ditangkap Israel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: