
Daftar Isi
Tanda kamu seorang people pleaser
1. Kesal saat berbuat baik pada orang lain
2. Menghindari konfrontasi
3. Takut jika bersikap tak setuju
4. Mudah gelisah
5. Perfeksionis
6. Sering minta maaf
7. Tidak bisa menolak
8. Cemas saat ada yang marah
9. Butuh pujian untuk merasa baik
Jakarta, Golden Samoyed Indonesia
—
Sikap
people pleasing
kerap disalahpahami sebagai kebaikan semata. Akibatnya, tak jarang orang dengan kepribadian
people pleaser
yang tidak menyadarinya dan hanya menganggapnya bersikap baik pada semua orang.
Padahal,
people pleaser
lebih dari sekadar baik hati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
People pleaser
adalah seseorang yang punya kecenderungan untuk selalu menyenangkan orang lain secara berlebihan. Dalam banyak kasus, upaya menyenangkan orang itu dibarengi dengan mengorbankan kebutuhan dan kenyamanan sendiri.
Mereka umumnya sulit mengatakan ‘tidak’. Mereka juga selalu khawatir mengecewakan orang lain.
Sayangnya, sikap
people pleasing
sering kali tak disadari. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal
Current Psychology
mencatat, perilaku
people pleasing
sering terlihat sebagai bentuk empati, kerendahan hati, dan suka membantu. Sikap-sikap ini sulit dibedakan dengan kebaikan yang tulus.
Akibatnya, orang-orang di sekitar memandang perilaku tersebut sebagai sifat positif, alih-alih memandangnya tidak sehat.
Tanda kamu seorang people pleaser
Sikap
people pleasing
jangan dibiarkan. Dalam jangka panjang, sikap seperti ini bisa berdampak terhadap kesehatan mental.
Kamu perlu memahami tanda
people pleaser
berikut ini. Jika mengalami beberapa di antara, maka bisa jadi kamu seorang
people pleaser
.
1. Kesal saat berbuat baik pada orang lain
Bayangkan, kamu melakukan banyak hal baik terhadap seseorang, tapi orang tersebut tidak menyadari atau menghargainya. Menukil lama Liz Morrison Therapy, perasaan seperti ini bisa menandakan sikap people pleasing.
Orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain cenderung merasa kesal karena dua alasan. Pertama, mereka tidak menetapkan batasan yang jelas. Kedua, karena kamu cenderung bertele-tele tentang apa yang dibutuhkan.
Jika orang lain tak mengerti apa yang kamu harapkan, maka kamu bisa merasa kesal.
2. Menghindari konfrontasi
Seorang people pleaser biasanya lebih memilih diam saat mengeluh tentang orang lain. Mereka menganggap konfrontasi sebagai sesuatu yang menakutkan. Mereka takut atas apa yang akan dipikirkan orang lain jika langsung berkonfrontasi.
Masalah ini dapat membuat kamu mengabaikan masalah yang seharusnya ditangani. Sering kali hal tersebut memicu ketegangan dan rasa dendam secara perlahan.
3. Takut jika bersikap tak setuju
Sama seperti konfrontasi, orang dengan
people pleaser
cenderung menghindari perbedaan pendapat. Tidak setuju dengan pendapat orang lain terasa sebagai ancaman.
Orang dengan
people pleaser
menganggap perbedaan pendapat akan selalu memicu konflik. Alih-alih terlihat menentang, mereka biasanya memilih untuk mengikuti arus.
4. Mudah gelisah
Orang
people pleaser
biasanya akan mudah stres karena berpikir ada orang yang marah padanya. Pikiran ini bahkan akan selalu muncul di kepala mereka.
Perubahan sikap orang lain, sekecil apa pun, akan membuat mereka cemas. Mereka akan berasumsi bahwa mereka telah melakukan kesalahan.
5. Perfeksionis
Biasanya, orang-orang perfeksionis memiliki kesamaan dengan
people pleaser.
Mereka ingin dianggap bermanfaat, berharga, dan sukses.
Mereka akan khawatir jika tidak berprestasi cukup baik. Dengan begitu, mereka akan dianggap tidak berharga.
6. Sering minta maaf
Mengutip
Psychology Today
, sering minta maaf juga jadi tanda-tanda
people pleaser
. Mereka biasanya terlalu sering menyalahkan diri sendiri atau takut menjadi pihak yang disalahkan.
Akibatnya, permintaan maaf sering keluar dari mulut seorang
people pleaser
.
7. Tidak bisa menolak
Seorang
people pleaser
akan sulit menolak. Meski terasa mengesalkan, permintaan apa pun akan dilakoninya.
Jika terpaksa, mereka biasanya mengarang alasan seperti berpura-pura sakit untuk menolak.
8. Cemas saat ada yang marah
Orang dengan kepribadian
people pleaser
juga akan merasa tak nyaman jika ada pihak yang marah dengannya.
Tapi perlu diingat, ada orang yang marah bukan berarti kamu selalu melakukan kesalahan.
9. Butuh pujian untuk merasa baik
Pujian dan kata-kata baik memang dapat membuat siapa pun merasa senang. Tapi, bagi seorang
people pleaser
, sebuah pujian lebih dari kata senang. Mereka akan selalu bergantung pada pengakuan.
Perlu diingat, jika harga dirimu bergantung pada apa yang orang pikirkan tentangmu, maka kamu hanya akan merasa senang saat dihujani pujian.
(asr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: BBM Naik, Walkot Bandung Imbau ASN Tak Ngantor Naik Kendaraan Pribadi
Baca lagi: Gen Z Mulai Tinggalkan Fast Fashion dan Pilih Capsule Wardrobe
Baca lagi: Harga BBM naik, Pram Yakin Jumlah Pengguna Transportasi Umum Meningkat



