
Daftar Isi
1. Merespons anak dengan empati
2. Memberi pilihan, bukan perintah
3. Tahu kapan harus minta maaf
4. Menjadi pendengar yang aktif
5. Menahan diri sebelum bereaksi
6. Menetapkan aturan tanpa mempermalukan
7. Menjadi teladan bagi anak
Jakarta, Golden Samoyed Indonesia
—
Membangun
kecerdasan emosional
pada anak penting untuk kesuksesannya di masa depan. Namun
orang tua
juga harus bisa jadi role model yang tepat untuk anaknya.
Orang tua yang memiliki kecerdasan emosional tentu lebih bisa menanamkan hal-hal yang lebih baik bagi anaknya, terutama dalam mengelola emosi dan tindakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun menurut
Verywell Mind
, jenis kecerdasan ini tergolong lebih penting ketimbang IQ dalam menentukan kesuksesan pribadi dan profesional seseorang.
Nah, jika ingin anak mendapat kesuksesan tersebut, ada beberapa gaya parenting orang tua dengan kecerdasan emosional yang bisa ditiru:
1. Merespons anak dengan empati
“Orang tua yang cerdas secara emosional mengenali perasaan anak mereka, bahkan ketika mereka tidak setuju dengan perspektif anak atau merasa kesulitan memahami waktu munculnya emosi tersebut,” kata psikolog klinis sekaligus pakar parenting Laura Markham, dilansir
Good Housekeeping
.
Sikap ini membantu anak merasa didengar dan dipahami. Dalam jangka panjang, empati seperti ini dapat meningkatkan kemampuan anak mengelola emosi dan membangun kepercayaan diri.
2. Memberi pilihan, bukan perintah
Ketimbang terus-menerus memberi instruksi, orang tua yang cerdas secara emosional sering mengajukan pertanyaan atau menawarkan beberapa opsi.
“Orang tua dapat menyuruh, menyarankan, atau bertanya. Bertanya memberikan latihan kognitif paling banyak untuk fungsi mental anak-anak kita, saran memberikan sedikit, dan menyuruh apa yang harus dilakukan menghasilkan relatif sedikit,” ujar Maurice J. Elias, profesor psikologi di Universitas Rutgers.
3. Tahu kapan harus minta maaf
Orang tua tidak selalu benar. Namun bagi orang tua yang cerdas secara emosional, meminta maaf bukan dianggap sebagai kelemahan, melainkan bagian dari tanggung jawab.
Saat orang tua salah, mereka mengakuinya dan memperbaikinya. Dengan begitu, anak belajar bahwa konflik bisa diselesaikan dengan jujur, bukan dengan saling menyalahkan.
4. Menjadi pendengar yang aktif
Orang tua dengan kecerdasan emosional mampu mendengarkan tanpa menghakimi, terutama saat anak sedang marah atau kecewa, termasuk ketika melakukan kesalahan.
“Sebelum menetapkan batasan, orang tua dapat berempati dengan kemarahan tersebut. Mendengarkan akan membangun koneksi terlebih dahulu. Itu memudahkan anak untuk mempercayai bahwa orang tua akan bersikap adil. Keadilan sangat penting bagi anak-anak,” tutur John Gottman, psikolog dan profesor emeritus psikologi di Universitas Washington.
5. Menahan diri sebelum bereaksi
Saat anak tantrum atau berkata kasar, respons spontan orang tua sering kali justru memperburuk situasi. Di sisi lain, orang tua yang matang secara emosional cenderung berhenti sejenak, menarik napas, lalu memilih respons yang lebih tenang.
Menurut
Times of India
, kebiasaan kecil ini juga dapat mengajarkan anak bahwa emosi tidak harus meledak menjadi konflik. Anak pun belajar pengendalian diri menjadi hal yang sangat mungkin dilakukan.
6. Menetapkan aturan tanpa mempermalukan
Orang tua yang memiliki kecerdasan emosional bukan berarti selalu permisif akan segala tindak tanduk anak. Mereka tetap memberi aturan, tetapi tanpa mempermalukan atau merendahkan anak.
Mereka memahami bahwa membangun disiplin akan lebih efektif jika anak merasa aman dan dihormati. Teguran yang disampaikan tanpa hinaan membuat anak lebih mudah menerima pelajaran, bukan malah merasa takut atau tertekan.
7. Menjadi teladan bagi anak
Anak jauh lebih mudah meniru apa yang mereka lihat ketimbang apa yang mereka dengar. Itulah yang dilakukan orang tua dengan kecerdasan emosional.
Mereka berusaha menunjukkan perilaku yang ingin diajarkan, seperti tenang saat stres, jujur saat salah, dan sopan saat berbeda pendapat. Dalam banyak hal, parenting bukan hanya tentang memberi nasihat, tetapi juga tentang memberi teladan nyata.
Menerapkan gaya parenting yang mendukung kecerdasan emosional memang tidak selalu mudah, tetapi hasilnya sangat berharga.
(rti)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Golden Samoyed]
Baca lagi: Fosil T-Rex ‘Gus’ Terjual Rekor Rp900 M di Lelang
Baca lagi: FOTO: Akses Jalan Terputus Abrasi, Siswa Muara Gembong Andalkan Perahu
Baca lagi: China Pecat Pejabat PKC Provinsi Muslim Xinjiang karena Korupsi




7 Responses
Penulis menaruh rasa hormat yang tinggi pada kecerdasan pembacanya lewat penyajian materi yang berkelas tanpa ada kesan merendahkan pihak mana pun.
Penulis menunjukkan kejujuran ilmiah yang luar biasa dengan tetap memaparkan keterbatasan batasan riset tanpa mengurangi bobot kebenaran utama. https://www.dibiz.com/alphamaxmaleenhancementboostpower
Penulis menyajikan studi kasus yang sangat dekat dengan realitas kehidupan kita saat ini, membuat proses adopsi ilmu menjadi jauh lebih cepat. https://www.ivoox.com/transform-keto-acv-gummies-reviews-is-it-safe-audios-mp3_rf_110047764_1.html
Tulisan yang sangat tangkas dalam mengurai masalah, menghindari perdebatan kusut yang tidak menghasilkan perubahan apa pun di lapangan. https://bresdel.com/blogs/378763/https-www-facebook-com-Order-EliteKetoGummiesUSUK
Sebuah penutup esai yang sangat anggun; Anda berhasil mengunci kesimpulan dengan sebuah kalimat reflektif yang sangat membekas di ingatan kami. https://www.dibiz.com/xtremefitketoacvgummiesscam
Topik yang selalu seru buat diulik! Sebagai pelengkap aja, saya kemarin sempat baca materi pendukung yang bagus di https://www.carwrap.justmakeweb.com/board/1492/15242/desirable-and-inexpensive-rates-and-it-continuous-to-keep-its-standard.html.
Wah, pembahasannya enak banget dibaca dan to the point. Kalau butuh sudut pandang lain, coba deh buka tautan https://smart-cbd-gummies-australia-libido-booster.company.site/ ini.