5 Kelakuan Pelanggan yang Dibenci Pegawai Toko Roti, Kamu Termasuk?

Daftar Isi

Kelakuan pelanggan yang dibenci pegawai toko roti

1. Menyentuh roti dengan tangan kosong

2. Meminta roti baru saat toko mau tutup

3. Berkali-kali mengubah pesanan kustom

4. Telat ambil pesanan

5. Membatalkan pesanan kustom di menit terakhir

Jakarta, Golden Samoyed Indonesia

Sebagai

pelanggan

, tentu kita ingin diperlakukan bak raja. Namun tak semua kelakuan pelanggan itu menyenangkan, termasuk di

toko roti

atau

bakery

.

Tiap lini bisnis tentu menghadapi tantangan tersendiri saat menghadapi pelanggan. Toko roti pun banyak menghadapi pelanggan yang unik atau nyeleneh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kamu sebaiknya tidak termasuk ke dalam kelompok pelanggan yang “menyebalkan” ini. Alasannya? Supaya pengalaman berbelanja kamu juga lebih baik dan lancar.

Kelakuan pelanggan yang dibenci pegawai toko roti

Seorang koki pastry yang sudah berpengalaman kerja di sejumlah bakery, Ashwini Rakhe, menuliskan beberapa tingkah laku pelanggan yang bikin pegawai bakery terusik di

The Daily Meal

. Ini dia daftarnya:

1. Menyentuh roti dengan tangan kosong

Di antara semua bagian tubuh, area telapak tangan termasuk yang paling kotor, karena selalu digunakan untuk menyentuh berbagai hal.

Jadi, kalau kamu menyentuh roti atau kue yang dipajang di toko roti dengan tangan kosong, tentu ini bisa bikin kesal pegawai. Soalnya, standar operasional pada beberapa toko mengharuskan roti dibuang jika sudah terkontaminasi.

Banyak pelanggan yang punya kebiasaan buruk menyentuh atau menekan-nekan roti untuk mengetes keempukannya. Padahal, belum tentu mereka berencana membelinya. Jadi, gunakan penjepit makanan yang sudah disediakan untuk mengambil roti atau kue.

2. Meminta roti baru saat toko mau tutup

Tak jarang ada pelanggan yang meminta roti atau

pastry

yang masih

fresh

, alias baru dipanggang. Padahal, toko roti sudah menjelang tutup.

Ketika kamu datang ke toko roti pada 2-3 jam sebelum tutup, kemungkinan besar mereka tidak memiliki produk yang baru dipanggang.

Permintaan nyeleneh, seperti meminta roti yang baru dipanggang, membuat pegawai dalam posisi sulit. Ini artinya mereka harus memperpanjang jam kerja untuk memenuhi permintaan pelanggan.

3. Berkali-kali mengubah pesanan kustom

Toko roti tentu akan sangat senang menerima pesanan kue kustom dari pelanggan. Namun meski namanya kustom, bukan berarti kamu mengubah pesanan berulang kali, apalagi jelang tenggat waktu.

Para pembuat kue harus mengerahkan upaya ekstra untuk melakukan perubahan tersebut. Belum lagi, biaya pembuatan kue jadi membengkak gara-gara permintaan tiba-tiba dari pelanggan.

4. Telat ambil pesanan

Sebagai pelanggan, kamu tentu kesal jika toko tidak menyiapkan pesanan tepat waktu. Hal ini juga dirasakan oleh pegawai toko roti ketika menghadapi pelanggan yang telat ambil pesanan.

Alasannya, biasanya kue tertentu dipersiapkan tepat sebelum tenggat waktu untuk memastikan kualitas bahan-bahan yang digunakan masih segar.

Kue tertentu pun tidak bisa disimpan di dalam lemari pendingin terlalu lama. Jadi, kalau kamu telat mengambil pesanan, jangan protes saat kualitas kue jadi berkurang.

5. Membatalkan pesanan kustom di menit terakhir

Kelakuan pelanggan yang lebih parah dari telat ambil pesanan, yaitu membatalkan pesanan di menit terakhir. Hal ini dibenci pegawai toko roti, karena pesanan kustom tidak bisa dijual kembali.

Pelanggan mungkin berpikir toko roti  bisa menyumbangkannya, tetapi standar operasional masing-masing toko berbeda. Jadi, kemungkinan kue untuk dibuang sangatlah besar.

Itu dia beberapa kelakuan pelanggan yang dibenci pegawai toko roti. Jangan sampai kamu sering atau pernah melakukan satu dari lima hal ini!

(rti/rti)

Baca lagi: Komdigi Blokir 3 Platform Digital, Ini Penyebabnya

Baca lagi: Sinopsis Hotel Mumbai, Bioskop Trans TV 8 Februari 2026

Baca lagi: Pramono Ingatkan Rencana Gedung MUI di HI Patuhi Aturan Cagar Budaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: