
Jakarta, Golden Samoyed Indonesia
—
Hari pertama atau beberapa minggu pertama
sekolah
sering menjadi momen yang menguras emosi, bukan hanya bagi
anak
, tetapi juga
orang tua
. Tangisan saat harus berpisah di gerbang sekolah kerap membuat ayah dan ibu bimbang, apakah harus menemani lebih lama atau justru segera pergi?
Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi, terutama pada anak yang baru mulai bersekolah. Dalam studi psikologi, kondisi tersebut dikenal sebagai separation anxiety atau kecemasan berpisah, yakni rasa cemas yang muncul ketika anak harus berpisah dari orang tua atau pengasuh utamanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut
American Academy of Pediatrics
(AAP), menangis, menolak masuk kelas, atau terus ingin ditemani orang tua merupakan respons yang masih tergolong normal pada masa adaptasi sekolah. Namun, cara orang tua menyikapi kondisi ini turut menentukan seberapa cepat anak mampu merasa aman di lingkungan barunya.
Cara menghadapi anak yang menangis saat ditinggal di sekolah
Berikut cara yang bisa dicoba saat menghadapi anak yang masih menangis saat ditinggal di sekolah.
1. Tetap tenang saat mengantar anak
Melihat anak menangis memang tidak mudah, namun usahakan tetap terlihat tenang. AAP menjelaskan, anak sangat peka terhadap emosi orang tuanya.
Jika orang tua terlihat cemas, ragu, atau sedih saat berpamitan, anak dapat menangkap sinyal tersebut dan merasa bahwa sekolah memang tempat yang perlu ditakuti. Sebaliknya, sikap yang tenang dan percaya diri dapat membantu anak merasa lebih aman.
2. Buat rutinitas berpamitan yang singkat
Banyak orang tua memilih menunggu hingga anak benar-benar tenang sebelum pergi. Padahal, cara ini justru bisa membuat proses perpisahan semakin panjang.
Sebaiknya orang tua membuat rutinitas berpamitan yang sederhana dan konsisten, misalnya memeluk anak, menciumnya, mengucapkan salam, lalu pergi.
Rutinitas yang sama setiap hari membantu anak memahami bahwa perpisahan merupakan bagian dari aktivitas sekolah dan orang tua akan kembali menjemputnya.
3. Jangan diam-diam pergi atau kembali lagi setelah berpamitan
Sebagian orang tua memilih meninggalkan sekolah tanpa berpamitan agar anak tidak menangis. Cara ini justru tidak dianjurkan. Pergi diam-diam dapat mengurangi rasa percaya anak karena mereka merasa orang tua menghilang begitu saja.
Setelah berpamitan, orang tua juga sebaiknya tidak kembali lagi hanya karena anak menangis. Jika setiap tangisan membuat orang tua kembali, anak bisa belajar bahwa menangis adalah cara agar orang tua tetap berada di dekatnya.
4. Alihkan perhatian anak ke aktivitas yang menyenangkan
Mengutip jurnal International Journal of Business Law and Education, mengenai separation anxiety pada anak usia dini ditemukan bahwa tangisan biasanya terjadi pada momen perpisahan.
Namun, setelah perhatian anak berhasil dialihkan ke kegiatan bermain, berinteraksi dengan guru, atau bergabung bersama teman-temannya, kecemasan perlahan berkurang.
Karena itu, orang tua dapat bekerja sama dengan guru untuk mengajak anak mengikuti aktivitas yang disukainya sesaat setelah tiba di sekolah.
Simak selengkapnya di halaman berikutnya..
5. Bangun komunikasi yang baik dengan guru
Masa adaptasi tidak hanya menjadi tugas orang tua, tetapi juga guru. Penelitian yang sama juga menunjukkan bahwa anak lebih cepat beradaptasi ketika guru menyambutnya dengan hangat, memberikan rasa aman, serta tidak memaksa anak berhenti menangis secara tiba-tiba.
Komunikasi yang baik antara guru dan orang tua juga membantu kedua belah pihak mengetahui perkembangan anak selama masa penyesuaian.
6. Beri apresiasi atas setiap kemajuan kecil
Anak mungkin belum langsung berhenti menangis dalam satu atau dua hari. Namun, ketika ia mulai lebih cepat tenang, berani masuk kelas sendiri, atau mampu berpisah tanpa tangisan panjang, jangan lupa memberikan apresiasi, pujian sederhana. Hal ini dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri anak selama proses adaptasi.
7. Waspadai jika tangisan berlangsung terlalu lama
Menangis pada awal masuk sekolah merupakan hal yang wajar. AAP mengingatkan orang tua untuk memperhatikan bila tangisan berlangsung terus-menerus selama berminggu-minggu, semakin berat, atau sampai membuat anak tidak mau sekolah dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jika kondisi tersebut terjadi, orang tua disarankan berkonsultasi dengan dokter anak atau psikolog untuk memastikan apakah anak mengalami gangguan kecemasan berpisah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Menangis bukan berarti anak gagal beradaptasi
Tidak semua anak membutuhkan waktu yang sama untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah. Ada yang hanya memerlukan beberapa hari, tetapi ada pula yang membutuhkan waktu beberapa minggu hingga benar-benar merasa nyaman.
