
Daftar Isi
Ciri perempuan dengan hormon testosteron tinggi
1. Tumbuh rambut berlebih di wajah dan tubuh
2. Rambut menipis
3. Suara menjadi lebih berat
4. Jerawat sulit sembuh
5. Siklus menstruasi tidak teratur
6. Massa otot meningkat dan ukuran payudara mengecil
7. Gangguan mood
Jakarta, Golden Samoyed Indonesia
—
Banyak anggapan bahwa
testosteron
adalah hormon yang identik dengan laki-laki. Padahal, normalnya perempuan juga memproduksi hormon ini dalam jumlah kecil melalui ovarium dan kelenjar adrenal.
Testosteron bersamaan dengan hormon estrogen, berperan dalam menjaga kesehatan jaringan
reproduksi
hingga fungsi ovarium.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, jika kadar hormon testosteron terlalu tinggi, kondisi ini dapat memengaruhi banyak aspek pada perempuan, mulai dari suasana hati, perilaku, penampilan fisik, hingga kesehatan reproduksi perempuan.
Dikutip dari laman
Cleveland Clinic
,
kondisi kelebihan hormon androgen, termasuk testosteron, dikenal sebagai hiperandrogenisme. Kondisi ini dialami sekitar 5-10 persen perempuan usia reproduktif dan paling sering berkaitan dengan gangguan hormonal seperti PMOS (yang dulunya disebut PCOS).
Lantas, apa saja ciri perempuan yang memiliki kadar hormon testosteron tinggi?
Ciri perempuan dengan hormon testosteron tinggi
Berikut beberapa gejala yang kerap dialami perempuan dengan kadar testosteron yang tinggi.
1. Tumbuh rambut berlebih di wajah dan tubuh
Mengutip
Healthline
,
salah satu tanda paling umum adalah munculnya rambut yang lebih tebal di area wajah, seperti dagu, kumis, atau pipi, serta di dada, punggung, dan perut.
Kondisi yang disebut hirsutisme ini umumnya dipicu oleh ketidakseimbangan hormon androgen.
2. Rambut menipis
Di sisi lain, kadar testosteron berlebih dapat menyebabkan rambut di kepala menipis atau mengalami pola kebotakan menyerupai laki-laki.
3. Suara menjadi lebih berat
Perubahan hormon yang signifikan dapat membuat suara terdengar lebih dalam atau berat dibandingkan sebelumnya. Meski tidak selalu terjadi, gejala ini termasuk salah satu tanda hiperandrogenisme.
4. Jerawat sulit sembuh
Testosteron yang tinggi dapat meningkatkan produksi minyak (sebum) di kulit sehingga memicu jerawat yang membandel, terutama di area wajah, dada, dan punggung, mengacu
Medical News Today.
5. Siklus menstruasi tidak teratur
Kelebihan testosteron juga dapat mengganggu proses ovulasi sehingga menstruasi menjadi tidak teratur, lebih jarang, atau berlangsung lebih lama dari biasanya.
6. Massa otot meningkat dan ukuran payudara mengecil
Sebagian perempuan dengan kadar testosteron tinggi mengalami peningkatan massa otot, sementara ukuran payudara dapat tampak mengecil akibat perubahan hormonal.
7. Gangguan mood
Ditambahkan dari laman
Health
,
kadar testosteron yang terlalu tinggi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis. Perempuan dengan testosteron tinggi, terutama yang berkaitan dengan PMOS/PCOS diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan suasana hati, seperti kecemasan (anxiety) dan depresi.
Meski tidak dialami semua perempuan, perubahan hormon dapat membuat emosi seseorang naik-turun atau mengalami perubahan perilaku tertentu.
Demikian beberapa tanda tingginya hormon testosteron pada perempuan.
[Gambas:Video Golden Samoyed]
(fef)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Golden Samoyed]
Baca lagi: FOTO: Liburan di Kota Tua Sebelum Tahun Ajaran Baru
Baca lagi: Tak Galau Lagi, Akun Medsos Fajar SadBoy Kini Berubah Jadi ‘HappyBoy’
Baca lagi: Surat Cinta untuk Ibu, Manish Malhotra Bawa India ke Panggung Couture




2 Responses
Artikel ini sukses menggeser paradigma lama saya dan memberikan fondasi pemahaman yang jauh lebih kokoh https://movio.beniculturali.it/asancona/fieremercatimarche/index.php?pageId=108
Mantul min artikelnya, ngebuka wawasan banget. Oiya, buat yang mau explore lebih jauh soal ini, coba meluncur ke https://kldp.org/comment/279591 deh, lengkap parah!