
Daftar Isi
Karakter orang yang perlu mendengarkan musik agar fokus bekerja
1. Kreatif
2. Suka bermimpi
3. Menikmati variasi
4. Gampang beradaptasi
5. Seorang multitasker
6. Spontan dan impulsif
7. Tidak bisa duduk diam
Jakarta, Golden Samoyed Indonesia
—
Ada orang yang perlu
suara
atau musik latar (
background music
) agar bisa fokus bekerja. Apa kamu salah satunya? Berikut
karakter
orang yang perlu mendengarkan musik demi bisa fokus.
Suasana tenang, minim suara, dan meja rapi dapat membantu pikiran fokus. Namun sebaliknya, ternyata ada orang yang justru memerlukan suasana berisik baru bisa fokus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian pada 2019 menemukan lebih dari setengah Gen Z yang disurvei paling bisa produktif di tengah kebisingan kantor. Sementara itu, Baby Boomers mengaku paling bisa produktif ketika suasananya tenang.
Karakter orang yang perlu mendengarkan musik agar fokus bekerja
Psikolog Lienna Wilson berkata sistem saraf manusia punya kemampuan untuk selalu waspada terhadap rangsangan termasuk suara yang berpotensi bahaya. Dalam suasana tenang sekalipun, otak tetap memindai suara-suara halus yang mungkin berbahaya.
“Bayangkan bagaimana reaksi Anda jika tiba-tiba mendengar sirene mobil pemadam kebakaran di luar, sementara Anda sedang membaca buku dengan tenang. Semakin Anda memperhatikan rangsangan eksternal, semakin sulit untuk fokus,” kata Wilson dilansir dari
Parade
.
Suara atau musik latar membantu mengeliminasi suara-suara yang mengganggu atau menyiratkan bahaya sehingga otak tetap fokus.
Mereka yang terbiasa melakukannya ternyata punya sejumlah karakter unik. Apa saja?
1. Kreatif
Orang yang perlu kebisingan untuk bisa fokus seringkali punya ide dan solusi cukup inovatif. Kebisingan dapat membuka imajinasi mereka.
Melansir
Your Tango
, studi pada 2021 menunjukkan bahwa bagi para pemikir yang kreatif, tingkat kebisingan sedang di latar belakang dikaitkan dengan peningkatan kinerja kreatif.
2. Suka bermimpi
Penyuka kebisingan biasanya memiliki imajinasi yang kaya. Kebisingan menjaga kreativitas tetap mengalir, lalu menghasilkan proyek dan ide. Semua ini tidak akan mereka dapatkan lewat duduk dalam hening.
Kadang tak harus
white noise
atau musik. Kebisingan ini bisa sesederhana suara ketikan keyboard komputer atau mendengar orang lain mengobrol di dekat mereka.
3. Menikmati variasi
Mereka hampir selalu menikmati variasi baik itu dalam rutinitas harian, bacaan, atau tugas-tugas di tempat kerja. Buat orang-orang ini, keheningan terasa cukup membosankan.
Cek saja pemutar musik mereka. Daftar lagunya bisa dari berbagai genre. Perubahan dari lagu lambat ke lagu cepat sudah bisa memberikan variasi sehingga hari berlalu tanpa rasa bosan.
4. Gampang beradaptasi
Wilson berkata orang yang perlu kebisingan untuk bisa fokus jauh lebih fleksibel daripada orang kebanyakan.
Mereka, lanjut dia, cenderung mudah beradaptasi dengan berbagai situasi seperti tetangga berisik atau tinggal di dekat stasiun kereta api.
“Selama membangun kemampuan beradaptasi mereka, mereka biasanya memasukkan suara latar yang cenderung menutupi suara yang tidak diinginkan,” imbuh Wilson.
5. Seorang
multitasker
Orang-orang yang menikmati kebisingan biasanya unggul dalam hal
multitasking
. Wilson berkata orang yang suka melakukan banyak tugas cenderung menikmati suara latar.
Mereka bisa berpindah dengan cepat dari satu tugas ke tugas berikutnya. Keheningan justru bisa membuat mereka lambat.
6. Spontan dan impulsif
Mereka berkembang di lingkungan yang ramai dan kadang disertai suara-suara tak terduga. Hal ini pun membuat mereka terlatih untuk mengambil keputusan dengan cepat berdasar insting.
Kebisingan memicu sifat impulsif. Mereka punya energi cukup untuk bertindak cepat tanpa banyak berpikir. Sebaliknya, keheningan memicu keraguan karena mereka hanya ditemani pikiran mereka sendiri.
7. Tidak bisa duduk diam
Jika kamu menemukan orang yang suka mendengarkan musik atau suara latar selama bekerja, biasanya mereka tidak bisa duduk diam. Keinginan untuk bergerak tidak hanya muncul secara fisik tapi juga mental.
Pikiran melompat dari satu ide ke ide lain. Mereka pun sangat ingin bergerak. Suara-suara ini memungkinkan mereka lebih mudah bergerak.
(els)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Golden Samoyed]
Baca lagi: Swedia ‘Gebuk’ Google dan Disuruh Bayar Rp26 Triliun, Ada Apa?
Baca lagi: Pengisi Suara Lilo, Daveigh Chase Dinyatakan Meninggal karena AIDS
Baca lagi: FOTO: Pakistan Gempur Negara Ini Kala Mediasi Perang AS vs Iran


7 Responses
Artikel yang berkualitas seperti ini memang layak mendapatkan apresiasi. https://admi.net/data/adminet/world/ni/
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai https://cvemon.intruder.io/cves/CVE-2010-1592 yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.
Terima kasih sudah membagikan artikel yang informatif seperti ini. Buat yang ingin melihat sudut pandang lain, saya juga menemukan https://mail.tudomuaban.com/chi-tiet-rao-vat/2366135/bong88living.html yang cukup menarik.
Penyusunan premis hingga penarikan kesimpulannya begitu logis tanpa ada cacat logika sedikit pun https://www.kufirst.center.ku.ac.th/8883/ pemikiran kuar bias
Keberadaan artikel seperti ini membuat internet menjadi tempat yang jauh lebih berharga untuk dijelajahi https://www.siteprice.org/competitors/travelgurubd.com
Artikel ini membuat saya jatuh cinta kembali pada dunia literasi dan membaca , artikel lain kadang membuat saya bosan https://www.kufirst.center.ku.ac.th/rice/
Penulisan artikelnya sangat runut sehingga mudah dipahami. Saya juga ingin berbagi tautan http://atomon.ciao.jp/wp1/2016/05/24/%E3%82%B0%E3%83%AA%E3%83%83%E3%83%89%E3%82%B7%E3%82%B9%E3%83%86%E3%83%A0%E3%82%92%E4%BD%BF%E3%81%A3%E3%81%9F%E3%83%AC%E3%82%B9%E3%83%9D%E3%83%B3%E3%82%B7%E3%83%96%E3%83%AB%E3%83%87%E3%82%B6%E3%82%A4/ di sana ada tulisan serupa yang bisa dijadikan rujukan tambahan.