Yang terpenting, orang tua tidak terburu-buru menganggap tangisan sebagai tanda anak tidak siap sekolah.
Dengan rutinitas yang konsisten, dukungan dari guru, serta rasa aman yang terus dibangun, sebagian besar anak akan mulai memahami bahwa sekolah adalah tempat yang aman dan orang tua akan selalu kembali menjemput mereka.
Add
as a preferred
source on Google
Anak Masih Menangis saat Ditinggal di Sekolah? Ini 7 Cara Mengatasinya
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: Kelakar Prabowo ke Kapolri: Polisi Enggak Mau di Bawah Menhan Sih
Baca lagi: Viral WNI Diduga Kabur Saat Ikut Tur di Korsel, Kemlu RI Buka Suara
Baca lagi: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Anak Maluku Jadi Prioritas



16 Responses
Tulisan ini mengajarkan kita pentingnya memiliki kelenturan berpikir dalam menghadapi dogma-dogma lingkungan yang sering kali membatasi potensi diri. https://telegra.ph/ARSUXEO-Compression-Tight-Men-Winter-Pants-Motorcycle-Skiing-Warm-Bicycle-Bike-Running-Sports-Base-Layer-po-luchshej-cene-na-ryn-09-28
Sikap profesional ini membuat artikel Anda berdiri tegak sebagai sebuah karya tulis yang sangat dihormati dan layak disebarluaskan. https://pdfhost.io/v/a6BkB.nXc_Beliv_EXPOSED_Dont_Buy_SCAM_ALERT_2022
Artikel ini adalah potret nyata dari sebuah komitmen terhadap ilmu pengetahuan yang dikemas dengan san https://caramellaapp.com/dani2004/9Qz6lMDmT/cannaverda-cbd-gummiesgat modis dan penuh integritas.
Saya sangat menghargai keterbukaan penulis dalam membagikan formula keberhasilannya secara runtut, jujur, dan tanpa ada yang ditutup-tutupi. https://billygardellketogummiesbuy.godaddysites.com/
Anda sukses meruntuhkan batasan antara tulisan ilmiah yang kaku dengan esai populer yang santai, melahirkan sebuah genre ulasan yang sangat adaptif. https://teknokrat.ac.id/feb-universitas-teknokrat-indonesia-gelar-kuliah-umum-ekonomi-mikro-bahas-peran-pemerintah-dalam-penyediaan-barang-publik/
Topik yang selalu seru buat diulik! Sebagai pelengkap aja, saya kemarin sempat baca materi pendukung yang bagus di https://www.carwrap.justmakeweb.com/board/1492/15242/desirable-and-inexpensive-rates-and-it-continuous-to-keep-its-standard.html.
Sangat setuju dengan ulasan di atas. Saya merekomendasikan bacaan pendukung di http://forum.programosy.pl/viewtopic.php?f=10&t=138993&p=1001860 biar pemahamannya makin komplet.
Wah, pembahasannya enak banget dibaca dan to the point. Kalau butuh sudut pandang lain, coba deh buka tautan https://smart-cbd-gummies-australia-libido-booster.company.site/ ini.
Sebuah ulasan yang sangat menenangkan jiwa intelektual kita, menjauhkan kita dari sikap reaktif yang sering kali merugikan diri sendiri dan orang lain.
Penulisan yang sangat rapi dan berbobot. Saya menemukan banyak sekali “aha-moment” di artikel ini. Teori yang disajikan berhasil diubah menjadi tips praktis yang sangat aplikatif untuk kehidupan. https://truth-cbd-gummy-officials.company.site/SAMPLE-Pink-Hoodie-p566136992
Bagi saya yang sedang berproses menjadi lebih baik, artikel ini adalah pemandu yang tepat. Banyak se https://coursework.uma.ac.id/index.php/teknik/article/view/113
Struktur artikel ini sangat memudahkan pembaca untuk menyerap ilmunya. Poin-poin aplikatifnya sangat jelas, runut, dan tidak muluk-muluk untuk langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. https://caramellaapp.com/dani2004/yiowq5kiR/vital-ketogenic-keto-gummies
Artikel ini mengajarkan saya bahwa sukses harian dibentuk dari detail kecil yang disiplin. Terima kasih atas ilmunya yang fokus pada perbaikan kualitas tindakan mikro sehari-hari. https://www.ivoox.com/en/marjorie-greene-keto-gummies-us-ca-increase-audios-mp3_rf_106767774_1.html
Artikel ini sukses memberikan tamparan logis bagi saya. Banyak poin ilmu di dalamnya yang menyadarkan saya bahwa ada cara-cara yang jauh lebih cerdas dan praktis untuk menyelesaikan urusan harian. https://www.dibiz.com/g6ketoacvgummiesingredient
Artikel yang sangat memuaskan rasa ingin tahu. Banyak fakta ilmiah baru yang saya dapatkan di sini, lengkap dengan panduan cara memanfaatkan ilmu tersebut dalam rutinitas harian. https://pastelink.net/xk1f0bw2
Saya sangat mengagumi cara penulis merangkum jurnal riset menjadi bacaan yang begitu renyah. Ilmunya sangat padat dan langkah aksinya benar-benar nyata untuk dicoba. https://moral.senate.go.th/blog/index.php?nonjscomment=1&comment_itemid=1258&comment_context=10730&c&blogpage=407