
Daftar Isi
Kebiasaan orang tua yang membentuk anak percaya diri
1. Menciptakan suasana rumah yang hangat dan penuh dukungan
2. Mengapresiasi usaha, bukan hanya kepintaran
3. Membiasakan anak mencari solusi atas masalahnya
4. Menjadi contoh sikap percaya diri bagi anak
5. Memberikan kesempatan anak untuk memilih
Jakarta, Golden Samoyed Indonesia
—
Orang tua
memegang peranan penting dalam membentuk karakter
anak
di rumah. Setiap kebiasaan yang dilakukan dapat memberikan pengaruh terhadap
tumbuh kembang
si kecil.
Hal ini juga berlaku dalam membangun rasa percaya diri anak. Sikap dan kebiasaan yang diperlihatkan orang tua setiap hari dapat memengaruhi cara anak memandang dirinya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anak yang memiliki rasa percaya diri umumnya lebih berani mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Tak hanya itu, mereka cenderung lebih berani mencoba hal-hal baru tanpa takut gagal.
Karena itu, sebagai orang tua, penting untuk membiasakan sikap-sikap positif di rumah. Pasalnya, kebiasaan orang tua kerap menjadi contoh yang akan ditiru oleh anak.
Kebiasaan orang tua yang membentuk anak percaya diri
Bagaimana cara membentuk anak yang percaya diri?
Nah
, ikuti saja beberapa kebiasaan orang tua yang membentuk anak percaya diri berikut merangkum dari
Times of India
dan berbagai sumber lainnya.
1. Menciptakan suasana rumah yang hangat dan penuh dukungan
Anak mampu merasakan suasana emosional di rumah jauh sebelum mereka memahami nasihat panjang lebar. Penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang efektif mencakup sikap hangat, respons yang konsisten, rutinitas yang teratur, aturan rumah yang jelas, serta disiplin yang tidak keras.
Kombinasi tersebut membantu perkembangan emosional, perilaku, kemampuan berpikir, hingga keterampilan sosial anak.
Sederhananya, kehangatan membuat anak merasa, ‘Aku aman di sini’. Rasa aman inilah yang menjadi dasar tumbuhnya kepercayaan diri.
2. Mengapresiasi usaha, bukan hanya kepintaran
Mengatakan ‘Kamu memang pintar’ memang bisa membuat anak senang sesaat. Tapi, penelitian dari American Psychological Association (APA) dan Stanford University menggambarkan, memuji usaha, strategi, ketekunan, dan perkembangan anak jauh lebih efektif.
Menurut penelitian itu, pujian yang berfokus pada usaha menghasilkan pencapaian yang lebih baik. Sementara berdasarkan penelitian Carol Dweck dari Stanford menjelaskan bahwa pujian terhadap proses dapat menumbuhkan growth mindset atau pola pikir bertumbuh.
Anak yang hanya dipuji karena dianggap pintar bisa merasa takut ketika menghadapi tantangan. Sebaliknya, anak yang diapresiasi karena terus berusaha akan memahami bahwa kemampuan dapat berkembang melalui latihan dan ketekunan.
3. Membiasakan anak mencari solusi atas masalahnya
Sebagai orang tua, wajar jika ingin segera membantu anak. Namun, melakukan semuanya untuk mereka justru dapat mengurangi kesempatan belajar.
Cobalah memberi pertanyaan yang memancing anak berpikir, dorong mereka mencari solusi sendiri, izinkan melakukan kesalahan kecil, lalu dampingi saat mereka belajar memperbaikinya.
Ketika anak berhasil mengatasi masalah dengan usahanya sendiri, rasa percaya dirinya akan tumbuh karena ia menyadari kalau dirinya sanggup menghadapi tantangan.
4. Menjadi contoh sikap percaya diri bagi anak
Anak belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat dibandingkan apa yang mereka dengar. Maka itu, orang tua perlu menunjukkan sikap positif saat menghadapi berbagai tantangan.
Misalnya, Anda tetap tenang ketika mengalami kegagalan atau memperlihatkan cara menyelesaikan masalah dengan baik. Cara menangani masalah secara tak langsung bakal ditiru oleh anak.
5. Memberikan kesempatan anak untuk memilih
Kepercayaan diri berkembang ketika anak diberi kesempatan untuk mengambil keputusan sesuai usianya. Misalnya biarkan si anak memilih pakaian, menentukan buku yang ingin dibaca, atau memutuskan tugas mana yang akan dikerjakan terlebih dahulu.
Pengalaman sederhana itu membantu anak merasa jika pendapat dan keputusannya berarti. Mereka juga belajar menghadapi konsekuensi dari pilihan yang dibuat.
Di sisi lain, bila orang tua selalu mengambil alih, anak akan lebih bergantung pada arahan dan persetujuan orang lain.
Itulah beberapa kebiasaan orang tua yang membentuk anak percaya diri. Semoga bermanfaat!
(asr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Nomor 1 di Asean, Orang Indonesia Bikin 9 Juta Gambar AI Setiap Hari
Baca lagi: Piala Dunia 2026: Prancis Kalah Segalanya dari Spanyol
Baca lagi: Update Ranking FIFA: Gusur Prancis, Spanyol Peringkat 1




One Response
Setuju 100%! Memang bener banget poin-poin yang disampein. Buat nambah literasi, mampir juga ke https://kldp.org/comment/254358 ya, bahasan mereka juga oke punya.