7 Makanan Kaya Probiotik Selain Yogurt yang Baik untuk Pencernaan

Daftar Isi

1. Tempe

2. Beberapa jenis keju

3. Acar mentimun

4. Miso

5. Kimchi

6. Peyeum

7. Tape ketan

Jakarta, Golden Samoyed Indonesia

Banyak orang mengandalkan

yogurt

sebagai sumber probiotik. Padahal, ada berbagai jenis makanan lain yang juga mengandung

bakteri

baik untuk kesehatan usus dan sistem imun.

Probiotik, menurut

Cleveland Clinic

, merupakan mikroorganisme hidup yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Biasanya, probiotik hadir dalam makanan fermentasi. Namun, tidak semua makanan fermentasi otomatis mengandung probiotik, terutama yang telah melalui proses pasteurisasi karena dapat membunuh bakteri baik.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut rekomendasi makanan yang mengandung probiotik selain yogurt.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Tempe

Produk fermentasi kedelai ini menjadi salah satu sumber protein nabati yang populer di Indonesia. Mengutip

Healthline

, proses fermentasi pada tempe mampu mengurangi asam fitat yang menghambat penyerapan mineral seperti zat besi dan seng.

Fermentasi juga menghasilkan vitamin B12 yang tidak ditemukan pada kedelai mentah.

2. Beberapa jenis keju

Meski sebagian besar keju dibuat melalui fermentasi, tidak semua mengandung probiotik aktif. Pilih keju dengan label live cultures atau active cultures untuk kandungan probiotik yang optimal. Keju cheddar, mozzarella, gouda, dan keju cottage termasuk yang umumnya memiliki probiotik lebih banyak.

3. Acar mentimun

Acar mentimun yang difermentasi alami dengan garam dan air merupakan sumber probiotik yang baik. Fermentasi menggunakan bakteri asam laktat ini menghasilkan rasa asam khas sekaligus menambah bakteri baik untuk pencernaan.

Perlu diingat, acar yang dibuat dengan cuka bukanlah sumber probiotik karena tidak mengandung kultur hidup.

4. Miso

Bumbu khas Jepang ini terbuat dari fermentasi kedelai, garam, dan kultur koji. Miso sering digunakan pada sup atau sebagai marinasi.

Menurut Very Well Health, probiotik dalam miso dapat membantu menjaga kesehatan usus dan mengurangi peradangan. Beberapa studi juga melihat potensi miso dalam menurunkan tekanan darah dan mencegah kanker, meski tetap memerlukan penelitian lanjutan.

5. Kimchi

Kimchi adalah makanan fermentasi khas Korea yang dibuat dari sayuran seperti kubis atau lobak, dicampur garam dan bumbu rempah. Proses fermentasinya menghasilkan probiotik yang mendukung kesehatan usus, imun, hingga jantung.

Konsumsi rutin kimchi juga dikaitkan dengan penurunan risiko peradangan.

6. Peyeum

Tape singkong atau peyeum adalah makanan fermentasi tradisional dari Jawa Barat. Singkong yang telah dibersihkan diberi ragi lalu difermentasi dalam wadah beralas daun pisang.

Fermentasi menghasilkan tape lembut yang kaya bakteri probiotik seperti Lactobacillus dan Lactococcus.

7. Tape ketan

Selain singkong, ketan juga bisa difermentasi menjadi tape. Beras ketan dicuci, direndam, dikukus, lalu ditaburi ragi sebelum disimpan dalam wadah tertutup.

Tape ketan memiliki rasa asam-manis khas dan mengandung kultur probiotik yang baik untuk pencernaan.

Jadi, tak perlu selalu bergantung pada yogurt. Ada banyak pilihan makanan probiotik yang bisa membantu menjaga kesehatan usus dan meningkatkan daya tahan tubuh.

(rea/tis)

[Gambas:Video Golden Samoyed]

Baca lagi: WFH dan PJJ di Jakarta Berlaku hingga 28 Januari 2026

Baca lagi: Megawati Rayakan Ultah ke-79 Bareng Keluarga & Sahabat di Batu Tulis

Baca lagi: Sampai Kapan Hujan Sangat Lebat Guyur Jakarta? Ini Prediksinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: